Namaku Rindu

Namaku Rindu
Ayah Besari bertemu Rindu (part 3)


__ADS_3

"Keluarga pasien Rindu..." .....


Pak Besari dan lainnya langsung berhambur menuju sumber suara dari pintu ruang ICU.


"saya Ayahnya Dok. bagaimana kondisi putri saya?" Besari panik


"Alhamdulillah Pak, atas kuasaNya. putri bapak telah melewati masa kritis nya. dan saat ini ia telah sadar dari koma nya " jelas sang Dokter dengan raut bahagia.


"Alhamdulillah......." suara yang lain terdengar lega.


"Alhamdulillah y Allah. Engkau memang Maha Baik. Terimakasih telah mengembalikan putriku y Allah" Pak Besari refleks bersujud syukur. Dokter pun membantunya bangkit.


"Lalu bagaimana kondisi nya sekarang Dok? apa ada efek samping dari koma nya?" tanya Besari cemas.


"Kami memeriksa kondisi Rindu cukup intens karena menengok dirinya yang baru sadar dari koma lebih dari satu bulan ini. Namun seperti yang saya utarakan diawal ini adalah kuasaNya, mukjizat dari Tuhan Pak. puluhan tahun saya menjadi dokter, baru kali ini ada pasien setangguh Rindu." terang sang dokter.


"Maksudnya?" tanya Kemal penasaran.


"Biasanya, orang yang baru sadar dari koma akan kehilangan beberapa kemampuan saraf sensorik maupun motorik nya Nak. Namun setelah kami melakukan observasi, kondisi Rindu 80% baik. hanya perlu sedikit pemulihan." ujar sang Dokter kagum.


"Alhamdulillah. lalu apa boleh saya menemui putri saya sekarang?" Besari antusias.


"Tentu saja Pak. tapi nanti di ruang rawat. kami akan memindahkan Rindu ke ruang perawatan. Tapi saran saya, jangan buat Rindu mendengar atau mendapatkan hal-hal yang mengejutkan. sebab dikhawatirkan hal tersebut akan mempengaruhi kinerja otaknya. Karena seoptimal apapun kondisinya saat ini, ia baru saja bangkit dari koma" jelas sang dokter.


"Baiklah Dok kalau begitu terimakasih banyak. sekali lagi terima kasih." Besari memeluk dokter Himawan.


"Apa? Rindu sudah sadar? Artinya mas Amin akan bersatu lagi dengan Erna dan anak-anaknya. kalau begitu posisi Nara akan semakin terancam! Tidak bisa. tidak akan kubiarkan. Rindu, kau harus lenyap dari muka bumi"


Tiba-tiba Nara terhenyak melihat seseorang yang ia kenal seolah mengintai dari sudut yang tersembunyi.


"Mommy? iya itu mommy. ngapain mommy sembunyi disitu. aneh" gumam Nara dalam hati.


"Menurut ku sebaiknya yang menemui Rindu pertama kali adalah Kemal. Karena selama ini Kemal lah yang paling dekat dan akrab dengan Rindu." ucap Ibra.


"Iya, aku setuju. Jangan kak Ibra yang menemui Rindu, yang ada Rindu koma lagi karena d paksa menikah dengan kak Ibra" Ridho berseloroh membuat yang lain tertawa

__ADS_1


"Bapak setuju, nak Kemal nanti bicara yang santai-santai saja dengan Rindu. Jangan membahas hal yang membuat adrenalin nya berpacu." imbuh Pak Budi.


"Ibu juga ingin bertemu Rindu." Bu Inggit merajuk


"Sabar Bu. pelan-pelan;yaa. kita gak mau kan terjadi hal buruk pada Rindu."Bujuk Pak Budi.


"Iyaa Pak. ibu gak mau lagi melihat Rindu bertaruh nyawa." sahut Bu Inggit.


"MaasyaaAllah, subhanallah, terimakasih ya Allah karena Engkau menjaga Rindu di antara orang-orang baik disaat hamba tak ada disisinya. terimakasih y Allah" batin Besari yang tanpa sadar menitikkan air mata haru akan kebaikan orang-orang disekeliling putrinya.


Brankar keluar dari ruang ICU, orang-orang pun bergegas menepi dari lorong rumah sakit. Nampak Rindu yang terpejam d atas brankar. kali ini kondisi nya jauh lebih baik. Hanya ada infus terpasang di tangan kirinya.


Semua orang terlihat bahagia disana melihat keajaiban itu.


Bagaimana tidak, beberapa jam yang lalu tubuh gadis itu masih d penuhi alat-alat medis. bahkan detak jantung nya sangat lemah. siapa sangka siapa nyana beberapa jam kemudian kondisi nya terlihat sangat baik. Ya semua atas izin Allah. Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak.


....................


"Mas Sari. ia betul itu mas Sari. pemuda itu? itu kan kemal.apa mas Sari sudah bertemu Rindu? Tunggu, anak itu seperti nya aku pernah bertemu dengan anak itu . dimana yaa" Erna memperhatikan lima orang pria yang keluar dari bangsal perawatan VIP.


"Ya anak itu yang waktu itu bertabrakan dengan ku. siapa dia?" Erna penasaran.


"Tunggu, perempuan itu. ya dia itu perempuan yang mengaku istri baru mas Sari 12 tahun lalu. kenapa dia malah sembunyi disitu?" Erna penasaran. Ia pun kembali sembunyi ketika perempuan yang tak lain adalah Lidya mengikuti Besari dan pemuda-pemuda itu menuju ruang ICU.


..........................


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah Engkau kembalikan putriku. Maafkan ibu ya cemplon. ibu gak berani menemui mu. ibu yakin kamu pasti membenci ibu. ibu yakin sekarang kamu bisa hidup bahagia dengan ayahmu" Erna lirih ketika melihat brankar yang membawa putri nya melintas di hadapannya. Sayangnya ia menyamar hingga tak ada yang mengenali nya.


"Perempuan itu lagi. Sebenarnya apa yang terjadi selama 12 tahun ini. Sepertinya ia punya niat jahat. Tidak akan kubiarkan kau menyentuh putri ku. aku akan melakukan apapun untuk membuat Rindu bahagia. aku akan menebus kesalahanku padanya selama 12 tahun ini. tak kan ku biarkan siapapun menyakiti putriku. cukup aku kehilangan mas Sari dan Angkasa." Erna geram melihat lagi-lagi Lidya mengintai Besari dan yang lainnya.


Ruang perawatan Rindu


"Terimakasih yaa sus." suara Rindu lirih.


"Ia mbk Rindu. kalo mbk Rindu perlu bantuan, tekan tombol ini saja ya."terang seorang suster ramah.

__ADS_1


"Baik sus"....


"Selamat beristirahat, permisi" para suster keluar dari kamar Rindu.


"Ya Allah, sudah berapa lama ya aku di rumah sakit. siapa yang membawa ku ke rumah sakit? ibu? ah kurasa bukan. seingat ku, ibu marah besar padaku dan mengusirku. lalu... hmm yaa, Bu RT. pasti Bu RT yang membawa ku kesini." gumam Rindu sembari memperhatikan tiap sudut ruang perawatannya.


"Duh haus, aku ambil minum ah." Rindu berusaha menggapai gelas berisi air putih di atas nakas, namun tangan tak mampu menggapai gelas tersebut.


"Duh Rin-Rin. hati-hati ih. kamu tuh bisa gak minta tolong, jangan nekat deh" Kemal yang menangkap tubuh Rindu yang hampir jatuh.


Setelah merapikan posisi Rindu, ia pun mengambilkan minum untuk Rindu.


"Nih minumnya" ucap Kemal sembari menyodorkan gelas pada Rindu.


"Dih, kenapa deg-degan gini ya ketemu Kemal. biasanya gak kenapa-kenapa" Rindu salah tingkah, wajahnya bersemu merah.


"Mukamu merah Rin, kenapa? cieee" ejek Kemal yang sontak membuat Rindu tersedak.


"Uhuk uhuk uhuk ...."Rindu tersedak mendengar ejekan Kemal.


"Dih, si Neneng di bilangin pelan-pelan minumnya." Kemal menepuk punggung Rindu pelan, lalu mengambil gelas dari tangan Rindu dan membasuh air yang berantakan disekitar wajah Rindu.


"Ehemmm..."....


"Loh ada kak Ibra sama Ridho juga?" Rindu terkejut.


"Iyalah Rin, primadona Pelita Bangsa koma, masa iya kita diem aja" Ridho berkelakar.


"Bagaimana sekarang perasaan mu Rin?" tanya Ibra.


"Alhamdulillah lebih baik kak. Hanya terkadang sedikit pusing, dan punggung agak nyeri. mungkin kelamaan rebahan yaa" Rindu yang kikuk berusaha mencairkan suasana. Dia masih ingat betul bagaimana pemuda berambut keriting ini mengatakan bahwa ia adalah calon suaminya. Hal itu membuat Rindu merasa canggung tentunya.


"Cepet sembuh yaa Rin. biar cepet ikut ujian susulan" kata Ibra.


"Astaga! sudah ujian akhir nasional? selama itu aku koma??" Rindu terkejut.

__ADS_1


"Bukan Neneng, ujian akhir semester. kita masih kelas X nih. insyaallah naik kelas XI. kamu kan koma cuma sebulan lebih." Kemal berujar menahan tawa


"Eh kirain aku koma sampe bertahun-tahun kayak di novel-novel gitu" Rindu nyengir sambil menggaruk kepala yang tak gatal. Di luar ruangan, Besari sangat bahagia mendengar suara putrinya terdengar baik-baik saja.


__ADS_2