
*
*
*
Clek!!
Dengan pelan Lionel mulai memutar kunci pintu kamar yang di tempati Berly...
Begitu pintu terbuka yang dilihat pertama kali Lionel adalah Berly. Sang kekasih sedang tidur terlentang di ranjang dengan damai.. pemandangan indah seorang wanita yang tidak pernah ada di pikiran Lionel sebelum bertemu Berly.. dengan bibir melengkung keatas Lionel kembali menutup pintu dengan perlahan dan melangkah kearah ranjang dimana wanitanya berada. Dengan senyum penuh makna Lionel mulai menoel pipi hidung Berly bergantian.
" Baby.," Ucapnya sedikit mencubit kefua pipi Berly..
" Nyenyak sekali pasti kau kelelahan." Gumanya sembari mengusap dahi Berly dengan penuh kasih sayang..
Lionel kemudian ikut berbaring miring menghadap Berly dengan tangan kanannya sebagai sandaran kepalanya.. " imut banget kekasih ku. Membuatku ingin memakannya hidup hidup." Lirihnya dan mengecup bibir Berly yang sedikit terbuka...
Awalnya hanya ingin mengecup satu kali. Tapi kok lembut lalu ada kedua kali ketiga kali.. Lionel menatap Berly. Wanitanya itu masih tertidur pulas tanpa terganggu dengan ulahnya yang mengecup serta tangannya yang menyusuri selangka yang terbuka akibat bathrobe yang melorot..
Tangan Lionel semakin nakal saja dan semakin Membuka bathrobe yang dipakai Berly hingga memperlihatkan dada Berly yang berukuran sedang pas di genggamannya..
__ADS_1
Glekk!!!
Wajah Lionel memerah badan juga terasa panas.. salahkan tangannya yang tidak punya adap main buka buka tanpa izin sang pemilik tapi apalah daya rasa inginnya tak bisa di bendung. Anggaplah ia pria bejat tapi dengan begini bukankah dirinya bisa menjerat Berly..
Tidak bisa menahan Lionel menempelkan bibirnya di leher Berly menyesapnya lembut. Tangan Lionel turun Membuka ikat bathrobe Berly mengusap lembut Perut rata kekasih.
Ciuman Lionel naik keatas menyesap bibir wanitanya yang selalu membuatnya ketagihan..
" Baby?.. I love you.." bisik Lionel menatap Berly yang mulai terganggu dengan aksi nakalnya..
Lionel kembali mencium bibir Berly kali ini lebih agresif tangannya pun semakin bakal memberikan sentuhan di tubuh wanitanya..
" Baby. Sorry But I Want You!" Sahut Lionel mendongak meninggalkan mainannya dan menatap wajah merah Berly..
" WHAT?! Are you crazy?! Kita tak bisa melakukan ini Lionel.. ini terlalu cepat!!" Berly mencoba menyingkirkan Lionel dari atasnya tapi Lionel justru membenamkan wajahnya di ceruk Leher. Berly terlena apalagi tangan Lionel yang bermain nakal. Pikiran dan hatinya ingin menolak tapi respon tubuhnya kebalikannya.. tidak bisa di pungkiri ia juga menikmati sentuhan Lionel..
Lionel terseyum samar di sela ciumannya. Berly membalas sentuhannya itu berarti ia sudah mendapatkan lampu hijau dari wanita itu..
Berly sudah tidak bisa berfikir jernih sentuhan Lionel membuatnya lupa diri.. " Ini salah Lion." Lirihnya di sela ciuman panas nya..
" No!! this is not wrong! I Love you so much.. Aku melakukannya karena aku mencintaimu ini terdengar seperti sebuah alasan tapi aku sungguh mencintaimu.. I love You baby.. " Kata Lionel tulus dari dalam lubuk hatinya.. ya mungkin ini begitu cepat tiga hari sejak pertemuan di toilet itu. Ia benar-benar sudah jatuh cinta pada Berly. Ia juga tidak mempermasalahkan bagaimana berita tentang wanitanya di luaran sana.. kata cinta yang terucap secara mendadak saat ingin bercinta mungkin terdengar seperti bualan dan rayuan semata tapi bagi Lionel itu adalah isi hatinya yang dirasakan untuk Berly..
__ADS_1
" Tapi aku belum mencintaimu.." Sahut Berly dengan suaranya yang serak karena kabut gairah..
Lionel kembali memanggut bibir mungil itu agar tidak berbica lagi.. Dengan Berly membuka hati untuknya pun ia sudah sangat berterimakasih...
Lama melakukan pemanasan kini Lionel sudah ingin ke permainan inti.. menatap dalam wajah Berly yang terlihat sexy saat sedang bergairah..
Berly membalas tatapan Lionel. Tangan mulusnya terulur mengusap dagu pria yang ada di atasnya. " It's just *** right?" Lirih Berly..
Dalam hati Lionel tidak terima karena Berly hanya menganggap penyatuannya hanya sekedar penyatuan biasa.. kepala tanggung karena ini juga keinginan dirinya sendiri jadi ia harus sabar sampai tiba waktunya Berly melakukan penyatuan dengan atas nama cinta..
" Kau boleh menganggapnya begitu.. Tapi yang harus kau ingat.. I Love You So Bad. Baby." Sahut Lionel bersamaan dengan menekan tubuh bawahnya..
Berly menjerit tubuhnya melengkung wanita itu melampiaskan rasa frustasinya dengan menggigit bahu Lionel..
Lionel menyatukan alisnya. Menghentikan aksinya dan menangkup wajah Berly. " Baby, you're still a virgin?!" Tanya Lionel saat merasakan sesuatu mengalir dari Berly di bawah sana..
Berly mengangguk sebagai jawaban tidak sanggup untuk berbicara karena rasa sakit seperti di belah di bawah sana... Ya di akui Berly dirinya bukanlah wanita yang baik dan suka memberontak tapi senakal apapun kelakuannya ia tidak pernah lupa dengan pesan orang tua setidaknya untuk yang satu itu jangan sampai jebol. Tapi sungguh malam ini dirinya tidak bisa menahan lagi pria di atasnya sudah membuat prinsipnya hancur lebur..
" Oh my love!! I love you and thank you.." Kata Lionel mengecup seluruh wajah Berly tanpa tersisa. Ia begitu bahagia awalnya dirinya sungguh tidak berharap lebih ia mencintai Berly apa adanya tapi mendapati wanitanya masih bersegel tidak menampik rasa yang begitu menyeruak dalam hati. Ia begitu senang seperti ada ribuan kupu-kupu dalam perutnya.
Lionel melanjutkan aksinya yang sempat tertunda. Bergerak lembut supaya tidak membuat berly trauma di pengalaman pertama.. beberapa menit berlalu Berly sudah tidak menjerit kesakitan lagi yang ada justru menjerit disertai ******* nikmat karena ulah Lionel. Lionel pun tidak menahan diri lagi mendengar suara Sexy Berly membuatnya semakin bergairah. menumpahkan segala hasrat pada wanitanya kekasihnya.. bisikan cinta dan kata kata romantis terus terucap dari bibir Lionel walau tidak mendapatkan jawaban dari bibir sang kekasih. rasanya tidak bisa di ucapkan dengan kata kata. Keduanya sama-sama menjadi liar dan saling memberikan kepuasan..
__ADS_1