
Pagi pagi sekali Lolly sudah berada di rumah Berly dan Lionel. Pagi itu seperti biasa Lolly tampil dengan kemeja putih dan rok hitam selutut sesuai ciri khasnya Lolly juga mengepang rambutnya menjadi dua bagian..
Berly menyerahkan surat kontrak yang semalam di kirim oleh orang suruhan Bastian. " Buka dan baca sendiri surat kontrak nya sebelum kau tanda tangani." Pinta Berly karena ia sama sekali tidak tahu isi kontrak itu bahkan amplopnya pun juga masih tersegel rapi.
Lolly mengagguk dan membuka amplop itu dengan segera. Lolly membacanya dengan seksama tanpa ada yang ketinggalan satu baris pun..
" Kenapa cuma dua bulan kontrak,? Bukankah kebanyakan langsung satu tahun ya?," Tanya Lolly saat melihat apa yang tertulis di kontrak itu
" Mungkin Bastian belum terlalu yakin dan berhati-hati. Sudahlah terima saja dari pada tidak sama sekali." Sahut Berly menurutnya dengan Bastian menerima Lolly tanpa ketahuan saja sudah beruntung..
" Baiklah. Dua bulan kurasa cukup untuk mengejar Bastian aku akan mengeluarkan semua kemampuan ku untuk menarik perhatiannya.." Putus Lolly dan mulai menabuhkan tanda tangannya di kertas itu..
" Tapi. Bagaimana jika dalam waktu dua bulan usahamu tidak membuahkan hasil.?" Tanya Berly. Bukan tanpa alasan Berly menanyakan hal itu. Setahunya Bastian sangat kaku dan tidak mudah membuat pria itu tertarik pada wanita itulah yang Berly tahu sebelum Bastian pindah ke luar negeri tapi menurut Berly. Bastian yang sekarang dan yang dulu masih sama kalau tidak kenapa sampai sekarang pria itu masih sendiri..
__ADS_1
" Apa lagi yang bisa kulakukan,? Aku masih belum tahu." Kata Lolly sembari membereskan barang yang akan di bawanya ke Perusahaan Bastian. Ya hari ini Lolly akan masuk kerja untuk pertama kalinya sebagai sekertaris Bastian. Lolly bertekad akan bekerja dengan baik supaya Bastian akan berfikir dua kali untuk memecatnya bagi Bastian memutuskan kontrak bukanlah hal sulit karena pria itu memiliki banyak uang karena itulah Lolly akan mencegah hal itu dengan bekerja melebihi ekspektasi Bastian.
" Kau bertingkah sangat menyedihkan sekali. Pria bukan hanya Bastian saja!" Kata Berly.
" Tapi hanya Bastian yang membuat ku tertarik." Sahut Lolly.
" Ck. Kau sudah mabuk Bastian kurasa. Jangan menaruh hati terlalu dalam padanya walaupun aku kenal Bastian dari orok tapi aku juga tidak mau kau terluka jika semua tidak seperti yang kau harapkan. Kalian berdua adalah temanku tapi aku lebih mengawatirkan dirimu." Ucap Berly menasehati. Ia sudah sangat tahu dengan romsnsa seperti ini ia jauh lebih berpengalaman dari Lolly jadi Berly hanya memperingati sahabatnya itu dari apa yang dirinya ketahui..
" Hm. Aku tahu.. Terimakasih walaupun Kita baru saling mengenal kau begitu baik padaku." Sahut Lolly yang merasa terharu dengan berly yang begitu peduli padanya. Walaupun begitu dirinya tidak yakin tentang membentengi perasaannya pada Bastian di batas wajar karena memang dirinya sudah jatub cinta terlalu dalam. Lolly sendiri juga tidak mengerti kenapa bisa seperti ini padahal kenal tentang Bastian pun tidak bertemu juga satu kali saat pernikahan Berly. Ini tidak masuk akal tapi dirinyalah yang mengalaminya sendiri
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi dan kini Lolly sudah berada di depan perumahan Bastian. Lolly mendongak untuk melihat ujung bangunan tinggi itu. Lolly cukup terkejut karena perusahaan Bastian tidak kalah besar dari perusahaan Daddynya Berly.. Lolly baru sadar jika dirinya jatuh cinta pada pria yang begitu kaya. Apakah Lolly akan menyerah hanya karena berbeda kasta,? Tentu saja tidak! cinta tidak memandang apapun karena itulah Lolly akan berjuang sampai akhir.. jika nanti takdir memang menyuruhnya untuk berhenti barulah Lolly akan berhenti walaupun nantinya begitu berat untuknya
Setelah puas memandangi bangunan yang akan menjadi tempat kerja barunya Lolly memutuskan untuk masuk kedalam. Pertama Lolly kebagian HRD untuk menyerahkan kontrak kerja yang sudah di tandatangani olehnya.. Setelah itu Lolly di antar oleh salah satu staf ke ruangan Bastian. Staf juga memberikan penjelasan tentang kerjanya selama menjadi sekertaris dari CEO.
__ADS_1
" Biasanya Tuan Bastian akan datang pukul sepuluh. Dan meja kerjamu ada di luar." Ucap Staf itu.
" Baik. terimakasih atas penjelasannya." Ucap Lolly.
" Kalau begitu kau boleh mulai memeriksa pekerjaan mu. Aku juga akan kembali bekerja." Ucap Staf itu lalu pergi untuk kembali ke ruangannya..
Lolly hanya mengangguk saja sebagai jawaban. Lolly kemudian duduk di kursi kerjanya dan mulai menyusun barang miliknya di atas meja. meletakkan bunga Daisy yang di belinya di perjalanan tadi di vas gelas yang berisikan air..
" Aku juga akan meletakkan sebagian di ruangan CEO." Gumanya ketika tanpa sadar dirinya terlalu membeli banyak bunga.
Wanita itu bangkit dengan membawa lima tangkai bunga Daisy. Lolly juga tidak lupa membawa gelas panjang yang ada di pantry untuk dijadikan Vas. Lolly membuka ruangan itu perlahan dan mulai berjalan ke meja kerja Bastian. Lolly sedikit melihat lihat karena tadi tidak sempat melihat dengan cermat ruangan atasannya itu ketika bersama staf.
" Dia tipe pria yang begitu rapi." Gumanya setelah melihat ruangan besar itu.
__ADS_1
Lalu Lolly mulai menata bunga yang di bawanya di meja kerja Bastian. " Hmm meja ini jadi kelihatan lebih hidup dengan beberapa bunga ini." Lolly tersenyum puas.
...******...