
*
*
*
*
Berly bersandar di balik pintu. Tangannya menangkup wajahnya yang terasa panas. " Dia pasti sengaja melakukan itu untuk menggoda ku!." Melihat kesekeliling Berly mengangguk karena ruangan itu cukup memuaskannya..
Melangkahkan kakinya mendekat ke ranjang tak lupa meletakkan tas mahalnya di nakas sebelah ranjang. Tak lama setelah itu mata Berly melihat sebuah lemari besar berharap mungkin ada sepotong atau dua potong baju di dalamnya untuknya berganti..
__ADS_1
Berly membuka lemari berukuran besar itu. " Oh God!! Pelit sekali baru kali ini aku melihat kamar tamu orang kaya tidak ada piyama satu potong pun!!" Pekik Berly saat tidak melihat sepotong kain pun di dalam lemari besar itu.. dengan perasaan kesal Berly kembali menutup lemari itu..
" Terus aku harus pakai apa,? Ya kali tidur menggunakan rok mini dan blouse?!." Rutuk Berly sembari mengacak rambutnya frustasi.. ingin keluar dan meminta baju pada Lionel tapi rasa malu karena kejadian tadi membuat nya enggan.
" Masa sih gak ada satu potong pun baju?, Aku coba cek lagi siapa tahu ada yang nyelip." Tidak yakin ia kembali membuka satu persatu pintu Lemari dan laci laci di dalamnya siapa tahu ada kaos atau kemeja Lionel yang nyelip..
Berly menghembuskan nafas pasrah saat tidak menemukan apapun.. dengan lemas Berly berjalan ke dalam kamar mandi. Masalah ganti baju biarlah urusan nanti yang terpenting mandi dulu..
Beberapa menit kemudian Berly sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi. pakaiannya tadi ia lipat begitu saja tanpa berniat mencunci.
Berly duduk di meja rias dan menyisir rambutnya dengan sisir yang tersedia. " Melewatkan satu kali perawatan kulit tidak akan membuat ku cepat tua kan?," Lirihnya. Pasalnya apartemen Lionel beda dari yang lain. jika biasanya pria membawa sang keaksih menginap pasti sang pria sudah menyiapkan segala keperluan untuk si wanita. Lah Lionel kagak jangankan untuk menyiapkan skincare untuk piyama saja tidak..
__ADS_1
" Kali ini ku maklumi karena ini tak terencana. Memang sih realita tak seindah percintaan novel..." Berly terus berguman dengan kenyataan menyedihkan yang dialaminya kini tidak seindah dunia novel jika biasanya tuan muda akan memiliki kamar rahasia berisikan barang mewah untuk sang wanita tapi yang dialaminya sungguh menggenaskan. Merebahkan tubuhnya di ranjang dan untuk saja ranjangnya premium lebar dan nyaman jadi tidak terlalu membuatnya lebih memprihatinkan..
Terlalu lelah lambat laun mata Berly tertutup. Berly tertidur dengan posisi terlentang begitu saja tanpa selimut yang menutupi mana sempat memakai selimut rasa lelah membuatnya langsung tertidur begitu tubuhnya menyentuh ranjang...
Sementara itu Lionel yang baru saja menerima barang yang berisikan baju dan beberapa perawatan dari Trek berniat untuk memberikan pada Berly. tadi setelah Berly berlari ke dalam kamar Lionel baru ingat jika tidak memiliki baju ganti untuk Berly dan buru buru menelfon Trek untuk mencarikan piyama dan baju kerja sekaligus beberapa perawatan wajah dari brand yang dipakai Berly. Ia pernah melihat Berly berdandan jadi tahu brand apa yang di pakai Berly..
Lionel mengetuk pintu kamar Berly..
" Baby?," Panggilnya dengan suara lembut..
" Baby, Apa baby tidur?," Tanya lagi..
__ADS_1
Tidak ada Jawaban dari dalam dan tidak ada tanda-tanda kehidupan... Bosan menunggu karena lama mengetuk dan memanggil tapi tidak mendapat jawaban. Lionel berjalan kearah laci samping yang berada di sebelah piano dan mengambil sebuah kunci. Ya kunci cadangan yang dimiliki Lionel setiap kamar di apartemen miliknya Lionel selalu menaruh Kunci cadangan takut jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Dan kali ini Lionel memanfaatkan kunci itu bukan karena ada sesuatu yang terjadi melainkan ingin menyelinap ke kamar yang terdapat wanitanya.