
*
*
*
Sesuadah makan di restoran Lionel langsung menuju perusahaan yang tidak jauh dari sana.
*
Lionel memasuki perusahaannya dengan menggandeng tangan Berly tidak hanya itu Pria yang menjabat sebagai Presedir itu juga mengalungkan tas milik sang wanita di lehernya. Pemandangan yang cukup lucu tapi juga membuat karyawan iri khusunya karyawan wanita.. mereka tidak habis pikir bagaimana seorang presedir yang bermartabat yang biasanya memiliki sifat tegas dan harga diri tinggi kini bisa merendah dengan membawakan sebuah tas milik wanitanya... Yang semakin membuat para karyawan sesak nafas adalah perilaku manis dari Lionel untuk wanita yang ada disampingnya itu.. betapa manisnya saat Presedir mereka tidak membiarkan sang wanita menjauh jangan lupakan kecupan kecupan yang dilayangkan Lionel di tangan wanita itu.. jika saja tidak takut di pecat mereka akan berteriak sembari berguling-guling karena iri dengan wanita itu.
Berly melihat para karyawan yang berbisik di antara mereka sendiri dan terlihat sesekali melihat kearahnya dan Lionel bahkan Berly gatal sekali ingin mencolok mata para karyawan itu. "Tidak kah semua karyawan mu berlebihan?,"
" Biarkan saja mereka memang seperti itu kalau melihatku. Apalagi aku yang datang bersama seorang wanita dan terlihat mesra pasti mereka sedikit mendapatkan senam jantung di pagi hari." Sahut Lionel acuh saja. pria itu justru mencium pipi Berly yang membuat mata karyawan membulat hampir keluar dari tempatnya..
." Memangnya ini kali pertama mu membawa wanita ke perusahaan?,"
" Hmmm Kau yang pertama dan seterusnya hanya akan baby saja." Sahut Lionel. Yang membuat jantung Berly tiba-tiba meronta.. tidak tahu mengapa rasanya sangat senang saat Lionel berkata dirinya wanita pertama yang di bawa ke perusahaan..
__ADS_1
Mereka berdua naik ke atas menuju ruangan Lionel.. selama berada di Lift Lionel tidak membuang kesempatan begitu saja pria itu memanfaatkan waktu yang tak lama itu dengan baik dengan mencium bibir wanitanya dalam. Tentu Berly juga tidak menolak selqin ingin menjalin hubungan dengan serius dirinya juga sudqh candu dengan ciuman Lionel..
Ting!!!
Lift Berhenti di lantai tertinggi perusahaan dimana tempat ruangan Presedir berada.. Pintu Lift sudah terbuka sementara dua manusia yang di dalam Lift masih asyik dengan dunianya sendiri tanpa menyadari Lift sudah terbuka lebar.
Sementara itu Trek yang sedang membicarakan Sesuatu dengan Ellen di depan pintu ruangan Presedir yang tidak jauh dari Lift menolehkan pandangannya dengan refleks kearah Lift dan betapa terkejutnya mereka melihat adegan ciuman Live. Bukan drama dan bukanlah rekayasa dan artis utamanya adalah presedirnya sendiri. Beda dengan Trek yang memiliki ekspresi terkejut sekaligus senang karena akhirnya melihat sang tuan berhubungan dengan wanita. Tapi beda halnya dengan Ellen yang matanya sudah memerah tangannya terkepal erat merasakan sesak di dadanya. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan melihat pria yang dicintainya berciuman dengan begitu liar dengan wanita lain tepat di hadapan matanya..
Berly memukul dada Lionel ketika menyadari ada mata yang menyorot kearah mereka..
Lionel tidak menghiraukan pukulan Berly. Lionel menangkap tangan wanitanya yang memukul dada sembari mencium bibir Berly dengan agresif..
" Baby?," Lionel memprotes dengan pandangan-nya yang sendu..
" Ada yang melihat." Menatap Lionel dengan tajam sembari mengisaratkan supaya kekasihnya itu melihat kearah samping..
Lionel menoleh dengan persaan yang tidak senang kalaupun ada yang melihat memangnya kenapa? Kantor juga miliknya mereka juga dibayar olehnya jadi mau ciuman bercinta berjoget ataupun mandi di dalam lift kek apa pedulinya.
Dan benar saja ketika melihat ke samping Lionel melihat Trek yang tersenyum canggung sembari melambai kearahnya. Sial!! Bertambah kesal saja karena yang mengagnggu aktivitas nya adalah Trek dan Ellen.
__ADS_1
" Mereka asisten dan sekertaris ku. So kita lanjutkan saja yang tadi." Lionel kembali memajukan bibirnya kearah Berly.
Berly manangkup bibir Lionel yang mengerucut itu dengan kelima jarinya. " Cukup untuk pagi ini.. waktunya kau kembali bekerja." Ucap Berly mencium kening Lionel setelah itu melepaskan tangkupan jarinya di bibir Lionel.
Berly keluar dari Lift lebih dulu meninggalkan Lionel yang masih memasang wajah tidak senangnya..
Berly berjalan melewati Trek dan Ellen. Jangankan menyapa meliriknya pun tidak..
" Baby, Wait!!" Teriak Lionel menyusul wanitanya..
Lionel menatap tajam pada trek dan Ellen saat melewati mereka.. Mengisaratkan dari tatapan matanya tunggu hukum kalian dariku begitu kira kira..
Merinding itulah yang dialami Trek.. " Salah kami kah jika melihatnya berciuman di kantor? Bukankah itu kesalahan mereka karena tidak berciuman pada tempatnya?." Bertanya tanya dalam hati Trek merasa ini tidak adil untuknya..
" Trek,? Tidaklah menurutmu Tuan Lionel telah salah memilih pasangan,? Kau lihat sendiri kan selain sombong dia juga tidak punya etika saat berada di perusahaan." Kata Ellen sarkas.. .
" Ssttt!!! Jaga bicaramu jika kau tak tahu apapun!! Jika Tuan mendengar apa yang katakan barusan kau mungkin akan di pecat terlepas kau adalah sahabat dari Nona Megan!" Sahut Trek dengan tajam. Ia tahu bagaimana tuanya begitu mencintai Berly melihat wajah tuanya tampak terlihat senang tiga hari terakhir ini. Bagaimana pun sebagai seorang bawahan dan tidak tahu menahu sepak terjang sang atasan kita tidak berhak mengatakan sesuatu yang buruk dengan hanya melihat sekilas saja..
Trek meninggalkan Ellen untuk kembali keruangan nya..
__ADS_1
" Kalian saja yang terlalu buruk untuk menilai wanita itu baik atau tidak!! Jangan pikir dia sangat cantik dan kalian memaklumi kelakuannya!" Kata Ellen yang entah karena cemburu membuat hatinya sedikit dengki pada wanita yang bersama Lionel yang tidak lain adalah Berly.