Namaku Rindu

Namaku Rindu
prakata


__ADS_3

"hoam..." suara serak khas bangun tidur ku, kemudian duduk d pinggir tempat tidur.


seperti hari-hari yang telah berlalu, kupikir tak kan ada yg istimewa dalam keseharian ku.


dengan mata yang masih terasa berat, ku langkahkan kaki menuju kamar mandi.


"rinduuuuu, bangun! mau sampai kapan kamu tidur haaa!" suara yg tak asing d telinga, ya itu suara ibu ku.


"iyaa Bu, ini rindu lg mandi." sahutku.


20 menit kemudian, aku sudah rapi dan menemui ibu.


"Bu, rindu mau berangkat sekolah dulu ya Bu." pamitku sambil menjangkau tangan ibu untuk kusalami.


"Yaudah sana jalan, gak usah sok manis.cepet deh pergi, sumpek liat mukak mu!" jawab ibu ,sembari menampik tangan ku.


Dengan air mata yang sudah terkumpul d pelupuk mata, kulangkahkan kaki keluar rumah menuju sekolah.


Beberapa menit berjalan, sampai d halte tempat biasa aku menunggu bis sekolah.


5 menit kemudian, bis sekolah datang. Akupun masuk, memilih duduk d pinggir jendela.


Mata ku menatap jauh entah kemana, tak terasa air mata yang sejak tadi terkumpul, akhirnya berlinang tak dapat ku bendung lagi.


Aku menangis lirih, rasanya perih hatiku jika mengingat yang terjadi sebelum aku berangkat sekolah.


Hal seperti itu selalu saja terjadi berulang kali, dan selalu berhasil membuat luka hatiku terus menganga.


Namaku Rindu Besari.aku seorang pelajar kelas X SMA. Ayahku bernama pak Amin Besari, ibu ku bernama Bu Erna Tomo.


Aku memiliki seorang adik bernama Angkasa Besari. Dia duduk d bangku SD kelas 6.


Entah sejak kapan, aku pun sudah lupa sejak kapan ibu berubah.Tidak pernah aku merasakan kasih sayangnya,karna terlalu sering nya ibu berkata kasar padaku.Bahkan tak jarang, tangannya pun sangat ringan kepadaku. Tapi, tidak hal nya dengan Kasa,adikku. Sampai detik ini, ibu selalu bersikap manis padanya. Sempat terbersit tanya di benakku, apa aku bukan anak ibu? Kenapa ibu seolah sangat membenciku.


Hampir tiap malam aku menangis, meratap pilu, bahkan sering aku bertanya pada Tuhan, untuk apa aku dilahirkan? Jika hanya akan menderita??


Jika aku bisa bertemu Tuhan, aku akan bertanya pada Nya, Mengapa aku harus lahir kedunia??


Bukankah segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah kehendak Nya? Dan bukankah Dia tidak akan menguji seorang hamba melebihi batas kemampuan nya? Lalu mengapa Tuhan membiarkan aku menjalani hidup seperti ini?

__ADS_1


Tetiba aku terhenyak,ketika kusadari aku kelewatan 3 halte dari halte tujuanku


"astaga" aku terkejut


akhirnya aku turun dari bus dan berjalan menyusuri halte. Hingga sampailah aku d depan gerbang sekolah.


SMA PELITA BANGSA


"Pagi Rindu" sapa seseorang.


"Semangad Pagi Pak Diman." Jawabku ditambah senyumku yang lebar.


Dengan senyum nya,lelaki itu menyambut ku memasuki gerbang sekolah.Ya, namanya Pak Diman, beliau adalah security sekolah.


"kruyuk...." aduh,keluhku


"Lhah, pasti Rindu belum sarapan deh. Sarapan dulu gih, kantin sekolah juga sudah buka. Jangan biarkan perut kosong d pagi hari" Pak Diman mengejutkan ku.


"Ah iya pak, jadi malu suara cacing d perut saya kedengaran ya pak" kataku sembari menggaruk kepala yang tak gatal.


"Ayo sarapan, hari ini kan upacara. Jangan sampai nanti Rindu pingsan karena tidak sarapan" ujar Pak Diman.


"Baik pak, Rindu ke kantin dulu ya pak." Jawabku sembari tersenyum, lalu melangkah menuju kantin.


"Ah, ini pasti aroma nasgor telor dadar Bu Heti" kataku sambil meneguk saliva.


Ketika aku akan melangkah, seketika aku mengurungkan niat kesana.Betapa tidak, aku tak pernah d beri bekal oleh ibu. Beruntung ada bus sekolah gratis, sehingga aku tak perlu jalan kaki karna tak punya ongkos.


Baru saja aku akan menuju taman sekolah tiba-tiba aku d kejutkan oleh suara seseorang.


"Rindu..!"Teriak seseorang.


"Kemal?" Tanyaku.


"Mau kemana kamu? Bukannya tadi mau ke kantin ya? kok malah berbalik?" Tanya Kemal.


"Oh itu ,ng nggak kok Mal. Aku gk laper,ngapain ke kantin. Aku mau ke taman sekolah dulu ya." Jawabku kikuk, dan terkejut nya aku ketika lagi² suara perutku terdengar orang lain,dan lebih malu lagi karena suara kruyuk ini terdengar oleh Kemal. Memerah lah mukaku menahan malu.


"Nah kan, katanya gak lapar?" Suara Kemal membuatku tambah bingung.

__ADS_1


"Duh, gak deh Mal. Aku ke kelas aja lah." Sanggah ku.


"Udah ayo ikut!" Kemal menarik pergelangan tangan ku menuju kantin.


"Tapi Mal..." aku menahan langkah.


"Babang Kemal yang traktir dedek Rindu sarapan oke" seru Kemal kemudian menyentuh ujung hidungku. Tentu saja ini membuat pipiku semakin memerah.


Kemal Nugraha, dia adalah teman sekelas ku. d usia yang belum genap 16 tahun, tingginya sudah 170 cm. Kulitnya yang khas Indonesia, di tambah perawakannya yang mirip Aktor pemeran film Gundala ini telah berhasil mencuri perhatian ku sejak kami kelas 6 SD.


Ya, aku dan Kemal bertemu ketika kami masih duduk d kelas 6 SD. Kami bertemu ketika sama-sama mengikuti lomba Cerdas Cermat antar sekolah. Sejak itu aku sering bertemu dengannya. Hingga akhirnya kami sekolah d SMP yang sama, dan ternyata sekarang pun kami bersekolah d SMA yang sama.


"Weyy, ayo babang Kemal lavar nih dek Rindu. Jangan malah bengong.Ntar kesambet lhoh" Kemal mengejutkan ku.


"Eh, iya iya. Ayo jalan" kataku semakin gugup ketika kami beradu pandang.


Sesampainya d kantin, Kemal memesan makanan k kedai Bu Heti, sedangkan aku langsung duduk d kursi panjang berwarna hijau. Sambil menunggu Kemal, kuarahkan pandangan ke sekeliling kantin, tetiba netra ku beradu pandang dengan seorang laki-laki. Dia menatapku dengan sendu lalu menganggukan kepala.


Aku yang terkejut pun menjadi kikuk. Entah sejak kapan lelaki itu menatap ku.


10 menit kemudian, Kemal datang membawa 2 piring nasi goreng, di susul mbk Heny yang mengantarkan 2 gelas teh manis hangat.


"Tadaaaa, nasi goreng spesial telor dadar sudah siap. Silahkan d santap Inces Rindu." Kemal membuatku semakin malu saja.


"Duh Rindu, seneng banget ih punya pacar kayak Kemal. Sayang banget gitu. Andai mbk Heny punya pacar kayak Kemal, duh bahagia sekali." kata kata mbk Heny sontak membuat ku terkejut. Baru saja aku akan menyanggah ucapan wanita berparas manis itu, tiba tiba suara Kemal terdengar.


"Iya dong mbk Hen, aku beruntung dapetin Rindu, makanya aku sayang-sayang. iya kan dear.." ucap Kemal sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Are you okey Sir ?" kataku sembari mengangkat alis.


Kemal hanya tertawa kecil.


" Udah hayu dimakan sarapan nya. nanti keburu bel upacara nyengir deh." mbk Heny menyela.


Akhirnya kami sarapan, dan tanpa kusadari,ada seseorang yang terus saja menatap kearah kami berdua.


sial,apa benar mereka berpacaran? nggak, nggak mungkin. Rindu itu hanya buat gue, gk akan gue biarkan hal itu terjadi.


Sejak kecil gue udah suka sm dia, bisa-bisanya dia pacaran sm orang lain.

__ADS_1


...Mohon dukungannya yaa readers semua. Maapkeun jika cerita dan penulisan nya belum maksimal, karna ini karya pertama author. Semoga banyak dukungan dari readers agar aku semangat untuk update kisah Rindu Besari....


Salam Sayang


__ADS_2