
*
*
Setelah menempuh sepuluh jam lebih lamanya akhirnya Berly menginjakkan kaki di California tepatnya di Kota San Fransisco. Berly masuk kedalam mobil untuk menuju ke hotel dimana Lionel menginap. Untung saja si Trek masih bisa di andalkan kalau saja Trek tidak mengetahui hotel tempat Lionel menginap sudah pasti Berly akan menggorok asisten kekasihnya itu..
Begitu sampai di hotel hari sudah gelap.. Berly melihat jam di pergelangan tangannya. " Jam tujuh malam seharusnya Lionel sudah ada di hotel."gumanya Lalu berjalan kearah resepsionis.. Berlu menayakan noner kamar Lionel pada Resepsionis tapi resepsionis itu dengan sopan menolak memberi informasi itu dengan alasan melindungi privasi tamu..
Berly berdecak kesal tapi juga tidak memaksa. Berly kemudian menyuruh resepsionis menghubungi interkom yang ada di kamar Lionel karena sampai sekarang ia belum juga bisa menghubungi ponsel pria itu. Resepsionis itu mengangguk dan mencoba menghubungi interkom yang ada di kamar Lionel...
" Saya rasa seseorang yang Anda cari tidak ada di tempat, Nona." Ucap Resepsionis itu setelah menaruh telepon..
Berly hanya mengangguk pada Resepsionis itu dan berjalan di sofa yang ada di lobby untuk menunggu Lionel di sana.. Dalam hati Berly merasa sangat marah dan melontarkan kutukan demi kutukan untuk Lionel..
" Berani sekali kau membuatku seperti orang gila sejak kemarin.. Awas saja nanti!" Rutuknya sembari menghempaskan tubuhnya untuk duduk di sofa..
" Hey, kau!" Teriak Berly memanggil salah satu bawahan daddynya yang di suruh menjaganya.
__ADS_1
" Ya Nona,?"
" Cari keberadaan Lionel sekarang. Kabarai aku secepatnya setelah kau menemukan keberadaan nya!" Ucap Berly menyuruh bawahan itu untuk segera menjalankan perintahnya..
" Baik," Jawab Pria itu dan bergegas pergi mencari keberadaan Lionel dengan menghubungi koneksinya yang ada di Kota itu untuk meretas semua cctv guna menemukan Lionel lebih cepat..
*
*
Sementara itu Lionel berdiskusi dengan pelik dengan Rekan bisnisnya selama berjam-jam dan belum mencapai kesepakatan. Merasa lelah dan Geram Lionel memberikan satu penawaran terakhir jika mereka tetap tidak menemukan titik terang Lionel akan membatalkan saja kerjasama ini. Ia tidak ingin membuang waktu dengan orang yang berbelit belit dalam kerja sama bisnis. Ia pun juga tidak akan jatuh miskin dengan gagalnya satu kerjasama.
Pria yang merupakan rekan bisnis Lionel dengan tergesa gesa Ikut berdiri mencegah Lionel supaya tidak pergi.. Sebenarnya jika kerja sama bisnis ini batal perusahaannya pun akan di ujung tanduk. Ia hanya ingin penawaran itu lebih menguntungkan lagi bagi perusahaannya karena itulah ia tidak kunjung setuju dengan penawaran Lionel sejak tadi. Tapi setelah Lionel mengatakan ingin mengakhiri ia begitu ketakutan..
Lionel melihat pria itu dengan sebelah alisnya terangkat..
" Kita akan menandatangani kontrak kerjasama sama sekarang." Ucap Pria itu kemudian..
__ADS_1
" Kau yakin?."
" Ya ya ya saya sangat yakin!" Sahut Nya dengan buru buru menandatangani berkas berkas itu...
Lionel kembali duduk dan mengambil berkas yang sudah di tandatangani rekan bisnisnya lalu Lionel dengan tanpa ekspresi melabuhkan tanda tangannya juga di sana ..
" Deal. Terimakasih atas kerjasamanya, Tuan. Saya harap kerjasama ini berjalan lancar." Ucap Pria itu menjabat tangan Lionel..
Lionel Hanya mengangguk.
Lionel menyuruh Ellen untuk membereskan berkas berkas itu.. Sementara dirinya ingin kembali ke hotel dua hari tidak mendengar suara Berly membuatnya rindu berat..
" Tuan jangan pergi dulu. Untuk merayakan kerjasama kita aku akan menraktir Tuan minum." Cegah Pria itu saat Lionel akan meninggalkan meja pertemuan..
" Aku tidak bisa. Kekasih ku sudah menunggu ku." Jawab Lionel tanpa memandang Pria itu..
" Ayolah Tuan. Hanya sebentar saja sebagai tanda perpisahan juga karena setelah ini aku harus kembali ke negara ku." Pria itu terus membujuk supaya Lionel setuju bahkan Pria itu juga meminta bantuan Ellen untuk membantunya membujuj Lionel .
__ADS_1
" Baiklah. Sebagai rasa hormat saja. Aku akan ikut." Kata Lionel akhirnya setuju setelah di bujuk.. itu sebagai rasa hormat saja setelah melakukan tanda tangan bisnis dan ia juga berfikir alan pulang setelah meminum satu gelas wine sebagai rasa kesopanan..
Ellen memandang punggung Lionel dengan pandangan yang sulit di artikan.. ia sebenarnya bukan tipe wanita licik tapi rasa cintanya pada Lionel begitu dalam.. jika mendekatinya sebagai teman tidak bisa menarik perhatian pria itu. Dirinya akan bermain instan dan licik, mungkin ini kesempatan yang begitu bagus apalagi saat ini tidak ada siapapun yang mengganggu rencananya karena Trek maupun pengawal Lionel tidak ikut ke Fransisco,.