My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Mulai menerima hubungan.


__ADS_3

*


*


Lionel keluar dari kamar mandi sembari membopong Berly ala bridal style. Jika wajah Lionel begitu cerah secerah matahari yang baru naik beda halnya dengan Berly yang bibirnya mencebik.. Bagamna tidak mencebik jika kesepakatan awal hanya bermain satu ronde tapi justru menjadi tiga ronde karena kuatnya tenaga seorang Lionel...


" Baby, Bagaimana kalau ikut aku ke kantor?," Tanya Lionel setelah selesai mengeringkan rambut Berly..


" Aku Kerja. Lagian mau ngapain aku ke kantor mu?," Mengoleskan lipstik di bibirnya Berly sangat puas dengan warna lipstik itu.. Lipstik dari Lionel entahlah kapan pria itu membelinya termasuk make up dan keperluannya..


" Kau kan belum pernah datang melihat perusahaan ku?," Lionel sangat ingin Berly ikut ke kantor kali ini selain sudah ter berly Berly. Ia juga tidak bisa jauh dari wanita ini.


" Gak mau kayak gak punya kerjaan banget aku ngikutin kau kerja. Aku juga takut daddy marah karena aku bolos kerja." Tolak Berly. Selain seperti tidak punya kerjaan Ia juga gak mau harus jadi patung saat ada disana ketika Lionel sedang bekerja. Itu membosankan sekali menurutnya.


" Aku sudah bilang daddy mu tadi.. di dekat kantor juga ada restoran, disana Steak dan pasta nya benar benar enak.. kau kan paling suka masakan itu?." Rayu Lionel pasalnya kekasihnya itu paling suka dengan dua masakan itu. Itulah informasi dari Flora. Memang calon mommy mertuanya itu paling the best..


Berly berfikir sembari mengusap perutnya yang tiba-tiba menjadi lapar mendengar perkataan Lionel. di kepalanya sudah membayangkan beberapa makanan Steak dan pasta yang menggugah selera.. apalagi ia belum makan apapun sejak kemarin sore..

__ADS_1


" Baiklah aku ikut tapi kita makan dulu di restoran yang kau bilang itu." Ucapnya lalu berdiri dari duduknya.


" Aku tunggu lima menit di bawah!! " Kata Berly pada Lionel yang masih mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya..


Cup!!


" Ok baby." Sahut Lionel lalu bergegas mengganti pakaian setelah berhasil mencuri ciuman di pipi wanitanya..


" Ck. Kebiasaan!" Dengan berdecak kesal. Berly keluar lebih dulu dari unit apartement dan menuju mobilnya yang berada di basement.


Tepat lima menit setelah Berly menunggu di dalam mobil. Lionel sudah turun tapi penampilan pria tidak tepat atau kurang rapi bagi seorang Presedir. Jas yang di tenteng. Kemeja dengan dua kancing bagian atas tebuka dasinya pun ia gantung di leher tanpa di ikat..


Lionel membuka pintu mobil. Dan Berly sudah duduk fi belakang kemudi.


" Aku saja yang nyetir?," Lata Lionel yang masih memegangi pintu mobil yang terbuka..


Berly mengangguk saja dan turun dari mobil untuk berpindah tempat. Toh tangan Lionel juga sudah membaik buktinya dari semalam terus menggendongnya.

__ADS_1


" Tunggu!" Ucao Berly saat Lionel akan menjalankan mobil.


Lionel menoleh." Apa ada yang tertinggal?,


" Hadap sini!" Titahnya sembari menggunakan isyarat Tangan..


Lionel menurut dan sedikit memutar tubuhnya menghadap Berly siapa tahu dapat ciuman kan lumayan untuk tambahan imun..


" Tidak bisakah kau sedikit rapi?, Para karyawan mu akan shock melihat boss nya menjadi seperti ini. Tidak ada kharisma dan penampilan yang awuran." Berly mengomel sembari mengancingkan kemeja Lionel tidak lupa juga menarik simpul dasi Lionel supaya rapi.. Berly juga sedikit merapikan rambut Lionel..


" Kalau seperti ini kan aura seorang pemimpinnya kembali keluar." Kelakar nya sembari menepuk dada Lionel pelan..


Sudut bibir Lionel berkedut. Baru kali ini Berly memperhatikan dirinya. Apalagi sampai membenahi penampilannya membuatnya beribu-ribu semakin cinta.


Cup..


Lionel mengecup bibir Berly singkat. " Thank you baby." Ucapnya lqlu mulai menjalankan mobil..

__ADS_1


Berly terseyum tipis. Teryata tidak buruk juga di cintai seorang pria.. apalagi Lionel ini tipe pria romantis. walaupun belum bisa mencintai Lionel ia akan mulai mencoba menjalani hubungan ini dengan real mulai sekarang.. teryata berkencan dengan Lionel tidak seburuk yang ia pikirkan..


__ADS_2