
*
*
*
Berly mengosok bibirnya dengan air selama sepuluh menit. Menurutnya bibir nya sudah tercemar oleh bibir Lionel tidak hanya menggosok bibir saja Berly juga berkumur hingga puas. Menginggat bagaimana Lidah Lionel yang menari di dalam rongga mulutnya..
" Berhentilah berkumur berlebihan! Apa kau baru saja memakan bawang mentah,?" Tanya Lolly mengambil tisu kering dan mematikan air yang digunakan Berly..
Berly berdetak kesal. Mengambil tisue yang di berikan Lolly untuk mengeringkan bagian bibir yang basah. " Aku hanya ingin mengusir kuman yang tersarang di dalam mulut ku saja." Sahut Berly dan membuang tisue ke tempat sampah.
" Oh pantas mulutmu suka berbicara pedas.. teryata sarang kuman." Kata Lolly dengan berani menyindir bagaimana selama ini Berly berbicara.
" Sekarang kau mulai berani ya?,!" Kata Berly melototkan matanya pada Lolly yang mulai berani padanya..
__ADS_1
" Mana berani aku dengan tuan putri.. aku hanya sedikit berbicara fakta." Sahut Lolly dan buru buru meninggalkan Berly..
Melihat Lolly melarikan diri Berly menghembuskan nafas berat dan beralih menghadap ke cermin.. baru satu hari memaksa jadi sepasang kekasih Lionel sudah berani mencium paksa dirinya dengan brutal apa jadinya jika pria itu memintanya untuk mencoba menjalin hubungan selama empat bulan yang ada dirinya juga alan di gagahi oleh Lionel..
Ya Lionel menyarankan empat bulan pacaran seperti yang di katakan kemarin tapi kali ini pria itu berkata menjalin hubungan karena suka padanya bukan karena punya alasan tersembunyi.. Lionel juga berkata jika selama empat bulan Betly tidak kunjung punya perasaan padanya. Lionel tidak akan memaksa dan menerima perpisahan dengan lapang dada. itu sih kata Lionel tapi kita tidak boleh percaya begitu saja pada omongan pria sekarang bilang begini besoknya bilang begitu bagaimana jika akhirnya Lionel akan semakin teropsesi dan tak mau melepaskan. Pada dasarnya omongan pria tidak dapat di percaya yang bertanda tangan saja bisa berkilah dan berdusta apalagi yang hanya omongan semata..
*
*
*
" Mau pulang Bos,?" Sebenarnya sudah tahu jawabannya tapi mulut Trek tidak bisa kalau tidak bertanya langsung dengan orangnya..
" Hmmm Aku mau menjemput kekasihku dulu." Sahut Lionel yang menoleh sejenak kearah asisten pribadinya itu..
__ADS_1
" Oh jadi soal kekasih itu bukan bualan semata," Trek mengangguk mengerti..
" Kau pikir aku orang yang suka membual?!" Kata Lionel tak suka.
" Kau tidak akan tahu bagaimana cantik menggemaskan dan baiknya kekasih ku" Batin Lionel sembari membayangkan wajah Berly yang mengomel padanya... Beruntung sekali menjadi kekasih Lionel sikap kasar pun di anggap baik dan menggemaskan..
" Tidak, bukan begitu maksud ku, Tuan kan tidak pernah berdekatan dengan wanita dan wanita yang anda kenal selain Keluarga hanya Ellen sekertaris Tuan.. jadi awalnya aku berfikir Tuan menyukai Ellen. Teryata tidak ya?," Ucap Trek menggaruk garuk lehernya yang tidak gatal..
" Omong kosong!!.. Jika kau berbicara seperti itu dan sampai kekasih ku tahu.. kepala dan lehermu akan terpisah dari tempatnya!.." Bentak Lionel.. omong kosong macam apa yang di katakan asistennya. Pertama mommy dan sekarang asistennya.
Trek buru buru minta maaf.. Lionel meninggalkan asistennya begitu saja di dalam ruangannya. Begitu membuka pintu di luar sudah ada Ellen yang berdiri. Lionel menyipitkan matanya melihat Ellen berdiri tepat di depan pintu ruangannya. " Kenapa kau berdiri di disini,?" Tanya Lionel dengan datar..
" Aku membawa salinan data yang Tuan Minta tadi." Ellen menjawab dengan sedikit gugup..
" Berikan pada Trek saja.. Wanita ku sudah menunggu." Berlalu meninggalkan Ellen yang membeku dengan hati yang patah...
__ADS_1
" Kau saja yang terlalu berharap tinggi Ell, kau itu hanya teman dari kakak iparnya yang beruntung bekerja di sini atas rekomendasi Megan.. dan kau masih berhayal pria tinggi seperti Lionel tertarik padamu." Batin Ellen sembari menunduk lesu..
Sebenarnya awalnya Ellen tidak menyukai atau bahkan mencintai Lionel. Awal perkenalan di hari pernikahan sahabat Ellen yaitu Megan dengan kakak pertama Lionel yang bernama Leon.. saat itu mereka duduk berdampingan Ellen tidak menyukai sikap dingin dan sombong Lionel begitupun sebaliknya Lionel juga tidak menyukai Ellen karena wanita itu terlalu berisik dan sejak hari itu keduanya selalu bertengkar saling menyindir menggunakan kata kata. Tapi lambat laun setelah menjadi sekertaris Lionel perasaan Ellen berubah tapi tidak dengan Lionel... Bagi Lionel Ellen hanyalah sekertaris dan sebagai rasa hormat pada kakak iparnya dia memperlakukan Ellen sedikit lebih baik dari sebelumnya karena Ellen adalah sahabat iparnya sejak bekerja paru waktu di Spanyol..