My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Debat!


__ADS_3

*


*


*


*


Lolly keluar dari ruangan Bastian dan kembali ke meja kerjanya. Lolly segera membuka komputer dan mengecek jadwal Bastian hari ini yang ada di komputer supaya nanti bisa mengingatkan pria idamannya itu.


waktu sudah berlalu dan hingga pukul sepuluh siang lebih tapi Bastian belum juga datang ke kantor padahal Lolly begitu menantikan kedatangan Bastian.. hingga pukul sebelas siang barulah terdengar langkah kaki seseorang yang membuat Lolly mengintip dari Balik komputernya. jantungnya berdebar-debar karena langkah kaki itu milik Bastian. Dimata Lolly Bastian berkali kalipaat lebih berkarisma dengan aura CEO nya. tiba tiba nyalinya menciut yang tadinya begitu menggebu-gebu ingin melihat Bastian kini jadi ingin bersembunyi belum siap rasanya harus menghadapi reaksi Bastian ketika mengetahui dirinyalah yang menjadi sekretarisnya..


Suara langkah kaki Bastian terdengar kian mendekat yang membuat Lolly kian menyusut berharap tubuhnya tak terlihat dan komputer bisa menutupi tubuhnya dari pandangan Bastian. tapi tentu saja komputer itu tidak bisa menutupi seluruh Tubuhnya. justru tindakan lolly menarik perhatian Bastian karena sekertaris baru yang di rekomendasikan Berly itu tidak sopan. tidak menyambut kedatangannya ataupun hanya sekedar memperkenalkan diri.


Bastian berdiri di depan meja kerja Lolly dengan kedua tangan di masukan ke kantong celananya. pria itu berdiri beberapa detik tanpa bersuara dan hanya melihat pergerakan aneh dari sekertaris barunya yang sibuk menutupi wajahnya menggunakan sebuah kertas.


Merasakan tatapan tajam dan tengkuknya berasa kian dingin Lolly sampai lupa caranya bernafas, gugup, takut dan rasa berdebar menjadi satu.

__ADS_1


" Kau sekertaris baru yang di rekomendasikan Berly,?" Bastian membuka suaranya yang terkesan dingin.


Lolly hanya mengangguk tanpa menyingkirkan kertas yang menutupi wajahnya. dan apa yang di lakukan Lolly itu membuat nilai minus Dimata Bastian.


Srek!!!


Geram Bastian merampas kertas yang dipegang erat oleh sekertaris barunya yang tidak sopan itu. Bastian merasa beruntung hanya menyetujui dua bulan kontrak kerja saja, teryata firasatnya sungguh tidak bleset..


Lolly memejamkan matanya rapat rapat saat kertas yang dirinya gunakan untuk menutup wajahnya robek begitu saja karena ulah Bastian. wanita itu hanya bisa Pasrah dan menunggu reaksi Bastian..


" KAU?!" pekik Bastian sembari menunjuk wanita berkacamata yang membuatnya traumatik dengan tingkahnya ketika mabuk itu..


Lolly memberanikan diri untuk menatap Bastian. wanita itu mencoba tersenyum yang memperlihatkan giginya yang rapi. senyum yang tampak canggung dan konyol.. " Karena akulah sekertaris itu Tuan," Sahut Lolly sembari membenarkan letak kacamatanya.


" WHAT?!" Pekik Bastian. tidak disangka seseorang yang di maksud Berly adalah wanita bermata empat yang ingin di hindarinya. pantas saja Berly bersikap aneh dengan datang ke perusahaannya ternyata ada udang di balik s*mp*k...


" Tidak bisa begini.. Kita batalkan saja kontraknya. aku tidak mau kau menjadi sekertaris ku!" Kata Bastian berapi rapi pria itu merasa kesal di hianati oleh Berly..

__ADS_1


Lolly segera berdiri dengan mata terbelalak dengan perkataan Bastian. mana bisa begitu? ia harus mempertahankan posisinya ini sebisa mungkin karena hanya dengan cara ini ia bisa dekat dengan Bastian.


" Tuan tidak bisa membatalkan kontrak resmi begitu saja tanpa alasan yang berdasar." Ucap Lolly..


Bastian menatap tajam Lolly karena berani membalas perkataannya.. " Dengan alasan tidak nyaman bekerja dengamu saja itu sudah cukup untuk ku memutus kontrak itu," Kata Bastian dengan percaya dirinya....


" Apa Tuan Lupa setiap pekerja yang memiliki kontrak resmi mendapatkan perlindungan hukum yang kuat. walaupun tuan memiliki kekuasaan tapi itu tidak bisa membuat Tuan menjadi semena mena. Aku yakin anda akan mendapatkan sansi yang sesuai jika menggunakan kekuasaan untuk menindas bawahanmu." Sahut Lolly tak gentar sama sekali.


Bastian kehilangan kata kata. kenapa wanita yang terlihat polos dan mudah di tindas ini begitu pintar bicara dan mengetahui banyak hal..


" Apa tuan yakin ingin memutus kontrak sepihak begitu saja? Baiklah jika itu mau tuan aku akan menggunakan hak ku sebagai pekerja yang tertindas. aku akan melaporkan ke menteri perlin------


" Stop!!! Mari kita lihat beberapa hari kedepan jika pekerjaan mu tidak becus siap siap kau angkat kaki dari perusahaan ku!" Potong Bastian ketus.. harga dirinya jatuh seketika karena kalah berargumen dengan seorang wanita..


" Baiklah terimakasih kalau begitu," Jawab Lolly senang


Bastian mendengus " Aku mengawasimu!" Bastian mengangkat dua jarinya keatas di arahkan ke arah matanya lalu ke mata Lolly dan berlalu begitu saja menuju ruangannya..

__ADS_1


Lolly menghempaskan tubuhnya di kursi dengan menghembuskan nafas lega. setidaknya dirinya bisa menyelematkan posisinya untuk sementara. Ia hanya harus bekerja dengan baik lalu menarik perhatian Bastian sedikit demi sedikit..


" Dia kalau marah sangat menakutkan tapi sialnya sangat tampan!" Guman Lolly..


__ADS_2