
*
*
*
Satu Minggu Berlalu Lionel dan Berly kembali beraktivitas seperti biasa. Mereka hanya melewati bulan madu selama seminggu saja. Berly juga tidak mempersalahkan hal itu karena mengerti kesibukan Lionel yang belum lama menjadi pemimpin perusahaan Costra.
Siang itu sesuai janjinya pada Lolly tempo hari. Berly mendatangi perusahaan Bastian untuk mencari celah supaya bisa memasukan Lolly sebagai salah satu karyawan di sana. Tentu Berly juga tidak datang sendiri di Kantor sepupunya itu dia datang bersama Lionel suami pencemburu nya. Mana mungkin Lionel membiarkan istrinya datang ke kantor pria lain yang dianggapnya Rival.
" Kenapa kau mengajak serta suamimu yang menyebalkan datang ke perusahaan ku sih,? Membuat buruk mood ku saja." Kata Bastian.
" Jelas aku akan ikut kemana pun istriku pergi. Apalagi kalau mendatangi kandang buaya seperti ini." Sahut Lionel sinis dengan acuh tak acuh nya menghempaskan dirinya di sofa yang ada di ruangan Bastian tanpa di suruh.
" Ck.. Seperti tidak punya kerjaan saja kau terus mengikuti Berly kemana mana. Aku jadi kasian dengannya yang harus hidup bersama pria posesif seperti mu." Cibir Bastian...
" Kau hanya iri, jomblo seperti mu mana tahu!" Kata Lionel mengejek tak lupa di sertai dengan mencium bibir istrinya di depan Bastian yang tengah mendengus kesal seperti ingin menelan hidup hidup suami sepupunya yang begitu menyebalkan itu..
" Honey, Aku datang kesini bukan untuk melihat kau dan Bastian berdebat." Kata Berly mendorong pelan dada suaminya dan mencoba menengahi Perdebatan kekanakan dua pria itu .
" Sorry Baby, Aku hanya kesal saja begitu melihat wajah dan rambut pirangnya itu." Ucap Lionel dengan suara lembutnya.
Bastian mencibir dalam hati dengan perkataan Lionel. " Wajahku tampan rambut pirang itu adalah salah satu bagian menarik dariku. Ck dia pasti hanya iri dengan penampilan ku. Pasti! apalagi tubuh ku jauh lebih kekar darinya." Batin Bastian percaya diri sembari menatap sinis pada pasutri yang tengah menebar keromantisan..
" Stop!! Mengumbar keromantisan kalian di wilayah ku yang suci ini. Sekarang cepat katakan ada urusan apa datang ke sini?" Tanya Bastian yang Heran saja tiba-tiba Berly mendatanginya di perusahaan..
__ADS_1
" Begini loh Bas, apa di kantor mu butuh karyawan baru,?" Tanya Berly langsung pada intinya..
Bastian mengeryit bingung " Untuk apa kau menanyakan hal itu kau ingin bekerja?."
" Itu tidak mungkin!!" Sela Lionel mana mungkin dirinya membiarkan istrinya bekerja satu kantor dengan Bastian.
" Lalu?." Tanya Bastian semakin bingung...
" Jawab saja dulu butuh karyawan atau tidak?," Kata Berly..
" Sebenarnya aku lagi butuh sekertaris. Kau tahu aku baru kembali dan belum memiliki sekertaris." Jawab Bastian pada akhirnya.
Prok!! Prok!! Prok!! Berly bertepuk tangan. " Bagus!!" Teriakannya dengan semangat..
" Boleh. Jika kau yang merekomendasikan itu cukup bisa di percaya. Memangnya siapa orangnya,?" Tanya Bastian.
Sementara Lionel yang sudah tahu rencana Berly hanya diam menikmati kopi dari office boy dan membaca koran yang ada di sana tanpa mau ikut campur rencana istrinya itu.
" Ada salah satu kenalanku. Ku kasih tahu pun kau tidak akan mengerti. Kau cukup tahu saja kerjaan nya bukan?," Kata Berly yang menolak menyebut nama Lolly. Di jamin gagal total jika sampai dirinya menyebutkan nama Lolly.
" Ya atur saja untuk ku. Yang penting dia bekerja dengan baik tak masalah orangnya yang mana.. Besok bisa langsung kerja aku akan berbicara dengan HRD untuk kontrak kerjanya nanti ku kirimkan padamu." Jawab Bastian yang sama sekali tidak menaruh curiga pada Berly sedikit pun..
Berly bersorak teryata semudah itu menjadikan Lolly karyawan di perusahaan Bastian dan tidak hanya karyawan biasa saja tapi sekertaris yang berinteraksi lebih banyak dengan Bastian di banding karyawan lainnya ya walaupun dengan sedikit tipuan " Oke Deal. Kirimkan surat kontrak nya secepatnya supaya aku bisa memberikan pada temanku.."
" Hmm. Terimakasih atas bantuan mu. Tidak ku sangka kau datang dengan maksud baik." Kata Bastian yang membuat Berly tersenyum jahat dalam hati.
__ADS_1
" Tidak tahu saja kau. Kalau aku datang membawa bom yang akan membuat mu meledak besok!!" Batin Berly..
" Tentu kau kan sepupuku. Ayo Honey kita kembali ke perusahaan mu." Ucap Berly.
Lionel meletakkan koran dan berdiri merapikan jass nya dan meraih tangan istrinya..
" Sudah mau pergi?" Tanya Bastian ikut Berdiri..
" Ya karena urusan ISTRIKU sudah selesai untuk apa berlama lama berada disini.." Sahut Lionel menekankan kata istriku..
"Dasar gila. Masih saja memperlakukan ku sebagai Rival padahal sudah tahu jika aku adalah sepupu Berly!" Batin Bastian merasa jengah..
" Kita pergi. Jangan lupa surat kontrak nya ku tunggu!" Kata Berly sedikit berteriak karena sudah di tarik pergi oleh Lionel.
Bastian hanya mengangkat tangannya sembari menatap kepergian Berly dan Lionel dengan pandangan aneh. Entah kenapa perasaannya jadi tidak enak seperti ada sesuatu hal yang akan terjadi..
Menampik pikiran anehnya Bastian kembali ke kursi kerjanya untuk kembali bekerja..
Lolly Wallace
Bastian Moonstone. ( Cucu dari adik perempuan kakek Berly.)
__ADS_1