
kring..kring..
bel istirahat berbunyi. semua siswa keluar kelas,ada yang langsung menuju kantin,ada yang bersenda gurau d taman.Begitupun Rindu. Rindu berjalan menuju taman, d taman sekolah dia duduk sambil membaca novel kesukaannya. Baru saja 5 menit membaca novelnya, tetiba...
dugh... (suara bola basket tepat mendarat d kepala rindu)
"Astaghfirullah, ini apa-apaan sih?" Rindu kesal sambil mengusap kepalanya.
"sorry Rin, duh sakit ya?" suara seseorang menghampiri Rindu.
"sakit tau, y Allah pusing" jawab Rindu.
"sini coba ku tengok." seru pemuda yang tidak sengaja melempar bola basket ke arah Rindu, sambil memegang kepala gadis itu.
"Ishh, gak usah Do. biar aku ke UKS aja." jawab Rindu sembari melangkah pelan menuju UKS.
Karna kepala yang pusing, langkah Rindu sempat limbung.Dengan sigap Ridho menangkap lengan Rindu.
"Tuh kan, udah ku antar ke UKS ya. kalo sampe kamu jatuh aku bisa merasa bersalah banget lho Rin." ucap Ridho
"Hmm.." Rindu mengangguk.
Dan lagi-lagi, ada sepasang manik mata yang memperhatikan mereka berdua.
sial, tadi pagi Kemal, sekarang Ridho. astaga kenapa begitu banyak yang mendekati mu Rin? tidak akan kubiarkan seseorang mendekati mu Rin. karena kamu cuma buat ku.
Di ruang UKS
Ridho membantu Rindu naik ke brankar. Kemudian dia mengambil kotak P3K, mencari sesuatu untuk meredakan sakit di kepala Rindu.
"Sini Rin, coba ku tengok mana yang sakit." ucap Ridho menghampiri Rindu dengan membawa kotak putih berisi obat-obatan.
"ini nih sakit, jadi pusing." jawab Rindu sembari menunjukan kening sebelah kiri.
"astaga memar, maaf banget Rin, sumpah aku gak sengaja." Ridho kaget melihat pelipis kiri gadis berkulit putih itu memar terkena lemparan bola basket.
"Tahan dikit yaa Rin" ucapnya sembari mengoleskan gel pereda memar d keningku.
Dingin rasanya, lebih nyaman memar nya setelah di oles gel itu.
"Gimana, udah enakan?" tanya Ridho.
"Mendingan sih, cuma agak pusing" jawab Rindu.
"Yaudah kamu istirahat disini dulu aja. Aku bilangin ke kelas deh kamu disini." lanjut Ridho.
"Gak usah Dho, setelah ini pelajaran Bu Febri. aku gk mau d anggap menghindari mata pelajaran nya seperti anak murid lain." cegah Rindu.
kring..kring..
"Haish, tenang aja. Udah kamu nurut yaa. Tuh dah bel masuk kelas lagi, kamu istirahat disini, biar aku yang ijinin oke." Ridho mengelus puncak kepala ku dan beranjak keluar ruang UKS.
Rindu hanya menurut, setelah melihat punggung Ridho menghilang di balik pintu, kucoba memejamkan mata guna menghilangkan pusing.
kelas X-IPA 1
tok..tok..tok
__ADS_1
"Masuk." terdengar suara seorang wanita.
"Permisi Bu. Maaf Bu Febri, saya minta ijin Rin Rin tidak bisa mengikuti jam pelajaran ibu hari ini karena tadi ada sedikit insiden sehingga dia harus istirahat di UKS Bu." Ridho memasuki ruangan kelas Rindu dan menyampaikan berita pada Bu Febri.
(sekedar informasi, Rindu dan Kemal adalah siswa kelas X-IPA1, sedangkan Ridho adalah siswa kelas X-IPS3)
"Rin Rin siapa ya nak?" sahut Bu Febri.
"Lalu ada insiden apa memang nya sehingga anak tersebut tidak dapat mengikuti pelajaran?" tanya Bu Febri lagi.
"Maksud saya Rindu Bu, Rindu Besari. tadi ketika istirahat saya tidak sengaja melempar bola basket dan kena kepala Rindu Bu " jawab Ridho tertunduk.
"Apa? apa yang terjadi sama Rindu?" terdengar teriakan seorang pemuda dari kursi siswa.
"Tenang Kemal, jangan gaduh."Bu Febri menegur Kemal.
"Baiklah anak-anak, silahkan kalian buka buku tema halaman 39. Di baca dan pelajari, kemudian kerjakan tugas di modul tugas halaman 51. Ibu tinggal sebentar untuk mengecek kondisi teman kalian di UKS." kemudian Bu Febri dan Ridho keluar kelas menuju UKS.
karena panik dengan kondisi Rindu, Kemal pun keluar mengikuti Bu Febri.
sebelumnya di UKS
kriet.. (suara pintu dibuka)
Rindu terkejut melihat seseorang memasuki ruangan UKS.
perlahan dia mengingat sosok berseragam putih abu-abu,dan berambut keriting ini. Ya dia pemuda yang sama yang tadi pagi tersenyum pada nya di kantin.
"Maaf kamu siapa?" Rindu membuka suara setelah mendudukkan dirinya di brankar UKS.
"Emm, hello" ucap Rindu sembari melambaikan tangan nya seolah menyadarkan pemuda itu dari lamunan nya.
"Kamu putri Om Besari kan?" pemuda itu bersuara.
"Maaf, maksudnya?" Rindu menyelidik.
"Kamu putri Om Amin Besari kan? yang tinggal di jalan Dermaga raya?" jawab pemuda itu.
"Oh, kamu mengenalku? kamu siapa?" Rindu terkejut.
"Tentu saja aku mengenalmu. Kita dulu sering bermain bersama cemplon." jawab pemuda itu membuat Rindu tiba tiba menatap kosong. Seolah ingatannya berkelana ke beberapa waktu lampau.
flashback..23 Januari 1993
seorang gadis kecil berpipi gembul berlari menghampiri ayahnya yang baru saja tiba dari luar kota.
"Ayaah..." seru gadis kecil itu sambil berlari kearah sang ayah.
Dengan senyum sumringah,sang Ayah menyambut gadis kecil itu dan menggendong serta memeluk nya dengan erat.
"Kesayangan ayah, ayah Rindu sekali." ucap sang ayah sembari menciumi putri nya.
"Ih Ayah, memang ini Rindu. memang ayah punya anak lain selain Rindu."jawab gadis kecil ini sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
Sang ayah terhenyak, kemudian tertawa mencairkan kekikukan yang sekilas terasa.Lalu kembali menciumi gadis kesayangannya itu.
"Ayah, seminggu dari luar kota. Oleh-olehnya mana?" tagih Rindu kecil.
__ADS_1
"Duh cemplon, ayah baru pulang udah di gelendotin aja. turun ih, kasian ayah. nanti ayah pergi lagi lho." suara seorang wanita mengejutkan ayah dan anak tersebut.
"ih ibu, kan Rindu kangen ayah. emang gak boleh?" jawab Rindu kecil yang lagi-lagi mengerucutkan bibirnya.
"udah ih ibu sm Rindu kok malah tengkar.oh iyaa sini cemplon duduk sini yaa. sebentar." ayah mendudukan Rindu kecil di kursi ruang keluarga. Lalu mengeluarkan sesuatu dari kopernya.
"Tadaaa... selamat ulang tahun kesayangan ayah. semoga bahagia selalu yaa nak..." ayah mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah berupa gelang emas yg sangat cantik.
"wahhh ayah ingat ulang tahun Rindu. terimakasih ayah" ucap Rindu kecil sambil memeluk dan mencium ayahnya.
"selamat hari lahir yaa cemplon sayang. Tuhan memberkahi langkah mu nak." ucap ibu yang juga memeluk putri kesayangannya itu.
tap..tap..tap.. (suara langkah mendekat)
"Yaumil milad gadis shalihah , panjang usia,luas rezekinya yaa" ucap seorang pria
"Hei, War mari sini" ayah menyapa seseorang yang baru saja memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rindu kecil.
"Apa kabar Sar? lama gak ketemu nih" sahut pria tersebut sembari memeluk ayah.
"Wah.. wah ada tamu jauh rupanya." ibu bersuara.
"Apa kabar Er?" sapa pria itu pada ibu.
" Yah, itu siapa?" Rindu kecil menarik tangan ayah.
"Oh ya nduk, ini om Mawardi. Sahabat ayah." terang ayah.
" Rin kok gak pernah lihat yah?" tanya Rindu kecil lagi
" Om War ini sahabat ayah, cuma pas usia RinRin 1 tahun, Om War pindah ke Semarang karna mutasi kerja." jelas ayah.
"Iya cah ayu, lupa yaa sm Om? dulu padahal Om suka gendong ² waktu cemplon masih bayik lho." terang Om Wardi.
"Oh iyaa nduk, kamu tau darimana panggilan cemplon?"tanya ibu.
Rindu kecil berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.
"Yaa Om Wardi mu itu." ibu menjawab sendiri pertanyaan nya.
" Masa sih?" kata Rindu kecil tak percaya.
"Iyaa nduk. Dulu waktu Rin baru lahir tuh gembul sekali, kulit mu putih seputih susu, entah dapat ilham darimana, Om reflek memanggil mu cemplon." sahut Om Wardi sambil tertawa.
"Eh dari tadi anak lanang kok diam saja?" tanya ibu pada seorang anak lelaki berambut keriting, namun tersisir rapi belah pinggir.
"Oh iyaa, ayo Nang beri salam pada Om Besari dan Tante Erna." Om Wardi menyuruh anak lelaki itu untuk menyalami ayah dan ibu Rindu.
Kemudian, anak lelaki itu menyalami tangan ayah dan ibu.tak disangka anak itu kemudian menyapa Rindu kecil.
"Hai..RinRin" sapa anak lelaki itu pada Rindu kecil.
"Nama kamu siapa?" tanya Rindu kecil
"Namaku Ibrahim, panggil aku Ibra." jawab anak lelaki yang tak lain adalah putra dari Om Wardi.
flashback off..
__ADS_1