Namaku Rindu

Namaku Rindu
Rencana Gloria


__ADS_3

"Pagii Yah..." Rindu mengecup pipi ayahnya.


"Pagi beautiful angel" sahut Besari.


"Wajahnya kok flawless banget yaa. ada apa gerangan?" tanya Besari penasaran.


"Udah lega paa, kak Ibra gak bakal gangguin lagi. jadi aman deh sama kak Kemal." Nara menyahut dari atas tangga.


"Pagii Paa." salam Nara mengambil duduk di sebelah kiri sang papa.


"Kamu tuh hobby banget ngeledek kakak lho" ucap Besari.


"Ini kenyataan Paa. tanya aja kak Rindu, ia gak kak" ucap Nara mengedipkan sebelah matanya pada Rindu.


"Bodo amat!" sahut Rindu.


Ia tak menghiraukan Nara yang masih cengar cengir. Dengan khidmat ia menikmati bubur ayam buatan mbok Dharmi.


"Oh iyaa, ini untuk Rindu, dan ini untuk Nara." Besari menghentikan kegiatan sarapannya, lalu memberikan sebuah goody bag kepada Rindu dan Nara.


"Apa nih Yah?" tanya Rindu menerima goody bag tersebut.


"Buka saja Nduk" sahut Besari.


Karena penasaran, Rindu dan Nara segera membuka dan mengeluarkan isi goody bag tersebut. Lalu mereka terhenyak ketika melihat isi dari tas jinjing tersebut.


"Ini buat aku Paa?" tanya Nara tak percaya.


"Yaiyalah boy, masa buat tetangga" sahut Besari.


"Pokoknya papa gak mau kalau terjadi apapun sama kalian. untuk itu papa memberikan kalian ponsel ini. jadi kalau ada apa-apa, kalian segera hubungi papa." lanjut Besari.


"Ayah..." Rindu berkaca-kaca.


"Lho kok malah nangis?" Besari terkejut mendapati putrinya meneteskan air mata.


"Ayah makasih yaa.. Rin gak pernah ngebayangin bisa punya ponsel sebagus ini" ucap Rindu penuh haru.


"Nduk, kamu itu anak Ayah, putri kesayangannya Ayah. apapun akan ayah berikan untuk kamu." Besari memeluk menenangkan sang putri

__ADS_1


"Makasih yaa Yah, you are my everything" ucap Rindu.


"Makasih yaa Paa. Nara janji akan belajar lebih giat dan akan selalu ngabarin apapun ke papa " Nara turut memeluk papa dan kakaknya.


"Papa sayang kalian" ucap Besari.


"Yaudah yok habiskan sarapannya. lalu segera berangkat ke sekolah." perintah Besari.


"Assalamualaikum..." ....


"Wa'allaikumsallam" sahut mereka yang sedang di ruang makan.


"Nak Kemal.... Mari sini ikut sarapan" ajak Besari.


"Ehemm..." Nara menggoda Rindu.


"Monggo Om, tadi Kemal sudah sarapan di rumah." jawab Kemal seraya menyalami punggung tangan Besari.


"Mau berangkat sekarang Mal?" tanya Rindu yang melirik jam sudah menunjukkan pukul 06:00.


"Ayo." sahut Kemal.


"Yah, Rin berangkat dulu yaa." Rindu berpamitan pada Ayahnya.


"Oh iyaa Om, maaf Kemal mau izin. nanti pulang sekolah mau ajak Rindu ke toko buku. Apa boleh Om?" Kemal meminta izin.


"Tentu saja Nang. Monggo silahkan. Tapi jangan terlalu sore pulang nya ya." jawab Besari memberi izin.


"Siap Om. kalau begitu saya permisi berangkat sekolah dulu ya. Assalamualaikum....." Kemal memberi salam di susul oleh Rindu.


Mereka berdua pun menuju ke sekolah dengan sepeda motor Kemal.


SMA PELITA BANGSA


"Heiii...." suara seorang gadis.


"Heiiii ..." panggil nya lagi.


Merasa tak di gubris, ia pun berteriak.

__ADS_1


"Woyyy....." suara Gloria meninggi.


"Kamu ngomong sama saya?" tanya pemuda yang sedang membaca sambil menikmati segelas coklat panas di kantin Bu Heti.


"Yaiyalah sama Lo! emangnya ada orang lain lagi?" Gloria geram.


"Punya adab gak sih? gak di ajar sopan santun ya sama orang tuamu?!" ucap pemuda itu datar.


"Isshhh kok Lo nyolot sih!" gw kesini mau ngomong baik-baik sama Lo!" sahut Gloria


"Maaf saya sedang tidak bersemangat meladeni omongan unfaedah pagi hari ini. Sebaiknya kamu sarapan dulu, supaya tidak mengoceh yang tidak jelas." ucap Sony enteng.


"Lo.....!" Gloria mengepalkan kedua tangannya.


"Isshhh udah Glo. malu diliatin anak kelas lain!" ucap Andin.


"Gini sorry sebelumnya. Kenalin nama gw Nawang. Ini temen gue namanya Andin. Dan ini yang tadi marah-marah namanya Gloria." ucap Nawang.


"Apaan sih Lo Naw!" Gloria geram.


"Isshhh berisik. diem deh" sahut Nawang.


"Mau apa sebenarnya kalian?" tanya Sony.


"Sorry banget, eits nama loe siapa?" tanya Nawang.


"Sonny" jawabannya singkat.


"Oh okey Sony. jadi gini. Gloria ini cinta mati sama Kemal. nah terus, Gloria mau minta tolong sama Lo. tolong Lo jauhin Kemal dari si Einstein girl, UPS maksud gw dari Rindu." terang Nawang.


"Maksudnya?" tanya Sony dengan tatapan skeptis.


"Jangan pura-pura deh! loe suka kan sama si Einstein girl? nah loe pepet deh dia! Lo ambil dia. dan Kemal buat gw!" Gloria menyahut.


"Aku gak ada urusan sama kalian. Dan aku juga bukan pesuruh kalian. Andai aku memang menyukai Rindu, aku akan mendekati nya bukan karena ingin membantu kalian. jadi lebih baik kalian pergi dari sini." jawab Sony santai.


"Kok Lo nyolot sih!" Gloria murka.


Melihat gelagat ketiga gadis itu makin menyebalkan, Sony memilih untuk meninggalkan kantin dan bergegas pergi menuju kelas.

__ADS_1


"Woyyy....!"....


"Udah ih Glo. malu!" ucap Andin.


__ADS_2