
*
*
*
*
" WHAT?!! Kau gila ya!!" Teriak Berly setelah Lionel meminta ganti rugi yang tidak masuk akal.. menjadi kekasihnya?, Kenal namanya saja juga enggak. Mana Sudi dirinya menjadi kekasih dari pria aneh di depannya ini.
Wanita itu Tidak sadar saja jika dirinya jauh lebih aneh dari Lionel.
" Baik kalau begitu sebagai gantinya kau harus membayarku dua puluh juta dolar sekarang juga sebagai bayaran karena sudah melihat junior berharga ku!!" Kata Lionel Acuh dengan ekspresi Berly yang sudah semakin jelek..
" Ini pemerasan besar besaran namanya!! Oh God mimpi apa aku semalam bisa bernasib sial bertemu orang seperti kalian!" Berly membalikkan tubuhnya untuk berfikir tangannya menyugar rambut bergelombang nya ke atas. Rambut itu menjadi berantakan tapi justru membuat Berly begitu Sexy .
Roy yang melihat itu hanya bisa cekikikan lucu juga bisa mengerjai Aunty cantik ini.. Sementara Lionel yang awalnya hanya ingin bermain dengan Roy untuk mengerjai gadis itu jadi ingin lebih ketika melihat betapa sexy nya wanita itu saat marah.. ada sekelebat keinginan dalam benaknya untuk melihat ekspresi itu setiap hari. Tanpa sadar sudut bibir Lionel terangkat membentuk sedikit senyuman tipis ketika melihat wanita itu mengeledah isi tasnya bukan hanya itu saja Berly juga menghentakkan kakinya saat tidak menemukan sesuatu yang di carinya di dalam tas. Dan itu terlihat menggemaskan di mata Lionel..
Menutup tas tangannya dengan lesu Berly kembali melihat ke Lionel dan Roy. " Dua puluh juta dolar aku tidak memiliki uang sebanyak itu. Tapi bukan berarti aku ini miskin ya hanya saja kartuku saat ini sedang di sita. Bagaimana jika aku membayarnya dengan cara mencicil?!" Ini adalah hal tergila dan memalukan dalam sejarah hidupnya si ratu shoping yang tidak pernah menghawatirkan tentang uang. kini begitu menyedihkan ingin mencicil biaya ganti rugi yang hanya bernilai dua puluh juta dolar pada seorang pria.
Mendengar itu Roy bocah kecil itu tidak bisa menahan tawanya lagi. " Tidak memiliki uang tapi bukan berarti tidak miskin,? Hadeh Aunty lucu sekali lalu dinamakan apa yang Aunty sebut itu ha hah haha Aduh perut ku sampai kram!" Tawa bocah itu sama sekali tidak bisa berhenti .
Ingin rasanya Berly mencabik-cabik bocah yang mengejeknya itu.. tangan Berly bahkan terulur memperagakan gerakan ingin membejek di sertai ekspresi gemas di wajah cantiknya..
__ADS_1
" Wlekkk!" Roy menjulurkan lidahnya dan itu semakin membuat Berly gemas ingin menerkap bocah itu..
" Ehemmm!" Berdehem Lionel kemudian melanjutkan. " Aku tidak menerima cicilan. Pilihan mu hanya ada dua. Menjadi kekasih ku atau membayar ganti rugi itu sekarang. Atau kita bisa menyerahkan situasi ini pada polisi." Kata Lionel.
Akan sangat menyenangkan jika wanita ini mau menjadi kekasihnya. selain bisa menjadi tameng agar sang mommy tidak berbicara tentang kencan terus menerus selain itu, Wanita ini cukup menarik perhatiannya. Aneh memang karena biasanya dirinya tidak menyukai gadis bar bar cerewet apalagi sombong tapi kenapa ketika melihat wanita ini pandangannya mulai berubah.
" Aku jadi teringat kata-kata Mom yang menyumpahi ku, Sial!! Tapi gimana lagi wanita itu sangat cantik dan menggemaskan di mataku." Batin Lionel sembari mengusap rahangnya.
" Membayarnya saat ini itu tidak mungkin. Pergi ke kantor polisi bahkan membayangkannya aku tidak sudi!" Berly bergedik ngeri.
" Lalu." Lionel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekati Berly.
Berly yang merasakan adanya bahaya semakin memundurkan langkahnya..
Lionel mengungkung Berly saat tubuh wanita itu mentok di pintu. Tangan kanan Lionel terangkan untuk menangkup dagu runcing Berly.
Glek!!
Berly menelan ludahnya.. baru kali ini dirinya merasa terintimidasi oleh seorang pria.. Karma pasti ini karma untuknya..
" Otomatis pilihan mu adalah menjadi kekasih ku. Right,?" Dengan senyum puas Lionel mengusap lembut dagu Berly hingga membuat wanita itu mendelik kan matanya.
" Itu juga tidak mungkin!!" Menepis tangan Lionel di dagunya Berly juga tidak berniat menjadi kekasih pria asing ini.
__ADS_1
" Aku memiliki kekasih." Lanjut Berly ketika melihat ekspresi tidak senang Lionel.
Lionel mengerutkan alisnya dalam mendengar pengakuan Berly.
" Bukan hanya satu melainkan banyak!!" Berly sengaja melakukan itu untuk membuat Lionel ilfil. pria mana yang akan menjadikan wanita tak baik untuk menjadi kekasihnya kecuali jika pria itu sudah gila..
" Menarik.."
Bukan Lionel yang berkata melainkan Roy bocah yang sedari menyimak keduanya. Sebenarnya menarik yang di ucapkan Roy itu kata untuk pertengkaran sengit antara sang Uncle dengan Aunty itu.. bukan untuk ucapan Berly yang memiliki banyak kekasih.
Lionel hanya melihat sekilas Roy dan kembali fokus pada Berly. " Tidak masalah. Kau tinggal mengakhiri hubungan mu dengan para pria itu dan menjadi kekasih ku." Kata Lionel terlampau santai.
Mata Berly membola tidak percaya dengan jawaban Lionel." What the hell. Teryata pria ini beneran gila .." Batin nya.
" Ck. Kau akan menyesali ucapan mu itu.. Aku ini suka menghamburkan uang. Sombong. Dan yang terpenting reputasi ku sangat buruk!" Ucap Berly menggunakan senjata terakhirnya mengungkapkan sedikit kebenaran tentang dirinya.
" Itu juga tidak masalah. Aku kaya uangku tidak akan habis hanya untuk membiayai kekasih ku belanja. Aku juga sombong kita akan menjadi pasangan yang cocok. Dan reputasi?, aku memiliki reputasi baik yang bisa menutup reputasi buruk mu." Ucap Lionel.
Jangan di tanyakan lagi bagaimana reaksi Berly saat ini. Wanita itu tidak bisa berkata-kata dan ingin menenggelamkan dirinya ke dasar laut saja.
Mendapati Berly yang lilung Lionel mendekatkan bibirnya di telinga Berly " Empat Bulan." Lanjut Lionel berbisik di telinga Berly. Sementara Berly bingung apa yang di maksud dengan empat bulan itu sendiri.
__ADS_1