
*
*
*
Berguling-guling di ranjang Lionel sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Gila, pikirannya terus terbayang wajah menggemaskan Berly. Apa wanita itu juga kepikiran seperti dirinya? Apa dia juga memikirkan ku,?.
" Bisa gila aku kalau tidak segera mendengar suaranya." Mengambil ponsel berniat menelfon nomer dengan ID My Girlfriend..
Tunggu,? Apa tidak menganggu jika aku menelpon di tengah malam begini?, Ah masa bodoh di coba saja dulu siapa tahu dia masih terjaga. Dengan satu kali tekan panggilan itu terhubung.
Menunggu dengan dada berdebar Lionel sungguh tidak sabar ingin mendengar suara kekasihnya.. ya walaupun secara paksa tapi tetap saja kekasih.
__ADS_1
" HALO?!" Terdengar suara bentakan dengan suara serak dari seberang telepon..
Tersenyum. Lionel tersenyum teryata kekasihnya masih terjaga. Lebih tepatnya terbangun karena suara ponsel yang berdering..
" Baby, ini aku your boyfriend. Aku tidak menganggu mu kan,?" Dengan senyum senyum sendiri di kamar yang gelap Lionel bak orang gila yang condong kearah bodoh.. jelas jelas di tengah malam waktunya orang tidur masih juga bertanya tidak menganggu..
" Dasar Gila!! Kau tidak melihat sekarang pukul berapa?!" Berkata dengan marah suara Berly sampai menghunus ke telinga Lionel..
" Aku melihat, sekarang pukul dua belas malam." Sahut Lionel enteng..
" Baby, Biasakan berbicara manis sekarang kita kan pasangan kekasih. Aku hanya ingin mendengar suaramu untuk pengantar tidur ku saja." Sudah di bentak sedemikian rupa pun Lionel tetap berbicara dengan lembut. Jika telepon dengan orang lain boro boro berbicara lembut yang ada justru datar dingin jelas dan padat.
" Kekasih Gundul mu!!! **** you!!" Berly memaki sebelum akhirnya mengakhiri teleponnya.. dasar pria tidak punya kerjaan. Dan akhirnya kembali tidur.
__ADS_1
Di maki dan panggilan diputus sepihak Lionel tidak merasa kesal justru terlihat bahagia.. bikin gemas saja aku ingin melihat wajahnya. Omongan mommy benar-benar manjur aku sudah tergila-gila dengan wanita crewet bar bar dan punya tutur kata yang kasar.
Tertawa cekikikan sendiri Lionel memeluk guling lalu berguling ke kanan dan ke kiri layaknya anak kecil yang kegirangan setelah mendapatkan hadiah mainan. Sangat gemas sekali rasanya ingin menggigit pipi kekasih yang beberapa jam yang lalu di kenalnya..
" Aku mengantuk begitu mendengar suara merdunya," Bergumam Lionel akhirnya memejamkan matanya setelah mendengar suara merdu Berly padahal suaranya tidak ada merdu merdunya lebih mirip suara Toa ibu ibu senam. Lionel saja yang gila menjadi budak cinta..
*
*
Pagi pagi sekali Lionel sudah sangat tampan sembari bersiul pria yang sedang jatuh cinta itu menuruni anak tangga di tangannya juga sudah ada kunci mobil yang di putar putar..
" Kau tidak bekerja,?" Kendrick menegur putranya. Melihat Lionel yang berpakaian kasual rasa ingin tahunya mencuat apalagi semenjak menjadi presedir di Perusahaan Grandpa nya Lionel tidak pernah libur satu kalipun di hari kerja. Dan pagi ini apa putranya ini berpakaian kasual tidak mungkin untuk pergi ke perusahaan dengan pakaian seperti itu.
__ADS_1
Lionel menghentikan langkahnya tapi masih memutar kunci di jarinya. " Aku ada pekerjaan yang sangat penting di luar perusahaan. Aku pergi dulu." Jawabnya berlalu pergi meninggalkan Hansel yang masih penuh pertanyaan di kepalanya..
Memakai kacamata hitamnya Lionel mulai melajukan mobil sport hitam miliknya menuju Mansion Kornelius. Misi pertama setelah memiliki kekasih adalah mengantarkan bekerja dan makan bersama calon mertua. Untung saja Trex sangat cepat mencari informasi tentang Berly. Belum apa apa sudah mengklaim orang tua Berly sebagai calon mertu. Percaya diri sekali laki satu ini.