My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Lionel si Loyal dan Royal


__ADS_3

*


*


*


Setibanya di Harrods, Berly tanpa buang waktu langsung memasuki Louise Vuitton Official Store yang sering di kunjungi. Siapa yang mau membuaang kesempatan ini.. apalagi sudah lama dirinya tidak memanjakan diri dengan berbelanja sejak tunjangan dari Daddy di pangkas.. dan kini ada pria kaya yang dengan senang hati membayar untuknya..


" Tolong bungkus. Semua tas ini dan juga akau mau high heels ini ini dan ini dengan ukuran yang biasa ku pakai." Menunjuk satu persatu barang yang di inginkan setidaknya sudah ada dua puluh barang yang ditunjuk.


Pegawai yang melayani Berly bukan main senangnya dan segera mengambil apapun yang di tunjuk oleh pelanggan Vip di toko itu.. seringnya Berly berbelanja semua pegawai sampai hafal ukuran sepatu yang di pakai Berly..


Tidak sampai di situ saja setelah puas memborong di toko itu Berly juga belum puas. wanita itu berpindah ke toko sebelah lebih tepatnya di Chanel Official Store.


Lionel hanya mengikuti saja kemauan kekasih. asal Wanita itu bahagia dirinya pun ikut bahagia.. setelah membayar dengan kartu hitam miliknya Lionel juga meminta jasa pengiriman saja untuk mengirim ke alamat mansion Kornelius tidak mungkin juga dengan mobil sport miliknya membawa belanjaan Berly yang sangat banyak itu.. setelah itu Lionel menyusul ke toko sebelah di mana Berly asik memilih beberapa aksesoris..


" Lion Sini.!" Panggil Berly mengisaratkan dengan tangannya agar Lionel mendekat.

__ADS_1


Lionel yang baru akan menunggu di sofa yang di sediakan disana jadi berbalik.. Lionel menghampiri Berly siapa tahu kekasihnya sedang butuh bantuan...


" Butuh sesuatu yang lain," Tanya Lionel melingkar tangannya di bahu Berly dari belakang.


Berly berbalik menghadap Lionel sembari membawa dasi di tangannya.. " Aku melihat ini kurasa cocok untuk mu." Ucap Berly mengalungkan dasi ke leher Lionel dengan berjinjit perbedaan tinggi yang cukup banyak membuatnya melakukan itu..


Lionel membungkuk guna merendahkan tubuhnya supaya Berly bisa lebih nyaman.. " Bagus.. Aku akan sering memakainya kalau perlu setiap hari." Sahut Lionel memegang ujung dasi yang di pasangkan Berly di lehernya. Teryata Berly masih peduli dan ingat dengan dirinya terbukti kekasihnya itu membelikan sebuah dasi yang menurutnya hadiah yang begitu intim.


" Ya tidak perlu setiap hari.. Nanti orang mengira kau hanya memiliki satu dasi. Aku akan membelikan lima dasi sekaligus supaya kau bisa berganti setiap hari." Sahut Berly kembali melepas dasi yang di pasangannya tadi dari leher Lionel..


Lionel terkekeh.. bukan berarti dirinya tidak memiliki banyak dasi. Mulai sekarang dirinya hanya ingin mengenakan dasi yang di belikan Berly karena jauh bermakna...


Lionel mengecup singkat bibir Berly. Bibir yang sudah menjadi candu sejak pagi tadi, bahkan saat sedang bekeja pun masih selalu terbayang di kepala" Thank You, Baby. Aku senang kau membelikan dasi untuk ku."


Alis Berly mengeryit.. tidak marah atau mengomel karena Lionel mencuri ciuman darinya lagi. Selain buang waktu karena Lionnel tidak mempan dengan Omelan Berly juga cukup punya rasa terimakasih karena Lionel mengeluarkan banyak uang untuknya hari ini..


" Untuk apa berterimakasih semua ini kan kau yang bayar." Sahut Berly sembari mengisaratkan pegawai untuk membungkus lima dasi yang dipilihnya..

__ADS_1


" Tetap saja karena kau yang memilih untuk ku.." Memeluk perut Berly dari belakang. Sangat gemas kekasihnya sangat mungil.


" Lepas ini di tempat umum banyak yang lihat.. Reputasi ku akan lebih buruk lagi jika ada orang yang memotret ku." Ucap Berly..


" Siapa yang berani melakukan itu.. aku yang akan menyingkirkan orang itu dengan tanganku sendiri jika ada berita miring lagi mengenai dirimu." Kata Lionel dengan wajah yang berubah gelap..


" Oh astaga!! My honey bunny Lionel!! Lihat jika kau memelukku seperti ini di tambah dengan kita yang berada di Harrods untuk berbelanja barang mewah.. orang akan berfikir aku ini hanya memanfaatkan mu saja dengan cara memoroti uangmu!!" Kata Berly memutar bola matanya malas..


" Ehh tapi benar juga yang kulakukan sekarang kan memang menguras hartanya,?" Tertawa dalam hati Berly menyadari jika dirinya memang memanfaatkan Lionel..


" Tidak ada yang berani berfikir seperti itu karena aku ada di sismu.. Kau itu gadis manis imut dan cantik. Aku yang menawarkan diri bukan kau yang meminta sesuatu dari ku.." Ucap Lionel yang merasa tidak di manfaatkan sama sekali.. ini pilihannya jadi kenapa harus merasa di rugikan. Lebih dari itu mulai saat ini tidak akan membiarkan orang-orang berbicara buruk tentang kekasih..


" Setelah ini mau belanja apa lagi hmm,?" Lanjut Lionel bertanya dengan lembut pada kekasih..


" Sudah Cukup. Kita cari makan saja setelah ini." Sahut Berly yang sudah puas berbelanja..


" Sesuatu keinginan, baby." Mencium tangan Berly.

__ADS_1


Mimpi apa aku, bisa tiba tiba memiliki kekasih yang Loyal dan Royal ini.. sudah jelas sekali aku menguras banyak uang hanya dalam beberapa menit tapi Lionel tetap tidak merasa di manfaatkan... Memandang punggung Lionel yang berjalan kearah kasir...


__ADS_2