My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Berlanjut....


__ADS_3

*


*


*


" Oh ya, Bastian aku butuh bantuan mu!" Kata Berly menghentikan perang kata antara Lionel dan Bastian..


" Apapun untuk mu, Princess." Ucap Bastian dengan sengaja sembari mengejek Lionel yang menahan geramnya karane Bastian sama sekali tidak mendengarkan laranganya untuk menjauh sejauh mungkin dari Berlynya.


" Bisakah kau menjemput Temanku,? Namanya Lolly taxi yang di tumpanginya mogok dam saat ini dia sudah sampai di daerah hutan jalan masuk Mansion.. tolong jemput dia ya." Pinta Berly.. Itulah alasannya kenapa Lolly tidak kunjung tiba untung saja lokasi Lolly saat ini tidak jauh dari Mansion dan dirinya bisa cepat meminta seseorang untuk menjemput temanya apalagi saat ini sudah malam dan Lolly madih terlalu polos Berly juga takut jika terjadi sesuatu padanya..


" Kenapa harus aku? Suruh saja sopir yang menjemputnya." Kata Bastian yang sebenarnya malas untuk menjemput teman Berly.


Berly melototi Bastian. " Kau kan tidak sibuk!! Para sopir sedang sibuk semua dan hanya kau yang menganggur!"

__ADS_1


Bastian membuang nafasnya pasrah. " Baiklah akan ku ****** temanmu yang bernama siapa tadi?" Tanya Bastian walaupun dengan terpaksa Bastian akan menjemput orang itu demi Berly..


" Lolly. Dia cute memiliki lesung pipi dan memakai kacamata. Alamatnya akan ku kirim nanti." Jelas Berly..


Bastian mengangguk dan berjalan keluar untuk menjemput Lolly. Pria itu bahkan tidak repot repot menyapa Lionel jangankan menyapa melirikpun tidak..


" Ck. Kurang ajar sekali dia mengabaikan ku." Decak Lionel.


" Honey, sudahlah kau seperti punya dendam kesumat pada Bastian." Kata Berly bangkit dari kursinya..


" I love you. Aku tidak pernah bermesraan dengannya Honey. Aku akan bersikap lebih hati hati untuk menjaga perasaan mu." Kata Berly mengecup bibir Lionel..


Lionel menatap dalam mata Berly dan mereka saling melempar senyum.. Lionel menyentuh bibir Berly yang sedikit mengkilap dan memanggut Nya dengan lembut.. cukup lama Lionel mencium berly dengan lembut hingga sampai seseorang masuk ke ruangan itu dan melihat adegan ciuman yang cukup panas itu..


" Ehemmm!!! Maaf tuan.. Anda harus sedikit menahan diri hingga acaranya selesai.. make uo nona akan berantakan jika anda melakukan ini." Tegur seseorang yang merupakan orang yang merias wajah Berly..

__ADS_1


Lionel dan berly melepaskan ciumannya. Lionel melihat bibir Berly yang Lipstik Nya memang sudah tidak berbentuk akibat ulahnya.. " sepertinya kau harus membenahi Lipstik mu dulu honey." Bisik Lionel sembari mengusap bibir wanitanya..


" Hmm.. Kurasa acaranya lebih baik segera di mulai dan cepat selesai. Aku sudah tidak tahan ingin bercinta dengan mu." Bisik Berly di telinga Lionel dan itu membuat Lionel gemas hingga mengigit kecil telinga Berly...


" Honey!!" Pekik Berly sembari membulatkan matanya Lionel memang gila disana masih ada orang lain dan Lionel dengan tidak tahu malunya mengigit telinganya dengan sensual..


Lionel mengangkat bahunya acuh lalu mencuri satu kecupan singkat di bibir calon istrinya...


" Aku akan menunggu di aula," Pamit Lionel.


" Ya nanti daddy yang akan membawaku ke sana" sahut Berly yang.


" I love you.," Kata Lionel.


" I love you too." Sahut Berly..

__ADS_1


Lionel pun akhirnya keluar menuju aula untuk menyapa para tamu yang merupakan rekan bisnisnya sebelum acaranya di mulai. Sementara Berly kembali duduk di depan meja rias untuk membenahi riasan wajahnya..


__ADS_2