Namaku Rindu

Namaku Rindu
Niat Kemal


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim...


Assalamualaikum readers kesayangan author.....


Semoga kalian sehat² yaa...


Author cuma mau mengingatkan, di masa pandemi covid 19 ini agar kita semua lebih disiplin menjaga kesehatan yaaa.


Ingat pesan Ibu...


Terapkan 3 M...


*Menjaga Jarak


*Mencuci tangan


*Memakai masker


*Menghindari kerumunan


*Menjaga imun tubuh


Semoga kita semua terhindar dari segala macam penyakit.


Dan bagi readers yang sedang sakit, semoga Allah angkat penyakit nya, Aamiiinnnn Allahumma Aamiiinnnn


Oh iyaa gak terasa nih Namaku Rindu sudah masuk chapter 38. Doakan yaa semoga hari ini Author bisa up lebih dari 1 bab yaa...


untuk itu jangan lupa Like, Vote dan Comment nyaa yaa


1 lagi, jangan lupa klik 🤍 untuk mendapatkan notifikasi dari Namaku Rindu.


Comment, kritik dan saran dengan kata-kata yang baik dan santun tentunya yang membangun sangat author harapkan...


Happy Jum'ah baroqah


Barrakallah....


Happy reading


Salam Sayang 🥰❤️...

__ADS_1


....................................


SMA PELITA BANGSA


Kemal memasuki lapangan parkir sekolah. Saat ini tepat pukul 06.10. Jarak rumah Rindu dan sekolah tidak lah terlalu jauh, mengendarai sepeda motor hanya memerlukan waktu 20menit saja.


Setelah memarkirkan motornya, Rindu dan Kemal turun. Memastikan helm terkunci dengan aman, mereka pun bergegas memasuki gedung sekolah.


"Kamu beneran udah sarapan Mal?" tanya Rindu.


"Sudah dong, emang kenapa? kamu masih lapar?" Kemal balik bertanya.


"gak lah, kenyang aku sarapan tadi. yaudah deh langsung ke kelas aja ya" ajak Rindu.


"Oke dear...." sahut Kemal dengan wajah yang di buat semanis mungkin.


"Mulai deh....." Rindu tersipu.


Mereka pun melanjutkan langkah menuju kelas XI IPA 1 di lantai 2.


"Kamu duluan aja Rin, aku mau pip** dulu. kebelet nih." Kemal meringis pamit ke toilet ketika mereka tiba di lantai 2.


"Yowis, aku ke kelas dulu ya.. udah cepet sana ntar malah kamu ngompol di celana" goda Rindu.


"Brukk..." suara dua orang bertabrakan di depan pintu kelas.


"Aww...."pekik Rindu.


"Duh maaf yaa" ucap Rindu.


"Eh sorry gw yang salah. Lo ada yang luka?"tanya Sonny.


"Gak kok, cuma kaget aja." ucap Rindu sambil merapikan rok nya karna dia jatuh terduduk. Dan kalau boleh jujur, bok*** nya terasa sakit.


"Serius?" tanya Kemal memperhatikan.


"Iyaa gak apa-apa."....


"Yaudah aku mau ke kursi ku aja. permisi" Rindu pun berjalan ke tempat duduknya.


"Kenapa Rin?" tanya Naomi.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok Nao" jawab Rindu.


"Rindu mah gtu, dia koma aja di bilang gak apa-apa. apalagi cuma jatuh gtu" ejek Fauzya.


"Jahat Lo Zy..." sahut Naomi.


"Abis gw suka gregetan sama Rindu. asal di apa-apain orang diem aja." Fauzya kesal.


"Apalagi sama si Gloria and the gank tuh... ihh kenapa sih Rin, gak bisa gitu teges dikit jadi orang?" Fauzya semakin meluapkan rasa pedulinya pada Rindu yang terlalu sabar.


"Gw sih setuju sama Zya, sabar boleh Rin. gw salut sama Lo. tapi kalo di jahatin melulu diem aja mah parah sih Lo." sahut Mega.


"Apalagi gw liat gelagat gak baik deh dari si Sony itu. kayaknya...." ucap Naomi sembari membetulkan posisi kacamata nya.


"Kayaknya apa?" Rindu penasaran.


"Kayaknya Sony suka sama Lo Rin!" sahut Barry dari kursi belakang.


"Apa!" Kemal terkejut.


"Eh pak Ketu..." suara Mega dan Naomi bersamaan.


"Udahan ke toilet nya Mal?" tanya Rindu. Namun tak di gubris oleh Kemal.


"Coba di ulang siapa yang suka sama Rindu?" tanya Kemal dengan ekspresi dingin.


"Eh anu, itu kita cuma asal ngomong kok ketua. gak usah di ambil hati yaa." ucap Mega kemudian ngeloyor menuju kursinya.


kriing... kriiing... kriing......


Bersyukur bel sekolah berbunyi, Fauzya dan Naomi pun kembali ke tempat duduknya.


Hari ini jam pertama pelajaran biologi oleh Pak Gilang.


Beliau termasuk guru killer. sehingga ketika ia memberikan materi, semua siswa menyimak dengan sangat khusyuk. hingga tak terdengar satu pun suara, kecuali suara sang guru.


Semua siswa nampak menyimak materi yang disampaikan oleh Pak Gilang. Namun berbeda denga Kemal. meskipun pandangan nya menuju ke depan, namun pikirannya melayang kemana-mana.


"*Apa benar kata Zya, Naomi dan Mega kalau Sony suka sama Rindu?" gumam Kemal dalam hati ..


"Ah gak mungkin! dia kan anak baru! kenal sebelumnya sama Rindu pun nggak . masa iyaa tiba-tiba bisa suka!" Kemal masih membatin.

__ADS_1


"Tapi bisa aja! Rindu itu emang istimewa. Ridho sama kak Ibra aja suka ama Rindu. Ah gak bisa, gw gak bisa tinggal diam. Aku harus segera menyatakan perasaan ku pada Rindu." tekad Kemal.


"Tapi gimana caranyaaa? duh jadi pusing gini! ah pokoknya apapun caranya, aku harus mengungkapkan perasaan ku pada Rindu" Kemal tersenyum sendiri*.


__ADS_2