
*
*
*
Malam itu Berly dan Lionel bermain hingga hampir pagi. Walaupun begitu Berly terus memperingatkan Lionel supaya tidak menembak di dalam.. Lionel awalnya sangat tidak setuju karena ia ingin mengikat Berly dengan cara menghamilinya dengan begitu wanita itu tidak bisa lari dan harus menikah dengannya. Saat itu Lionel mendekap tubuh Berly saat akan pelepasan tapi entah kekuatan dari mana Berly berhasil terbebas beberapa detik sebelum Lionel keluar.. Berly begitu kesal pada Lionel jika saja tadi dirinya tidak berontak mungkin saja larva Lionel akan jadi kecebong dan akan membuat semua kacau..
Walaupun kecewa Lionel juga tidak memaksa dan meminta maaf.. karena masih ingin mengulang percintaan Lionel kembali menggoda Berly dengan sentuhannya. Berly yang memang juga masih ingin. menekankan jangan mencoba melakukan hal seperti tadi atau malam itu adalah percintaan terakhir dan hari terakhir mereka bertemu.. Lionel tentu takut dengan ancaman itu dan melakukan percintaan tanpa berniat membuang di dalam karena kehilangan Berly jauh lebih menakutkan dari apapun..
*
*
Lionel mengerjapkan matanya bibirnya melengkung keatas full senyum ketika membuka mata yang di lihat pertama kalinya adalah wajah Berly wanitanya itu tampak kelelahan sebenarnya ia pun juga lelah. Yang parah adalah punggung dan kakinya karena terlalu over bergerak ya maklum lah ya aji mumpung..
Lionel semakin mendekap kepala Berly dalam dekapannya. Sesekali Lionel akan mencium gemas puncak wanita yang sudah memberikan hal yang berharga untuknya.. Bangga sekaligus senang itulah yang dirasakan Lionel..
Enggan beranjak dari ranjang Lionel kembali memejamkan matanya sangat nyaman memeluk wanita yang di cintainya bapalagi tubuhnya sangat pas berada di pelukannya..
Baru juga ingin bermalas malasan bersama wanita pujaan hati. Suara ponsel berdering membuatnya kembali membuka mata. enggan mengangkat Lionel mengabaikan. Memang tidak tahu diri sekali sang penelepon sudah di cuekin masih saja ngotot terus memanggil.. merasa terganggu Lionel menjangkau ponselnya teryata bukan. Lionel sedikit mencondongkan tubuhnya kearah nakas sebelah dimana ada tas milik Berly. Teryata ponsel Berly yang sedari tadi mendapatkan panggilan.. Dibukanya tas itu dan di ambilah ponsel yang meganggu acara tidurnya.. dengan wajah masam Lionel mulai melihat siapa yang menelfon wanitanya..
__ADS_1
Tiba tiba Lionel menjadi gugup bagaimana tidak gugup yang menelfon adalah calon mertua siapa lagi kalau bukan Matthew.. Lionel menepuk jidatnya karena begitu ceroboh melupakan mengabari orang tua Berly pastilah mereka akan cemas..
Lionel berdehem sebelum mengangkat panggilan sebagai pria gentleman ia harus berani berbicara dengan calon mertua.
" BERLY!! Astaga kau itu benar-benar!!! Kau di mana?!" Serbu Suara pria paruh baya dengan suaranya yang terdengar sangat marah..
" Uncle ini Lionel.. Maaf Berly menginap di apartemen ku.. aku terluka dan Berly merawat ku.. maaf Uncle, Lionel juga lupa mengabari Uncle." Sahut Lionel yang tidak sepenuhnya berbohong..
" Apa?! Kau terluka?, Apakah parah?," Tanya Matthew khawatir.. dalam pikiran Matthew mungkin Lionel terluka parah yang mengakibatkan kaki nya susah berjalan Karena itulah sampai Berly menginap untuk merawatnya..
" Lenganku tidak bisa di gerakan terluka karena terbentur meja." Sahut Lionel.. tentu itu bohong. Benar jika lengannya terbentur meja tapi itu tidak begitu menyakitkan bagi Lionel buktinya semalam kuat menompang tubuh Berly saat bercinta dengan posisi berdiri..
" Bagaimana Bisa itu terjadi?."
" Kau masih sakit. Biarlah Berly di situ untuk membantumu lain kali kau harus bilang jika Berly tidak kau pulangkan Lionel, supaya aku dan Mommynya tidak cemas.." Ujar Matthew yang tidak menaruh curiga pada Lionel. Karena menurut Cerita Kendrick, Lionel adalah pria yang tidak suka mempermainkan jati perempuan. Dan Matthew percaya karena Kendrick selaku daddy dan kedua kakaknya pun begitu tidak suka mempermainkan wanita..
" Ya Uncle." Jawabnya sembari mengusap kepala Berly lembut membuat wanitanya senyaman mungkin supaya kebih lama tertidur.. keduanya pun mengakhiri panggilan telepon..
Lionel meletakkan ponsel di nakas..
" Siapa yang baru saja telfon?," Tanya Berly matanya masih terpejam suaraya pun juga serak.
__ADS_1
" Daddy mu.." Sahut Lionel..
" What!! Terus kenapa kau jawab?!" Mata Berly langsung terbuka lebar apa yang dipikirkan daddy jika anaknya menginap di tempat Lionel dan yang mengangkat panggilan juga Lionel.. pasti daddy sudah berfikir macam macam.
" Kasihan lah daddy terus memanggil jadi aku sebagai pria gentleman harus menjelaskan." Sahut Lionel yang semakin membuat mata Berly hampir keluar..
" Gentleman Kepala mu!!!" Melempar bantal kearah Lionel saking kesalnya..
" Kau gila?! Kau Juga cerita apa yang kita lakukan semalam?!" Tanya Berly kesal. Pagi pagi sudah di bikin darah tinggi dengan Lionel m
" Tidak.. Apa perlu ku ceritakan tentang semalam juga?!" Jawabnya kembali meraih ponsel berniat menghubungi Matthew..
" Sedikit saja kau bergerak dari tempatmu akan ku pastikan ini kali terakhir kita bertemu!" Sentak Berly. Sumpah seharusnya tubuhnya yang terasa sakit jadi kepalanya yang sakit karena ulah Lionel..
Tangan Lionel menggantung di udara tidak berani bergerak atau bergeser dari posisinya.
" Ngapain kau seperti patung begitu?!" Tanya Berly heran karena Lionel bertahan dengan posisinya apakah punggungnya tidak pegal..
" Tadi kan katanya tidak boleh bergerak. Kalau aku bergerak ini akan menjadi pertemuan terakhir. Nah ini aku gak berani bergerak takut aku gk bisa bertemu denganmu," Sahut Lionel..
Berly menepuk jidatnya frustasi. " Bergeraklah bawa aku ke kamar mandi!"
__ADS_1
Lionel sangat senang mendengar itu kesempatan untuk bermain ronde di pagi hari. Lionel bangkit dari ranjang setengah melompat girang dan meraih tubuh tanpa busana Berly dengan ringan.
Berly terpekik kaget karena Lionel menggendongnya ala koala apalagi tubuhnya dan Lionel sama sama tak berbusana mengakibatkan tubuhnya bergesekan langsung.. yang mengalirkan percikan mendebarkan di pagi hari..