
*
*
*
Dengan percaya diri Lionel kini berada tepat di depan pintu Mansion setelah di perbolehkan masuk oleh penjaga gerbang. Dengan membawa bunga yang di belinya di jalan tadi Lionel mulai menekan pintu itu..
Flora sang nyonya rumah yang kebutuhan sedang mengganti bunga di dekat pintu segera melihat monitor yang terpasang di sebelah pintu untuk melihat siapa tamu yang datang... Mata wanita paruh baya itu menyipit saat melihat punggung seorang pria. Pria itu memiliki tinggi di atas rata-rata tubuhnya sangat bagus pakaian yang di kenakan juga dari brand mahal..
Tidak mau penasaran terlalu lama Flora membuka pintu besar itu.
" Maaf Sedang mencari siapa ya,?" Tanya-nya dengan sopan.
Barulah Lionel berbalik. Tersenyum manis ketika melihat wanita paruh baya yang mirip dengan kekasihnya itu. Benar. kesan pertama bertemu calon mertua harus terlihat sopan murah senyum dan tidak sombong agar di restui bersanding dengan sang putri..
" Pagi Aunty, Berly nya ada?," Bertanya dengan sopan dengan mempertahankan senyum indahnya Lionel sama sekali tidak ingin membuat kesan buruk pada calon mommy mertua.
__ADS_1
" Astaga!! Kau Lionel kan,? Cucu Tuan Bryan Costra yang baru menjadi presedir itu?!" Terkejut Flora bukannya menjawab pertanyaan Lionel wanita paruh baya itu justru terkejut Lionel bertamu pagi pagi sekali ke Mansion miliknya yang tidak seberapa ini.
" Benar sekali. Boleh aku masuk?," Bertanya tanpa malu ataupun sungkan. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu kekasih ku dari pada membuang waktu di depan pintu.
Plin plan sekali pria ini tadi berkata ingin membuat kesan baik tapi sedetik kemudian sifat tak sabarnya muncul..
" Ya silahkan masuk." Membiarkan Lionel masuk ke dalam Mansion dengan senang hati kapan lagi mendapatkan tamu tampan selain tampan kaya lagi..
Lionel duduk di sofa tanpa disuruh. Lihat tindakan nya saja sudah mencerminkan tidak punya sopan santun masih berfikir tentang membuat kesan yang baik.. Tuan Muda kaya memang beda.
" Mau di buatkan minum apa?" Bertanya sebelum menyuruh pelayan membuat minuman..
" Apa?,,
" Maksud ku susu bear brand adakah?" Kilahnya dengan cepat..
" Oh Bear Brand ku pikir apa. Ada, susu domba pun kalau mau juga ada." Ucap Flora yang justru menawarkan susu jenis lain..
__ADS_1
" Susu Bear Brand saja." Aku maunya susu Berly.. pasti lebih menyegarkan. Kalau saja Flora tahu pikiran Lionel sudah pasti pria itu akan di blacklist dari daftar calon mantu sebelum memperkenalkan diri sebagai kekasih Berly.
Flora mengangguk dan meminta pelayan mengambilnya minuman yang di minta di lemari es.
" Oiya tadi kau ingin bertemu siapa,?" Flora bertanya karena baru mengingat jika pria ini pasti sedang ingin bertemu dengan salah satu anggota keluarganya.
" Kimberly. Aku datang untuk bertemu Berly." Katanya.
" Berly,? Apa anak itu menyinggung mu. Maaf anak itu memang susah di atur. Aku minta maaf atas nama putriku." Panik takut jika Lionel datang ingin membuat perhitungan pada putrinya.
" Jangan minta maaf. Berly tidak melakukan kesalahan apapun padaku.. satu satunya kesalahan putrimu adalah telah mengambil sesuatu berharga dariku." Kata Lionel memegang dadanya dan menampilkan wajah menyedihkan..
" A-- Apa?," Terbata Flora semakin takut saat melihat ekspresi Lionel yang menyedihkan bertanya tanya barang apa yang telah di ambil Berly dari Lionel. Yang pasti itu mungkin sangat mahal dan berharga hingga membuat seorang Lionel yang selalu berwajah datar menjadi terlihat rapuh..
" Hatiku, Putrimu telah mencuri hatiku." Perkataan Lionel itu bertepatan dengan datangnya Matthew dan Berly. Keduanya turun bersama setelah Berly mengomel habis habisan pada Matthew mengenai insiden kemarin..
Mendengar perkataan Lionel sontak saja Berly tak terima. " Omong kosong apa yang kau katakan pada Mommy ku?!" Bertolak pinggang Berly memandang tajam Lionel. Yang justru terlihat seperti tatapan anak anjing bagi Lionel..
__ADS_1
Cinta memang buta. Di mata Lionel bahkan jika Berly buang air besar di depannya pun akan terlihat menggemaskan.