
*
*
*
Berly menarik Lionel keluar dari Club dan menyuruhnya masuk kedalam mobil..
" Apa kau anak kecil,? Bagaimana kau bisa berkelahi dengan Bastian hanya karena provokasinya?! Astaga!!" Ucap Berly sembari melihat wajah Lionel yang juga mendapat beberapa memar.
Bagaimana bisa Lionel yang mendapatkan memar? kan yang di pukul Bastian.. Yang terjadi adalah keduanya saling adu pukulan saat adu pandangan.. jika Berly tidak segera menyeret Lionel keluar Club mungkin kedua pria itu sudah berakhir di IGD RS..
" Si rambut jagung teman mu itu sangat menjengkelkan tanganku gatal ingin meninju wajah jelek itu." Sahut Lionel dengan sesekali mendesis sakit untuk luka di sudut bibir. Sialan memang si rambut jagung berani sekali dia yang hanya berstatus teman masa kecil memukul kekasih sah..
Berly mendesah kasar, Iba juga melihat Lionel mendesis kesakitan. " Coba ku lihat lukamu.!" Berly menangkup pipi Lionel ingin melihat bagian yang luka lebih jelas lagi..
" Aaa Aduhh Sakit baby,." Pekik Lionel Mendramatisir..
__ADS_1
Berly memutar bola matanya malas." Ck. Bahkan aku belum menyentuh luka mu Lionel!." Sahut Berly sembari menggertakan gigi..
" Baby, Tapi ini beneran sakit banget. Si rambut jagung sangat brutal ketika memukul ku." Adu Lionel memasang wajah kesakitan..
" Kau lebih parah memukulnya. Berhentilah merengek seperti anak kecil setelah di kompres juga akan membaik." Ingin rasanya Berly meremas wajah Lionel sampai kusut.. Dimana seorang Lionel yang sok berkuasa dan dingin tadi pergi? Jika di lihat dari lebam yang ada di wajah Lionel. Lebab di wajah Bastian dua kali lipat lebih parah.. Berly khawatir wajah Bastian besok akan membengkak.
" Baby. Tidak bisakah kau sedikit perhatian padaku? Aku sedang terluka." Melas Lionel..
" Itu juga karena ulahmu sendiri kan?," Sahut Berly melirik jengah Lionel yang masih saja mendrama..
" Aku melakukan itu karena cemburu! Apa kau tidak mengerti? Aku melihat kekasihku sedang tertawa lepas dengan pria lain. Tawa yang bahkan belum kau tunjukkan di depan ku. Apa aku salah jika aku marah Karena itu." Kata Lionel. Tidak bisakah kekasihnya ini memahami perasaannya walaupun sedikit saja?.
" Tapi aku dan Bastian itu hanya teman, Lion." Meskipun berasa bersalah Berly tetep kekeuh kedekatannya dengan Bastian itu hal yang biasa dan tidak perlu di cemburui. Memang terkadang kita tidak menyadari sesuatu yang benar menurut kita belum tentu benar di mata orang lain. Begitupun kasus yang dialami Berly. Memang Berly mengagap Bastian sebagai Bestie begitupun sebaliknya. Tapi menurut pandangan umum tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita..
" Itu menurut mu tapi tidak dengan ku. Aku tidak melarang kau berteman dengannya toh dia memang mengenalmu lebih dulu di banding denganku. Tapi bagaimanapun aku ini sekarang adalah kekasihmu maka sedikit saja hargai perasaan ku." Kelakar Lionel. Ia rela menurunkan sedikit ego nya berharap Berly juga melakukan hal yang sama ..
" Baiklah aku akan sedikit menjaga sikapku pada Bastian mulai sekarang.. sorry aku memang tidak memikirkan perasaan mu walaupun aku belum mencintaimu tidak seharusnya aku tidak menghargai perasaan mu." Kata Berly terdengar begitu tulus.
__ADS_1
Lionel merasa lega dan hatinya begitu sejuk mendengar kata tulus dari kekasihnya. Dan akhirnya dengan perlahan Berly berubah sedikit lebih baik dan tidak mementingkan ego sendiri.
" Sekarang aku akan mengantarmu pulang kita obati luka mu sebelum membengkak." Ucap Berly mulai menyalakan mobil.
" Hmm Thanks Baby. Pergi ke Luxury apartemen. jaraknya lebih dekat dari pada ke Mansion.." Kata Lionel..
Berly mengangguk " Tempat tinggal mu?," Tanya Berly..
" Ya aku lebih suka tinggal di apartemen.. Aku akan pulang ke Mansion Utama saat ada acara saja dan kemarin karena Kak Leon menikah." Sahut Lionel.. menurutnya lebih praktis tinggal di apartemen tidak banyak pelayan dan penjaga dan lebih nyaman beraktivitas.. bahkan Mansion miliknya yang di beli dua tahun yang lalu juga tidak pernah di tinggali hanya ada beberapa pelayan saja yang menjaga dan membersihkan sampai waktunya tiba ia tinggal di mansion bersama keluarga kecil tapi rentahlah kapan waktu itu tiba.
" Sebenarnya aku juga ingin tinggal sendiri. Tapi daddy tidak mengijinkan.. kau pasti bisa menebak alasannya.. daddy hanya takut aku akan semakin terjebak di kubangan lumpur.." Ucap Berly .
" Kau bisa tinggal di apartemen bersama ku jika kau mau.." sahut Lionel..
" Itu sih mau mu!!" Sewot Berly...
" Aku kan hanya memberi tawaran siapa tahu tertarik." Kata Lionel terkekeh geli.
__ADS_1
" Never ever!!" Sahut Berly sembari melesatkan mobilnya sedikit lebih kencang lagi .