My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Bastian datang lagi.


__ADS_3

*


*


*


Hari Ini Berly dan Lionel sedang fitting baju pengantin di butik langganan Mom Krystal.. Disini Lionel cukup rewel dan terus menerus mengomentari di setiap gaun yang Berly Coba. Ada saja yang di ributkan pria itu. Belahan dada yang terlalu terbukalah. Punggung yang terekpose lah. Hingga bahu yang terbuka dan itu membuat Berly jengah apalagi pegawai butik yang semakin bingung karena gaun contoh sudah hampir di coba semua oleh Berly dan sang calin Suami belum juga pias dengan gaun gaun itu..


Berly menggertakan giginya saat lagi lagi Lionel tidak menyukai gaun yang di pakainya dan ini sudah ke sepuluh kalinya. Menurutnya gaun kali ini adalah yang terbaik tidak memiliki belahan dada rendah dan punggung nya pun tidak terekpose ini adalah gaun pengantin modern yang begitu elegan menurutnya. Sebenarnya Lionel ini ingin dirinya menggunakan gaun yang seperti apa?..


" HONEY!, Jika begini salah begitu salah lebih baik kita menikah menggunakan piyama tidur couple saja!" Kesal sekali rasanya dengan kecerewetan Lionel bukankah seharusnya dirinyalah yang harus cerewet soal memilih gaun karena yang memakai adalah dirinya tapi Kenapa justru Lionel yang begitu repot melebihi emak emak...


" What are you talking about,? Tentu saja kau harus memakai gaun yang cantik di hari bahagia kita." Sahut Lionel berdiri dari duduknya untuk menghampiri Berly yang sedang memasang wajah masam..


" Jangan marah marah ya?, Kasihan nanti baby kita kalau Mommynya terus marah marah." Bujuk Lionel yang seperti tidak melakukan apa apa. Memang menyebalkan sekali Pria satu ini untung sudah cinta kalau tidak sudah di tendang pedang pusakanya oleh Berly.


Berly mendengus kesal. " Biarkan aku memilih model gaun yang seperti ku pakai saat ini. Ini yang terbaik dan tidak terlalu terbuka." Kata Berly akhirnya..


Lionel mengamati sekali lagi gaun yang di pakai Berly dan itu cukup baik dari pada yang sebelumnya. " Baiklah setidaknya para tamu tidak akan bisa melihat belahan dadamu." Sahut Lionel yang langsung mendapatkan pelototan dari Berly...


" Aku hanya tidak ingin wanitaku di tatap penuh kekaguman oleh pria lain, Sayang." Lanjut Lionel saat Berly terus menatap tajam kearahnya...


Berly pun hanya menghela nafas karena Lionel yang benar-benar begitu posesif. Tirai di tutup dan Berly segera mengganti gaunya dengan pakaiannya sendiri. Berapa menit kemudian Berly menghampiri Lionel dan mereka langsung kembali ke Apartemen. Karena Lionel yang begitu cerewet hingga hari itu mereka jadi menghabiskan banyak waktu di butik hingga tak terasa hari sudah gelap saja..


*


*


*


Hari pernikahan yang di tunggu Lionel pun Tiba. Akhirnya kini Lionel bisa mengumumkan pada dunia bahwa Berly adalah wanitanya wanita yang begitu ia cintai dan merupakan ibu dari anak-anaknya..


" Sayang. Kau siap?," Tanya Lionel yang berada di belakang Berly yang duduk menghadap ke cermin..

__ADS_1


" Tentu saja aku siap. Tapi kenapa Lolly tidak kunjung tiba ya?," Ucap Berly. Ya Lolly belum juga tiba sedangkan acara akan segera di mulai tiga puluh nenit lagi. Sebenarnya kemana perginya teman cupunya itu tidak mungkin kan Lolly tersesat..


" Coba kau telfon. Mungkin teman mu yang cupu itu tersesat." Kata Lionel..


Berly mengagguk dan mengambil ponsel untuk menghubungi Lolly.. di saat Berly sedang berbicara dengan Lolly . Pintu terbuka dan yang membukanya adalah Bastian.


Melihat itu tentu saja Lionel langsung melebarkan matanya. Dirinya tidak ingat telah mengundang pria berambut jagung ini. Pandangan Lionel melirik kearah Berly yang sedang menelfon tapi walaupun begitu wanitanya itu masih sempat sempatnya melambaikan tangan dan senyuman lebar untuk menyambut si rambut jagung..


Bastian perlahan mendekati Berly tanpa memperdulikan tatapan tajam dari calon suami sahabatnya itu..


Bastian dengan beraninya justru memeluk Berly tanpa memperdulikan jika wanita itu sedang berbicara dengan seseorang di seberang telepon..


Lionel semakin kepanasan. Tidak tahan dengan pemandangan yang menyakiti matanya Lionel menarik kerah jas Bastian dari belakang hingga membuat pria tampan berambut pirang itu tertarik dan menjauh dari Berly...


" Hey!! Kau itu apa apaan sih?!" Kata Bastian kesal karena Lionel tiba-tiba menariknya seperti se ekor kucing..


" Siapa yang mengijinkan mu memeluk. Calon istri ku hah?" Sahut Lionel tak kalah kesalnya.. bisa bisanya si rambut jagung ini masih bertanya alasannya dirinya bersikap kasar.


" Sejak dulu aku selalu memeluknya dan tidak perlu mendapatkan ijin dari siapapun!" Jawab Bastian dengan senyuman tengilnya. Seru sekali mengerjai pria bucin ini pikirnya..


Lionel berdecak kesal. Itu kan dulu sekarang beda lagi. Sekarang berly sudah akan menjadi istrinya bukan wanita lajang seperti dulu lagi. " Seharusnya kau itu tahu diri. Berly sudah akan menikah dan kau harus menghilangkan kebiasaan burukmu yang suka memeluknya itu!" Ketus Lionel..


Bastian tertawa mengejek." Memeluk dan Mencium pipi itu adalah sebuah salam, Kau itu berlebihan sekali" ejek Bastian.. hal seperti itu biasa dilakukan kenapa Lionel membereskan hal sepele seperti itu.. jika dirinya mencium bibir Berly pantaslah jika Lionel marah lah dirinya hanya melakukan hal biasa yang dilakukan orang pada umumnya di negara ini..


Lionel komat Kamit memaki Bastian, yang di katakan Bastian memang benar. Tapi dirinya berbeda. Ia tidak akan pernah tela Jika wanitanya di peluk dan cium pipinya oleh pria manapun.. "Pokoknya jangan dekat-dekat dengan Berly lagi!!! Jauh jauh sana!!" Ucap Lionel menggerakkan tangannya seperti mengusir tikus.


" Stop!!! Kalian berdua kapan bisa akurnya?!" Teriak Berly yang sudah mematikan panggilan teleponnya.. Wanita yang memakai gain pengantin itu meras pusing mendengarkan perdebatan dua pria tampan itu..


" Teman mu yang mulai!!


" Calon Suami mu yang mulai!!


Lionel dan Bastian menjawab bersamaan...

__ADS_1


" Tuh kan. Kalian itu sebenarnya akan menjadi Bestie buktinya kalian itu kompak sekali." Celutuk Berly terkekeh geli..


Bastian dan Lionel saling pandang sebentar lalu sama sama membuang muka.


" No Way!!!!


Berly semakin tertawa menurutnya mereka sangat lucu...


" Berhentilah tertawa Ber! Kau sama saja menyebalkan nya seperti calon suami mu!!" Seru Bastian...


" Kau itu yang menyebalkan!!" Potong Lionel sengit..


" Kau itu jauh lebih menyebalkan.. gara gara cemburu mu yang tidak pada tempatnya aku masuk ke rumah sakit selama tiga hari, Sialan!! Kata Bastian yang kembali kesal ketika mengingatkan di hajar Lionel habis habisan di Club beberapa bulan yang Lalu..


" Salah sendiri jadi laki laki kok ganjen!!" Sahut Lionel tidak mau di Salah kan..


" Kau itu yang terlalu berlebihan.. Aku dan Berly itu murni bsahabat dan kami juga masih saudara.. kita tidak mungkin memiliki perasaan, bodoh!!" Kata Bastian geram..


" Saudara?" Beo Lionel memandang Berly..


Berly mengagguk.. " Bastian itu cucu dari adik Grandpa."


" Oh God!! Kenapa tidak bilang dari awal?"


" Kau tidak bertanya dan langsung menyerangku Sialan!!" Sahut Bastian..


" Walaupun kalian masih bersaudara aku masih tidak rela kau menyetuh Berly!" Kata Lionel yang kekeh pada pendiriannya..


" Astaga manusia satu ini sangat tengil sekali." Gerutu Bastian yang di dengar Lionel...


" Oh ya, Bastian aku butuh bantuan mu!" Kata Berly menghentikan perang kata antara Lionel dan Bastian..


" Apapun untuk mu, Princess." Ucap Bastian dengan sengaja sembari mengejek Lionel yang menahan geramnya karane Bastian sama sekali tidak mendengarkan laranganya untuk menjauh sejauh mungkin dari Berlynya.

__ADS_1


__ADS_2