My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Jebakan.


__ADS_3

*


*


*


Kini Lionel. Ellen dan dua rekan bisnisnya sudah berada di salah satu Club malam terkenal di Kota itu.. Beberapa wanita cantik dengan pakaian minin berbondong menghampiri meja mereka...


" Jangan menyentuh ku!!" Lionel menatap dingin wanita yang membelai lengannya..


" Jangan mengganggunya!!.. kalian boleh berada di sisiku. Tuan Lionel begitu mencintai kekasihnya dia tidak akan tergoda dengan wanita seperti kalian." Ucap Salah satu rekan binis Lionel..


Wanita itu mundur dan beralih menghampiri pria itu bergelandotan dan sesekali menggoda...


Lionel menatap jijik apa yang mereka lakukan.. Ia ingin cepat pulang dan melakukan panggilan dengan Berly dari pada di tempat dengan banyak orang bertingkah gila di sini...


Sementara Ellen diam diam menyelinap keluar menghampiri meja bartender.. terlihat Ellen Terlibat percakapan dengan salah satu bartender. Dan beberapa kalu bartender itu mengangguk dan mengeluarkan beberapa botol kecil untuk di tunjukkan pada Ellen..


" Yang mana obat dengan dosis tinggi?," Ellen melihat satu persatu lima botol kecil dengan label berbeda yang di tunjukkan bartender.. Dirinya belum berpengalaman dengan obat-obatan itu jadi tidak tahu mana yang bisa meningkatkan birahi lebih kuat...


" Aku merekomendasikan yang ini." Bartender itu menggeser botol kecil dengan tutup berwarna merah kedepan. " Obat ini memiliki Dosis yang masih tergolong aman bagi orang yang meminumnya tapi jangan salah walaupun Aman tapi effect yang di timbulkan setelah lima menit meminumnya sangat dahsyat selain akan merangsang tubuh mereka yang meminumnya bisa mengecoh bayangkan orang itu.." Kata Bartender itu menjelaskan..


" Jadi maksudnya obat ini tidak terlalu bahaya setelah obat itu mereda.. tapi juga menimbulkan sensasi yang luar biasa beberapa menit setelah meminumnya?," Tekan Ellen..

__ADS_1


" Benar.. dan bisa saja orang yang meminumnya akan membayangkan seseorang yang ada dipikirannya bahkan ketika yang di depannya Bukankah orang itu."


" Aku akan ambil ini.. oleskan di gelas wine atas pesanan ruang VIP no kosong tiga..." Ellen menyodorkan beberapa uang dolar pada bartender itu...


" Kenapa tidak langsung di masukkan kedalam botol wine supaya tidak mencolok?," Tanya Bartender itu. Ia merasa heran kenapa wanita itu hanya ingin dirinya mengoleskan dalam gelas dan bukan menuangkan dalam botol..


" Karena targetku hanya satu bukan satu rombongan." Jawab Ellen


Bartender itu mengangguk " Waiters ini yang bertugas mengantarkan pesanan di ruang VIP nanti." Menarik wanita yang baru datang dan di perkenalkan pada Ellen supaya Kliennya itu tidak bertanya Tanya kenapa orang lain yang mengantarkan pesanan nanti..


Ellen mengangkat jempolnya lalu berlalu pergi untuk kembali ke ruangan VIP setelah memperingati agar bartender dan waiters itu melakukan dengan hati hati...


Ellen pun kembali duduk di sebelah Lionel.. tak lama setelah itu seorang waiters datang membawa pesenan mereka.


Ellen terseyum Smirk.. menuangkan Wine untuk Lionel di gelas yang di pesannya dan dua gelas milik rekan bisnisnya. Tinggal menunggu menit saja Ia akan mendapatkan apa yang di inginkan nya sebentar lagi....


Lionel mengangkat gekas wine itu tanpa ragu dan rasa curiga. " Mari bersulang. Aku akan pergi setelah menghabiskan satu gelas untuk menghormati kalian." Kata Lionel..


Dua pria itu tersenyum dan juga melakukan hal sama.. " Bersulang untuk kerjasama kita. Tuan Lionel."


Ting!!!


Suara benturan gelas menggema di ruangan itu. Dan detik itu juga Lionel meminum habis Wine miliknya..

__ADS_1


Lionel meletakkan gelas itu di atas meja.. dan Berniat pergi dari sana... Dua rekan bisnisnya pun tidak mencegahnya lagi karena Lionel dari awal sudah menegaskan bahwa Lionel akan pergi setelah menghabiskan satu gelas wine nya.


Ellen membungkuk pada dua pria itu dan bergegas menyusul Lionel.. Ellen berjalan cepat untuk mengejar Lionel yang berjalan dengan langkah cepat oria itu juga sudah melepaskan jas yang di pakainya. Jalannya pun sedikit terhuyung huyung...


" ****!!! Ini tidak boleh terjadi!!!" Umpat Lionel yang sadar bahwa tubuhnya sedang tidak beres... Sekuat tenaga Lionel terus berjalan dan ingin kembali ke hotel secepatnya ia tidak ingin melakukan kesalahan yang membuat Berly jijik terhadapnya.. Tapi tubuhnya sungguh tidak bisa di kendalikan,. Pikiran dan tubuhnya saling berhianat saat ini ia sangat ingin bercinta dan menumpahkan rasa tidak mengenakan dalam tubuhnya..


Lionel meletakkan tangannya di dinding saat ini Lionel berada di sebelah pintu keluar masuk Club.


" Lionel. Kau tidak apa?," Tanya Ellen menyentuh pundak Lionel.


" JANGAN MENYENTUH KU BITCHHH!!.." LIONEL MENEPIS TANGAN WANITA YANG MENYENTUH PUNDAKNYA DENGAN SISA KESADARANNYA. IA BAHKAN TIDAK MENYADARI JIKA WANITA ADALAH ELLEN..


" Kau tidak baik baik saja.. Kau membutuhkan bantuan!" Ellen menegakkan tubuh Lionel dengan paksa. Lionel yang memang sudah di ambang batas melihat Ellen.. Sentuhan tangan Ellen yang berada di pundaknya membuatnya sedikit dingin...


Lionel menangkup wajah Ellen. " Baby kau disini?" Ucap Lionel yang melihat Berly di wajah Ellen..


Ellen meraih tangan Lionel yang memangkup wajahnya dan membawa tangan besar itu ke bibirnya untuk di kecup...


Darah Lionel semakin mendidih apalagi yang melakukannya adalah kekasihnya sendiri..


" Baby. aku di bius tolong bantu aku.." Bisik Lionel dengan suaranya yang begitu serak Lionel dengan tergesa-gesa mendorong tubuh Ellen yang dikiranya berly itu Kedinding . Meraba dengan sensual wajah Wanita itu dengan jarinya. Dan Wajahnya segera di tenggelamkan di leher wanita itu... Ellen mendongak sembari meremas rambut Lionel. Bibir wanita itu melengkung karena mendapatkan apa yang di inginkan dan setelah ini mau tidak mau Lionel akan bertanggung jawab padanya...


... ************...

__ADS_1


__ADS_2