My Lovely Girlfriend.

My Lovely Girlfriend.
Kamar Mandi.


__ADS_3

*


*


*


*


Sepanjang acara Matthew sama sekali tidak melepaskan tangan putrinya walaupun sedang berbincang dengan para rekan bisnisnya pun pria paruh baya itu tetap menggenggam putrinya seakan takut jika putrinya itu menghilang..


Berly yang tidak biasa dan tidak suka berbasa basi pun hanya diam sembari menyesap wine di tangannya. Sebenarnya Berly sudah sangat gatal ingin menemui temannya yang kebutuhan juga datang bersama orangtuanya. Tapi daddynya itu sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya walau hanya sedetik saja.


Tiba dimana sang mc mulai membuka acaranya barulah para undangan menduduki kursi yang sudah di sediakan. Barulah ketika sang pengantin akan berciuman di altar. Matthew berpamitan pada Berly untuk pergi ke toilet sebentar. Matthew mewanti-wanti Berly agar tidak kemana-mana dan diam saja di tempat..


Berly hanya mengangguk saja sembari melambaikan tangannya pada sang daddy barulah Matthew sedikit lega meninggalkan putrinya..


Lima menit berlalu Matthew tidak kunjung datang dan acara sudah memasuki tahap lempar bunga pengantin.. disaat para wanita lajang berkumpul untuk menangkap bouquet bunga. Serly justru tidak tertarik sama sekali mata wanita itu justru terus melihat kearah pintu masuk berharap sang daddy segera kembali.. di saat kesabarannya hampir habis teleponnya tiba tiba berbunyi dan itu dari sang daddy.

__ADS_1


" Ada apa daddy menelfon jangan jangan terjadi sesuatu lagi?," Berly buru-buru mengangkat panggilan dari Matthew.


" Hallo Dad, Daddy dimana dan kenapa tidak kunjung kembali,?" Merasa cemas dengan daddynya Berly sampai tidak sadar berbicara dengan suara yang sediki keras..


Berly melihat kesekeliling dan semua mata tertuju padanya. Berly lalu berjalan menjauh dari tempat acaranya sembari mendengarkan daddynya yang berbicara di severang telepon..


Sementara itu di tempat keluarga penyelenggara acara.. ada pemandangan menarik perhatian para wanita lajang yang menghadiri pesta.. satu satunya keturunan keluarga kaya itu yang masih berstatus lajang siap lagi kalau bukan Lionel Emmanuel Costra yang saat itu tengah menggendong bocah kecil di lengannya bocah yang tadi di perkenalkan sebagai putra dari Leon yang saat ini melangsungkan pernikahan..


Lionel yang menggenakan jas hitam tanpa di kancing membuat pria itu jauh kebih menggoda di tambah dengan anak kecil di gendonganya. Para wanita yang melihatnya tidak bisa tidak memikirkan jika bisa bersanding dengan pria itu dan menghasilkan putra yang menggemaskan seperti Roy.. pikiran wanita itu semakin liar saat Lionel melepaskan dua kancing atas kemejanya. Pemandangan yang terlihat slow motion di mata mereka..


" Kau terlihat bahagia sekali Boy," Tanya Lionel mencolek hidung mancung Roy yang dibalas kekehan dari bocah imut itu.


" Ya Uncle juga ikut senang akhirnya Roy bisa berkumpul dengan Daddymu." Sahut Lionel mrngusap rambut keponakannya.


" Kau tidak ingin menghampiri orang tuamu,?" Tanya Lionel.


Roy menggeleng aku tidak ingin mengganggu mereka untuk saat ini. " Aku ingin bersama Uncle saja apakah Uncle Lionel Keberatan?" Tanya Roy memandang Lionel dengan mata bulatnya yang berwarna abu-abu itu.

__ADS_1


" Tentu tidak. Malam ini kau bebas menganggu Uncle tertampan mu ini.!" Sahut Lionel mengangkat tinggi tubuh Roy dengan kedua tangannya.


" Uncle aku ingin ke kamar mandi." Ucap Roy yang kebelet pipis.


" Okey Uncle akan mengantar mu." Sahut Leon membawa Roy ke toilet.


Sesampainya di Toilet Roy pun turun dari gendongan sang Uncle dan segera menuju ke tempat pembuangan air kencing begitupun dengan Lionel yang juga melakukan hal sama.


Di waktu bersamaan di luar toilet Berly yang mendapatkan telepon Matthew untuk menjemputnya di toilet pun tanpa pikir panjang membuka kasar kamar mandi khusus pria. yang di pikirannya adalah sang daddy yang tiba-tiba merasa ingin pingsan dan tidak punya tenaga untuk berjalan..


Brakk!!!!


Begitu pintu terbuka pemandangan pertama yang di lihat oleh Berly adalah dua Pria tampan beda generasi yang sedang berdiri dengan resleting celana mereka yang terbuka Berly bisa melihat bentuk milik keduanya bahkan warnanya pun Berly melihat dengan jelas. Karena mereka menghadap kearahnya. Mungkin kedua pria itu refleks berbalik karena dirinya membuka pintunya terlaku kasar..


Membeku sejenak karena shock hingga beberapa detik kemudian barulah Berly berteriak sekuat tenaga " Aaaaaa!!!!..." Sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya Berly terlihat seakan enggan melihat pemandangan di depannya tapi tanpa sadar tangan itu menutup dengan cela yang lumayan lebar yang memungkinkan melihat dengan sangat jelas dua pria itu..


Sedangkan Roy dan Lionel yang tercengang kembali membalikan tubuhnya dengan cepat.

__ADS_1


" Shittt!!!..." Umpat Lionel memasukan kembali barangnya dan menutup resleting celana mahalnya begitupun dengan Roy yang melakukan hal yang sama.


__ADS_2