Namaku Rindu

Namaku Rindu
Siswa Baru (part 2)


__ADS_3

"Hai..." sapa Rindu.


" jadi namanya Rindu." gumam Sony dalam hati.


Bu Mitha memperkenalkan seluruh pengurus kelas, namun netra Sony hanya tertuju pada seseorang.


"Silahkan Sony kamu duduk d kursi yang masih kosong itu" Bu Mitha mempersilahkan Sony duduk.


"Baik, terimakasih Bu." Sony pun berjalan menuju kursi yang di tunjuk Bu Mitha.


"Hai sob..." sapa seorang siswa


"Hai..." sahut Sony.


"Nama gw Barry Theo. Lo bisa panggil gw Barry." ucap siswa yang kini menjadi teman sebangku Sony.


"Salam kenal Bar .."...


Pelajaran pun kembali berlangsung dengan khidmat.


kriing..kring..


"Mau ke kantin?" tanya Kemal.


"Aku ga laper Mal." sahut Rindu.


"So, mau kemana?" tanya Kemal.


"Mau lihat ospek aja yuk." Rindu bersemangat.


Mereka berdua pun keluar kelas menuju koridor.


"Inget jaman kita ospek dulu ya Mal" ucap Rindu sembari melihat ke arah lapangan sekolah. dimana siswa dan siswi kelas X tahun ajaran baru sedang mengikuti ospek.


"Ingetlah Rin, waktu itu kamu d kerjain kak Stevi. aku kesel banget waktu itu " sahut Kemal.


"Untung ada kak Fayruz yaa waktu itu. jujur yaa Mal, aku tuh seneng banget sama kak Fayruz. dia tuh senior, tapi gak nge sok gtu. dan dia jadi panitia ospek baik banget.


"Kalian kenal kakakku?"....


"Eh Sony. sejak kapan kamu disitu?" tanya Rindu.

__ADS_1


"Barusan kok " jawab Sony singkat.


Mendengar jawaban Sony, Kemal langsung mengerutkan keningnya.


"barusan?" gumam Kemal.


"Riiinnnn...." teriak seseorang memanggil nama Rindu.


"Haiiii" sahut Rindu melambaikan tangan.


"Weisss, gimana gimana tahun ajaran baru.. seru gak??" tanya siswa yang tadi memanggil Rindu.


"Seru Dho, lihat deh kita berasa de Javu gak sih?" sahut Rindu sumringah.


"Apaan sih Rin, gak asik lah nginget jaman kita d ospek. d kerjain parah gw sama kak Garyn n the gank. untung udah lulus tuh orang." sahut Ridho kesal.


"Sudah lah Dho, ini semua tuh namanya sejarah. yang bisa kita ceritakan ke anak cucu kita. jadi yaudah sih gak usah bete gtu mukanya."Rindu berdiplomasi.


"Emang cuma Rindu doang yang bisa bikin adem hati... eaaa" Ridho berseloroh.


"Sa ae kadal...." Kemal terlihat keki.


"Udah ih jangan ribut, klo kumpul udah aja kayak Tom n Jerry" Rindu melerai dua sahabat yang sangat ia sayangi.


"By the way, ada anak baru gak di kelas Kelen?" tanya Ridho.


"Ada" sahut Kemal malas.


"mana Mal, kenalin dong ke gw biar gw move on dari RinRin. d kelas XI Sos 3 ada sih anak baru, cewek, cakep tapi jauh lah sama Rin Rin mah." oceh Ridho.


"Apaan sih Dho" ucap Rindu.


"Serius Rin, aku mau move on dari kamu. soalnya kotak amal gak bakal nyingkir dari bayangan kamu" seloroh Ridho membuat Rindu terkekeh.


"Mana anak barunya?" Ridho penasaran.


"Nih..." sahut Kemal melirik ke arah Sony.


'Ya sallaaammmm, kirain cewek! mana bisa move on dari Rin Rin kalo gini ceritanya." Ridho menampakan wajah kecewa.


di sisi lain SMA PELITA BANGSA

__ADS_1


"Tuh liat si Einstein girl, makin nyebelin aja dia!" Gloria emosi


"Ridho juga ngapain sih, masa iyaa dia gak peka klo ada gw yang cinta mati sama dia" Andin bersedih.


"Eh bentar, kalian liat gak sih itu sebelah Kemal siapa ya? siswa baru bukan sih?" ucap Nawang membuat Gloria dan Andin memfokuskan pada sosok yang di maksud Nawang.


"Keliatan nya dia suka deh sama Rindu. liat deh cara dia natap Rindu." ujar Nawang lagi.


"Kenapa sih cowok-cowok cakep pada nempel ke Rindu hwaaa" Andin menangis.


"Berisik Lo. gw punya ide brilian. gw akan manfaatin siswa baru itu. gw akan bikin mereka dekat, dan artinya Kemal akan menjauh dari si Einstein. And than Kemal akan jadi milik gw." ucap Gloria dengan seringai nya.


*kriing.. kring..


Para siswa pun kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar*.


Besari corp.


tok..tok..tok..


"Permisi pak, maaf notaris sudah datang." ucap sekretaris Pak Besari.


"baik Muly, persilahkan masuk." perintah Besari.


"Selamat siang Tuan Amin Besari." sapa notaris.


"Selamat siang Pak Rudolph Chaniago, silahkan duduk." jawab Besari.


"Jadi bagaimana Tuan, apa yang dapat saya bantu" ucap Rudolph to the point.


"Saya ingin membuat surat wasiat, yang menyatakan bahwa seluruh harta kekayaan saya akan jatuh ke tangan putri kandung saya yaitu Rindu Prameswari Besari."Ucap Besari.


"Kemudian, saya juga ingin membuat surat penyerahan hak waris dari almarhum Gunawan Frederick dan almarhumah Lidya Maulida kepada putra mereka, Naratama Gunawan" ucap Besari sembari menyerahkan beberapa dokumen kepada Rudolph.


" baik Tuan, saya akan segera mengurus segala sesuatunya. Apa ada lagi yang dapat saya bantu?" ...


"Ini juga beberapa dokumen kepemilikan aset atas nama almarhum istri saya Erna Tomo, warisan dari mendiang orang tuanya. tolong juga d alih namakan atas nama Putri saya." ucap Besari lagi.


"Baik Tuan, semua akan saya proses secepatnya. jika semua sudah beres, saya akan kembali untuk meminta tanda tangan anda dan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut." terang pak Rudolph.


" jika tidak ada hal lain saya undur diri. Selamat siang Tuan." Pak Rudolph pamit.

__ADS_1


__ADS_2