My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Provokasi Bastian


__ADS_3

*


*


*


" Trek pulang lah dulu dengan Ellen.. ada hal yang perlu ku urus" Kata Lionel.


" Baik." Sahut Trek lalu mengajak Ellen keluar dari Club.


Ellen masih menoleh kebelakang dimana Lionel berada sembari berjalan menuju pintu. Pandangan matanya mengisaratkan sebuah ke ingin tahuan..


Tidak tahan lagi. Setelah memastikan Trek dan Ellen sudah tidak terlihat. Lionel berjalan dengan langkah lebar menuju wanitanya berada..


Berly masih tertawa dengan teman tanpa tahu dengan keributan yang akan terjadi..


" Bas, kau itu kan tampan sedangkan Berly juga cantik kalian juga sudah mengenal dengan baik sama sama jomblo pula, Kalian tidak ingin gitu merubah status sepertiku dan Ocha?," Tanya Fernon..


Bastian menoyor kepala Fernon..


" Itu tidak mungkin terjadi karena Kimberly sudah memiliki kekasih." Kata Lionel menyela dengan suara dingin..


Bastian saat itu ingin membuka mulutnya untuk menjawab ucapan tak masuk akal Fernon tapi di urungkan karena selaan suara berat dari arah belakang..


Berly segera berdiri. Sedikit terkejut dengan kedatangan Lionel yang tiba-tiba. Bukankah tadi berkata sedang banyak pekerjaan lalu kenapa Lionel bisa berada di Club?.

__ADS_1


" Lion, Kenapa kau ada disini?," Tanya Berly..


Lionel terseyum kecut. " Lalu bagaimana denganmu,?" Tanya Lionel dengan nada yang masih dingin...


Berly sempat tertegun karena sejak mengakui perasaan Lionel belum pernah bicara dingin padanya..


" Aku sedang ingin minum dengan temanku Ocha dan teryata Teman dekat kami baru kembali dari luar negeri jadi kita mengobrol santai." Jawab Berly jujur..


" Aku sedang bertemu dengan rekan bisnis dan tidak sengaja melihat pemandangan yang membuat mataku sakit." Kata Lionel tajam sembari melirik Bastian yang terlihat bingung..


" Berly, Siapa dia,?" Tanya Bastian menujuk Lionel dengan dagu..


" Lionel Emmanuel Costra. KEKASIH BERLY!!!.." Sahut Lionel menarik Berly supaya menjauh dari si rambut jagung..


" Ck. Baru juga kekasih,, kenalin Bastian Collins sahabat Berly yang menemaninya saat sedih dan senang. Kita juga sudah pernah mandi di bak yang sama." Kata Bastian penuh provokasi..


" Bas.. itu kan saat kita masih kecil." Protes Berly...


Bastian terseyum nakal penuh arti."Bermain drama sedikit sepertinya sangat seru." Batin Bastian


Wajah Lionel memerah rasa cemburunya kembali naik.. apa mandi di bak yang sama?, Berly wanitanya pernah satu bak mandi dengan si rambut jagung,? Tidak Mungkin!!..


" Saat itu kalian masih balita!! Aku bahkan sudah mencium menyesap dan menjelajahi setiap rongga mulutnya!!" Ucap Lionel tidak mau kalah...


Wajah Betly merah karena Malu. Bagaimana Lionel bisa kekanakan dan terpancing dengan provokasi murahan dari Bastian.. astaga apakah Lionel tidak sadar sedang di kerjai?.

__ADS_1


" Apa cuman ciuman rupanya.." Bastian tertawa mengejek.. " Dari kecil aku sudah biasa mencium Berly jangankan mencium tubuhnya dari atas sampai bawah pun aku sangat hafal." kata Bastian yang semakin memantik api dalam diri Lionel.. Sebenarnya Ciuman yang di maksud Bastian hanyalah ciuman di pipi ketika masih anak anak perihal mandi bersama bahkan Bastian maupun Berly sudah lupa detail nya karena itu terjadi ketika mereka umur tiga tahun...


" Puffttt.." Tawa tertahan terdengar dari Fernon dan Ocha.. Keduanya tahu bagaimana Berly sudah bersahabat dengan Bastian sejak kecil. Mereka juga tahu Betul Bastian hanya bermaksud menggoda Lionel yang kelihatan begitu cemburu itu..


Buk!! Buk!!!


Dua pukulan mendarat di pipi Bastian.. pukulan dari Lionel yang sudah habis kesabaran..


" Lionel apa yang kau lakukan?," Teriak Berly..


" Memukulnya." Sahut Lionel enteng sembari menahan Berly yang akan membantu Bastian..


" Lion!! Bastian itu temanku!!" Kata Berly. Tidak habis pikir Lionel meninju dua kali wajah Bastian..


" Dia teman bagimu tapi Rival bagiku, dan itu hadiah yang pantas dia dapatkan karena sejak tadi terus menempel pada kekasihku." Sahut Lionel. Tidak ada rasa bersalah sedikitpun di setiap ucapannya.


Bastian mengusap pipinya yang mendapat bogem dari Lionel..


" Are you oke,?" Tanya Fernon membantu menegakkan tubuh Bastian.


Bastian mengangguk sebagai jawaban.. sebenarnya sakit tapi malu untuk mengakui..


" Shitt!! Pukulannya rumayan membuat gigiku hampir lepas.. Bagaimana Berly bisa bertemu Pria sensitif gampang emosi dan posesif sepertinya." Batin Bastian..


Bastian dan Lionel saling tatap tidak ada yang mau mengalah hingga aura di sekitar sedikit mencekam. seperti ada aliran listrik yang beradu dari mata mereka..

__ADS_1


__ADS_2