
*
*
*
" Aunty. Apa yang Aunty lakukan di Toilet Pria?." Tanya Roy dengan penekanan tapi terdengar imut di telinga wanita yang di panggil Aunty itu.
" Aunty,? Kau berbicara padaku anak kecil?," Tanya Berly menunjuk dirinya dengan bingung pasalnya wajah cantik imut paripurnanya di panggil Aunty oleh bocah kecil itu.
" Disini cuman ada kita bertiga tentu Saja kaulah Aunty yang di panggil keponakan ku!." Sahut Lionel datar yang baru saja mencuci tangannya.
Wanita itu menggaruk kepalanya. " Oke agaplah aku setua itu hingga kau memanggil ku Aunty. Sepertinya aku salah masuk hehehe." Berly mengeles dengan di sertai kekehan canggung.
"Ohh ya, tenang aku tidak melihat milik kalian yang kecil berwarna cerah dan yang besar berwarna coklat eksotis itu kok." Ucap Berly dengan bodohnya dan akan berbalik Pergi.
" Stop!!" Ucap Lionel yang membuat langkah Berly berhenti mendadak bak rem cakram.
" Apa kau seorang pararasi?, Kau mengambil fotoku dan akan menyebarkan ke berita online bukan?," Tuduh Lionel memandang penuh curiga pada wanita cantik yang ingin kabur setelah melihat hal yang paling private dalam tubuhnya itu.
__ADS_1
" Apa?!.. Tentu saja aku bukan seorang paparasi kau tidak lihat baju mewahku ini?, Memang ada seorang pararasi meliput menggunakan baju pesta merepotkan seperti ku?!" Sahut Berly mengelak dengan tegas sembari melihat gaunnya yang terlihat ribet itu.
Lionel mengangkat sebelah alisnya berfikir. Masuk akal wanita itu juga tidak membawa apapun untuk digunakan mengambil fotonya.
" Uncle sepertinya Aunty itu tidak berbohong, But she's too beautiful to just let go." Bisik Roy sangat lirih hingga hanya Dirinya dan Lionel saja yang bisa mendengarnya.
" Kau menyukai Aunty itu,?" Balas Lionel berbisik.
" Hmm Dia sangat cantik dan memiliki aura berbeda." Kata Roy bersisik menutupi bibirnya agar tidak di ketahui wanita itu tapi mata bocah kecil memindai wanita berbaju Wow itu dengan seksama.
" Kau cukup pintar menilai wanita di umurmu yang masih bocah itu Roy." Sahut Lionel mengacak rambut Roy gemas.
" Aduh bagaimana ya?." Ucap Roy meletakkan jari telunjuk di dagu seakan berfikir keras.
" Sayangnya Aku memang ingin memeras Aunty." Lanjut Roy dengan gaya seperti orang dewasa. Lionel sampai ingin tertawa melihat tingkah jail keponakannya itu.
" It's Okey daddyku sangat kaya jadi tidak masalah jika aku harus mengganti kerugian untuk kalian walaupun sebenarnya aku tidak merasa mengambil sesuatu dari kalian." Dengan percaya diri Berly mengibaskan rambut pirangnya. Sebenarnya dirinya cukup takut jika pria itu memang berniat meminta ganti rugi dengan bentuk uang. Karena sudah pasti sang daddy tidak mau membantunya mengingat tadi pagi daddynya itu tidak bersikap lunak sedikitpun padanya.
" Kita tidak ingin uang bukan begitu Uncle,?" Kata Roy menatap kearah Lionel.
__ADS_1
" Ya aku sudah sangat kaya dan daddy keponakan ku ini juga tidak kekurangan uang." Sahut Lionel acuh.
" Lalu kalian ingin meminta apa kalau bukan uang,?" Ada sedikit melegakan di hati Berly tapi juga tersirat kecemasan jika pria itu meminta aneh-aneh padanya.
" Maunya apasih orang ini menjengkelkan sekali!! Sudah jelas jika kejadian tadi tindakan yang tidak ku sengaja. Lagian milik mereka juga masih utuh tidak kurang secuil pun." Batin Berly entah sudah berapa kali wanita itu juga mengumpat kasar Lionel walaupun hanya dalam hati..
" Apa yang kau lakukan tadi sama saja pelecehan Seksual kau telah melecehkan aku dan keponakan ku dengan kau melihat junior kita. Kau dengan sengaja mengintip kita di toilet. So apa hukuman untuk pelecehan seksual jika sampai kita lapor ke polisi?." Kata Lionel dengan senyum Smirk yang menakutkan.
" Aduhh kenapa jadi rumit seperti ini sih?!! Dasar daddy jahat menyuruh ku datang ke toilet karena tiba-tiba ingin pingsan setelah aku kesini justru ketemu dua orang menyebalkan ralat satu tuyul dan satu jin ini,!" Batin Wanita itu yang begitu kesal dengan situasinya saat ini. Niat awal ingin menjemput Daddy-nya justru membawa petaka baginya sampai bawa bawa nama polisi.
" Okey kalian berdua berhenti membahas pelecehan dan polisi aku sangat pobia dengan hal itu!.. To the point apa yang kau mau dariku?!" Kata Berly bersedekap dada.
Banyaknya berita yang ditulis para jurnalis tentang dirinya ada juga yang menuliskan jika dirinya melakukan melecehkan dan mengencani beberapa pria dalam waktu bersamaan padahal itu adalah teman prianya yang sudah biasa bercanda dan mencium pipi satu sama lain dan hal yang seperti itu di salah artikan, bukankah hal seperti itu sangat wajar,? kita ini tinggal di London Woy otak jurnalis itu sudah berpindah ke dengkul rupanya!. adapun dirinya pernah di bawa ke kantor polisi karena membuat keributan di sebuah Club tapi dirinya melakukan itu juga punya alasan. Karena itulah mendengar kata pelecehan dan polisi membuatnya memiliki penyakit pobia mendadak.
Roy menarik tangan Lionel agar Uncle nya kembali membungkuk dan membisikkan sesuatu pada sang Uncle.
Lionel terseyum penuh arti pada wanita itu.
" Sial!! Perasaanku tidak enak melihat senyum mencurigakannya!" Batin Berly sembari mengigit kuku panjangnya dengan perasaan gelisah.
__ADS_1