
*
*
*
Sampai di Perusahaan milik keluarga Konelius tempat Berly bekerja. Lionel sudah melihat kekasihnya berdiri di lobby ditemani oleh wanita berpenampilan culun.. Lionel berhenti tepat di depan Berly dan Lolly..
" Sudah datang jemputan mu. Aku pergi dulu kalau begitu." Melihat mobil Sport berhenti di depannya Lolly sudah bisa menebak itu jemputan yang di tunggu Berly sejak duapuluh menit yang lalu.
" Tunggu!! Mau pergi kemana kau." Tanya Berly meraih tangan Lolly yang akan pergi.
" Tentu saja pulang.. Jemputan mu kan sudah sampai lalu kau mau aku melakukan apa lagi?," Jika saja Berly tidak bersikap manja memintanya untuk menemani mungkin saat ini dirinya sudah rebahan di apartemen mungilnya..
" Kau mau pergi naik apa,?"
" Naik bus. Memangnya apa lagi." Sahutnya sembari memperlihatkan kartu bus miliknya..
" Biar ku antar sekalian saja. Ayo naik mobil!" Berly menarik tangan Lolly bermaksud memberi tumpangan. Saking semangatnya Berly sampai tidak mempertimbangkan pendapat Lionel sang pemilik mobil dan yang lebih penting sepertinya Berly lupa jika mobil Lionel hanya bisa menampung dua orang saja..
Lolly menolak dan mempertahankan posisinya supaya diam di tempat dam terjadilah tarik menarik Antara keduanya.
__ADS_1
" Aku akan naik bus saja. Terimakasih atas tumpangannya tapi aku tidak mau bergelantungan di bagasi mobil sport kekasih mu!" Teriak Lolly ketika tahu wajah pengendara mobil sport hitam itu karena Lionel sudah berjalan mendekat..
Berly melepaskan tarikan tangan Lolly hingga membuat Lolly terjengkang kebelakang. Berly melepas pegangan tangan tanpa aba-aba saat mereka sedang adu tarik..
Bruk!!!!
Suara gedebruk tubuh Lolly menghantam lantai.. Berly membekap mulutnya dan semakin Bingung ingin membantu Lolly berdiri atau tidak..
" Aduhh!!! KIMBERLY!! Dasar bajingan tidak punya empati!" Kesal Lolly sampai mengumpati Berly yang merupakan anak pemilik perusahaan tempatnya bekerja.. pantatnya terasa nyeri tidak sempat berfikir akan kesopanan..
" Sorry. Sakit ya,?" Tanya Berly Berniat membantu Berly berdiri tapi tubuhnya segera di tarik oleh Lionel..
" Baby. Ngapain sih kamu membantu wanita culun itu." Kelakar Lionel sembari menatap Lolly yang bersusah payah berdiri...
Lolly memandang pasangan menyebalkan itu seakan ingin mencabik-cabik nya.. " Berly, Kau jauh lebih parah darinya!! Kau lah yang terburuk." Kata Lolly membenarkan letak kacamata bulatnya.
Berly terkekeh tanpa rasa bersalah. " Benarkah aku seburuk itu?,"
Lolly berdecak kesal. " Sudahlah aku pulang dulu." Kata Lolly lalu meninggalkan pasangan. Berjalan menuju halte di seberang perusahaan..
" Lolly Sorry Ya!! Lain kali ku traktir!" Teriak Berly melihat Lolly berjalan gontai..
__ADS_1
Lolly melambaikan tangan tanpa berbalik kearah Berly sebagai Jawaban..
" Baby, mana yang sakit?, Apa Wanita culun tadi melukai mu,?" Tanya Lionel cemas sembari memutar tubuh Berly memeriksa..
" Namanya Lolly.. Sudah ku katakan dia sekarang teman ku jadi jangan panggil dia culun!," Kata Berly yang sudah jujur dengan isi hatinya dan mengakui Lolly sebagai teman..
" Hmm," mengusap rambut berly kasar Lionel mengiyakan saja.
" Kenapa lama sekali, tahu tidak aku menunggu sampai kering!" Omel Berly.
Lionel hanya tersenyum saja pria itu justru membuka pintu mobil untuk wanitanya yang sedang komat kamit mengomelinya itu..
" Ayo cepat jalan!" Sembari memasang sabuk pengaman Berly kembali membentak Lionel.. Untung saja Lionel memiliki hati seluas samudra setinggi bukit jika menghadapi wanita nya ini. Menutup pintu Lionel memutari Mobil dan masuk di kursi mengemudi..
Menoleh melihat Berly yang mengerucut karena kesal. Memang tadi jalanan sedikit macet jadi telat menjemput Berly..
Cup..
Lionel mencuri ciuman dengan secepat kilat di bibir Berly yang mengerucut.. " maaf tadi jalan macet.. bagaimana jika kita pergi ke pusat berlanja kau bisa shoping sepuasnya." Bujuk Lionel. Lionel yakin ajakannya kali ini tidak mungkin di tolak. Tahu jika wanita yang dipilihnya ini sangat suka berbelanja apalagi jika di bawa ke LV. Gucci dan banyak lagi..
Berly yang awalnya ingin kembali marah jadi urung ketika kata shoping keluar dari bibir Lionel " Tapi kau yang membayar belanjaan ku kan?," Tanya Berly yang merubah wajahnya dari cemberut menjadi senyum cerah bahkan sampai bergelandotan nesra di lengan Lionel..
__ADS_1
"Tentu. belanjalah sepuas yang kau mau." Mencium puncak kepala Berly. Lionel bukan main senangnya Berly bergelandotan di lengannya. Tahu begini sejak tadi pagi saja di ajak shoping..