
*
*
*
Sudah lima belas menit berlalu sejak Berly di kamar yang di tempati Lolly. Tapi Berly masih tetap Diam hal itu membuat Lolly semakin bertanya tanya apa semalam dirinya melakukan hal yang sangat fatal Lolly sangat frustasi dengan situasinya yang sama sekali tidak mengingat apapun..
" Kau tidak menginggat sama sekali kejadian semalam,?" Tanya Berly Membuka suaranya setelah sekian lama berfikir. Selama Lima belas menit Diam Berly semata-mata hanya menerka nerka tentang Lolly dan Bastian wanita yang tengah hamil muda itu begitu penasaran dan ingin cosplay menjadi detektif.
Lolly menggeleng dengan cepat karena dirinya memang tak menginggat apapun.. " Apa yang kulakukan,? Apa aku merusak pestamu,?"
Berly memainkan jari telunjuknya di dagu bingung ingin mengatakan dari mana dahulu. " Pestaku sih tidak terganggu sama sekali hanya saja----
" Hanya saja apa,?" Potong dengan suara melengking dan berdiri dari duduknya. Perasaan semakin was was..
" Kau begitu memalukan semua tamu melihat kelakuanmu yang seperti orang gila. Kau terus menempel pada Bastian bahkan ketika aku berusaha melepaskan mu yang memeluk Bastian bak seekor cicak kau malah memarahiku." Jelas Berly.
" A- APA?!" Lolly tercengang. " Apa separah itu,?" Lanjutnya.
__ADS_1
" Lebih parah dari yang ku ceritakan. Kau memarahiku seperti ini. Jangan mendekati calon suamiku!" Cerita Berly menirukan gaya bicara Lolly semalam.
Lolly menggeleng " Kau pasti melebih-lebihkan Aku pasti tidak segila itu."
" Hey!! aku berbicara fakta yang melihat dan mendengar bukan hanya aku tapi banyak orang. Kau bahkan berkata, Bastian aku jatuh cinta pandangan pertama padamu. Kau sangat lebay dan seperti permen karet." Ucap Berly.
Lolly menghempaskan tubuhnya di ranjang dengan linglung. " Memalukan. Mau di taruh mana wajahku ini ketika bertemu dengan Bastian." Lolly merutuki dirinya sendiri.
" Tapi kau benar jatuh cinta pada Bastian,?" Tanya Berly.
" Ya ya, ketika pertama kali melihatnya seperti ada cahaya yang menyinari wajahnya yang membuatku terpesona." Sahut Lolly melupakan sejenak kegundahannya dan senyum senyum ketika mengingat wajah tampan Bastian.
" Lalu apa yang harus kulakukan,?" Tanya Lolly panik tidak mungkin kan cintanya bakalan kandas sebelum di mulai.
Berly berfikir bagaimana caranya supaya bisa membantu Lolly. Bastian adalah temannya yang juga masih bersaudara dengannya. Kalau dipikir kembali Bastian begitu tertutup selama ini mengenai wanita dan kebetulan Lolly adalah gadis yang baik tidak ada salahnya juga dirinya membantu Lolly untuk mendekati Bastian.
" Bagaimana kalau kau jebak saja Bastian?," Tiba tiba ide paling gila muncul di kepala Berly.
Lolly membulatkan matanya lebar-lebar. Walaupun ia begitu menginginkan Bastian tapi ia juga tidak akan melakukan hal tercela seperti itu. Bukanya mendapatkan Bastian yang ada Bastian akan membencinya sampai mati. " Tidak!! Aku akan berusaha dengan sabar dari pada melakukan hal tercela seperti itu," Tolak Lolly.
__ADS_1
" Padahal itu cara tercepat. Kau juga akan langsung menikah dengan Bastian." Sahut Berly yang masih dengan ide gilanya..
" Aku ingin mendapatkan hatinya juga. Bukan hanya tubuhnya ataupun status di atas kertas." Kata Lolly.
" Kalau begitu apa rencana mu kedepannya,? Kemungkinan sangat kecil untuk mu bertemu dengan Bastian lantas dengan cara apa kau memikatnya kalau bertemu pun sulit." Kata Berly.
Lolly termenung yang dikatakan Berly benar. Kemungkinan begitu kecil untuk bertemu Bastian. Tempat kerja berbeda dan tidak ada alasan tertentu untuk saling bertemu.
" Kau tidak berfikir sampai kesana bukan,? Ck! sudah ku kasih solusi yang tepat kau malah menolak! jebak saja semua langsung beres." Lanjut Berly begitu entengnya.
" Dari pada memberiku ide gila yang tidak mungkin mampu ku lakukan. Lebih baik kau membantuku supaya bisa bekerja di perusahaan Bastian. Bagaimana kau bisa membantu ku kan?," Ucap Lolly. Ya lebih baik mendekati pria itu dengan perlahan sampai hatinya luluh dan misinya kali ini menjadi karyawan di perusahaan Bastian dengan bantuan Berly.
" Jadi kau ingin mengundurkan diri dari perusahaan daddy ku?!" Tanya Berly.
" Ya demi mengejar cinta. Dan bantu aku masuk perusahaan Bastian kau kan temam dekatnya." Ucap Lolly dengan tatapan memohon.
Berly menghela nafas berat. Hal ini dirinya tidak yakin. Bagaimana caranya berbicara dengan Bastian mengenai hal ini. Alasan apa yang harus di berikan pada Bastian supaya perusahaan pria itu menerima Lolly.
" Begini aku tidak janji. Pertama aku akan berbasa basi dahulu untuk menanyakan apakah ada lowongan di perusahaan Bastian." Kata Berly.
__ADS_1
Lolly mengangguk dengan semangat... Setidaknya masih ada sedikit harapan. Lolly yakin jika terus berusaha mendekati Bastian pria itu akan luluh. Cinta datang karena terbiasa bersama dan itulah yang akan dilakukannya untuk menjerat Bastian. Mungkin jalanya tidak mudah tapi Lolly akan terus bersabar sampai cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.