
*
*
*
Tepat pukul lima sore Berly keluar dari perusahaan memuju area parkir dimana sudah ada mobil Maybach yang menunggunya.
Berly sedikit berlari dan masuk ke dalam mobil disana sudah ada sang daddy yang duduk di kursi penumpang..
Matthew mengusap keringat di dahi Berly menggunakan lengannya yang berbalut jas mahal itu dengan penuh perhatian." Kan daddy sudah bilang tidak perlu buru buru. Kau justru berlarian hingga berkeringat seperti ini."
" Aku tidak ingin daddy terlalu lama menunggu. Katanya ada yang ingin disampaikan apa itu,?" Berly menghentikan tangan daddynya yang masih mengusap keringat di wajahnya.
__ADS_1
"Temani daddy ke pesta pernikahan anak relasi daddy malam ini. Mommy sudah mengundang perias kerumah begitu sampai kau tinggal duduk manis dan mereka yang bekerja." Ucap Matthew yang berniat mengajak Berly ke pesta pernikahan dan ini pertama kalinya Matthew menghadiri sebuah acara bersama putrinya.
" What?! Big no dad! Aku gak mau ikut pesta yang isinya hanya para pria paruh baya dan ibu ibu saja. Daddy kan tahu aku tidak suka pesta yang seperti itu." Katanya menolak keras permintaan Matthew.
Selama ini Berly tidak suka jika berpergian ke pesta bersama daddy maupun sang kakak karena menurutnya itu sama sekali tidak seru karena pesta yang dihadiri daddy dan kakaknya adalah pesta formal untuk ajang berkumpulnya pengusaha.. Berly lebih suka pergi berpesta bersama para temanya menghabiskan malam dengan menari dan mencicipi berbagai jenis minuman itulah yang di sebut pesta menurut Berly.
" Kau salah, KIMBERLY.. Pesta pernikahan ini bukan sembarang pesta biasa. Kali ini pasti banyak pengusaha muda yang di undang karena yang menikah adalah putra kedua dari keluarga besar Jacob dan Costra." Kata Matthew menekankan nama putrinya karena gemas dengan isi kepala putrinya yang di penuhi dengan hal yang tidak berguna.
" Astaga! Untuk apa daddy bohong kalau kau tidak mau daddy juga tidak memaksa. Daddy mengajak mu Karena daddy tidak ingin pergi sendiri saja karena mommy mu sedang ada acara bersama temannya." Matthew tidak memaksa jika putrinya tidak bersedia ikut, dirinya bisa pergi dengan asistennya saja nanti itu lebih baik dari pada pergi seorang diri.
" Oke oke. Aku akan ikut daddy." Putusnya berfikir tidaklah buruk mencoba menghadiri pesta pernikahan itu siapa tahu dirinya akan melihat kenalannya juga disana karena itu pernikahan dari keluarga terkemuka yang tentunya akan mengundang banyak orang kalangan atas karena temannya pun lebih banyak dari kalangan pengusaha hanya Lolly saja satu satunya teman dari kalangan biasa yang dirinya punya.
" Wait kenapa aku jadi mengakui si cupu menjadi salah satu teman ku? Menggelikan sekali." Ia kembali menyangkal ketika kembali mengingat penampilan Lolly.
__ADS_1
Jam terus berputar dan pada pukul delapan malam Berly sudah sangat cantik dengan penampilannya perias yang dipilih ibunya benar benar memuaskannya. Kemudian anak dan ayah itu berangkat ke berlangsungnya acara.
Di perjalanan Matthew memperingati putrinya untuk tidak membuat keributan karena penyelenggara pesta bukanlah seseorang yang dapat di singgung. Matthew ingat betul bagaimana sikap putrinya yang jauh dari kata baik tapi untuk kali ini saja dirinya berharap Berly tidak membuat masalah karena tujuannya mengajak Berly juga untuk sedikit menepis gosip tentang putrinya. Ya walaupun kenyataan gosip itu benar. Tapi di dunia ini seburuk apapun kelakuan putrinya tetap saja sebagai Daddy tidak terima jika semua mengejek dan memandang miring putrinya dan itulah yang dirasakan Matthew selama ini.
Berly berjalan dengan tangan yang melingkari lengan daddynya. Kedatangannya cukup mengundang banyak perhatian karena pemandangan itu baru pertama kali dilihat. Matthew Kornelius berjalan dengan menggandeng putri bodohnya di acara pernikahan keluarga Jacob dan Costra.
Berly yang mendengar bisik bisik orang membicarakan nya dan memandang tak suka pun biasa saja. Wanita itu justru mengibaskan rambut pirangnya dan sedikit mendongakan kepalanya dengan sombong..
" Aku tahu aku itu sangat cantik tidak perlu memandang ku dengan mata kalian yang hampir keluar itu. Ku colok baru tau rasa kau!!" Menunjuk beberapa orang yang memandangnya dengan tidak biasa Berly tidak tahan untuk tidak menghardik mereka..
" Tidak salah lagi tuan putri dari keluarga Kornelius memang seperti rumor yang beredar." Cibir salah satu wanita yang menghadiri undangan itu dan iyakan oleh temannya.
Berly ingin balas mencibir tapi sebelum itu. Matthew menekan tangan Berly yang melingkar di lengannya dengan mata melotot Matthew mengisyaratkan Berly agar diam tidak berulah tapi bukan Berly namanya jika takut dengan mata melotot daddynya. Mengabaikan daddynya Berly justru mengacungkan jari tengah pada wanita yang mencibirnya..
__ADS_1