Namaku Rindu

Namaku Rindu
With all the heart


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim...


Assalamualaikum, Selamat hari Jum'at readers kesayangan....


Alhamdulillah wa syukurillah di pertengahan bulan Oktober ini gak terasa karya Namaku Rindu sudah masuk chapter 47.


Mau sedikit cerita yaa say sebelum kita lanjut, banyak banget tantangan dalam proses penulisan karya pertama author ini. Jujur, jaman SMP sampai SMA tuh author hobby banget nulis, dan suka banget sama pelajaran bahasa Indonesia. Bahkan sampai punya niat kuliah ambil jurusan sastra Indonesia (sayang gak kesampaian πŸ₯²).


Nah meskipun akhirnya hobby nulis jadi stak karena satu dan lain hal, tapi kalo baca mah hobby apalagi novel.


Akhirnya dunia ini dilanda pandemi sehingga kita semua jadi banyak bengong, akhirnya jiwa-jiwa penulis pun kembali bergetar yakaannn (lebayyyy πŸ˜‚).


Jadilah ongoing novel Namaku Rindu ini, yang jujur inspirasi nya banyak banget, mulai dari kisah kehidupan seseorang, kemudian banyak hal yang di temui author, dan juga imajinasi author sendiri.


Mungkin menelisik dari genre yang aku pilih ini banyak yang berpikir gak akan rumit lah untuk terus update, tapi nyatanya tak semudah itu Alejandro πŸ˜‚.


Meskipun begitu tetap tak pernah luput rasa syukur author panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan izin Nya Namaku Rindu terus update, juga readers sekalian yang menambah inspirasi untuk author.


Nah sekian dulu deh cuitan author yang unfaedah ini πŸ€£πŸ™.


Kita lanjut lagi kisah Rindu Besari yaa, Jangan lupa dukungan nya yaa readers sayang, Like Vote dan Comment nyaa ku tunggu...


klik 🀍 untuk mendapatkan notifikasi dari novel Namaku Rindu....


Happy reading....


Salam Sayang πŸ₯°β€οΈ


....................""""'.....................


Betapa terkejutnya Rindu ketika melihat benda yang ternyata adalah sebuah lukisan. Ya itu adalah lukisan wajah dirinya. Di sudut kanan bawah tertulis "Me Amor Rindu Prameswari Besari".


Di dalam bungkus kertas kado itu terdapat pula sebuah amplop berwarna ungu muda bergambar hati.


Rindu membuka amplop tersebut. Ternyata ada sepucuk surat di dalamnya. Perlahan, gadis itu pun membuka surat tersebut.

__ADS_1


*Dear : my Rindu.


Rin, gak kerasa yaa ternyata udah lebih dari 5 tahun kita kenal. Gak kebayang lho ternyata kita semakin akrab dan semakin dekat. Hingga kamu selalu ada dalam fase hidupku. Dan akupun selalu berusaha untuk selalu menjadi bagian dalam fase hidup mu, baik itu sedih,senang,suka,duka,tangis,tawa.



Rin, selama ini jujur aku takut. Takut kalau suatu saat kamu mendadak hilang dari tiap fase hidupku. Dan aku juga takut gak bisa lagi ada di tiap fase hidup kamu. Aku memang bukan orang yang romantis, kamu tau sendiri hidup kita berkutat dengan rumus-rumus dan hafalan-hafalan πŸ˜‚.



Rin, maukah kamu menjadi diameter dalam lingkaran kehidupan ku, agar roda kehidupan ku berjalan dengan baik. Atau maukah kamu menjadi cahaya setelah hujan, agar hidupku berwarna seperti pelangi.



Aku mungkin bukan cowok idaman, tapi percayalah kamu selalu menjadi gadis idaman di hati aku.



With all the heart



Membaca surat itu hatinya tergetar gak karuan. Ada rasa haru, bahagia, namun ada rasa sedih, takut, kecewa yang kesemuanya tak mampu ia representasi kan. Hanya air mata yang dapat mewakili perasaan nya saat ini.


Melihat Rindu menangis, seisi ruangan pun berspekulasi. Besari yang melihat putri semata wayangnya menangis segera berhambur dan mengambil selembar kertas tersebut.


Alangkah terkejutnya pria bertubuh tegap itu. Matanya membulat sempurna. Hatinya pun berkecamuk. Ia bahagia karena putri kesayangannya di cintai oleh pemuda yang tidak neko-neko seperti pemuda kebanyakan pada usia seperti sekarang ini.


Namun rasanya ia juga tak terima jika gadis kecilnya itu akan membagi perasaan pada orang lain. Belum lagi ia pun takut suatu saat akan terjadi hal buruk pada putrinya seperti yang ditakutkan pada semua orang tua yang memiliki seorang anak perempuan.


"Kakak kenapa nangis?" tanya Nara mengusap lengan kakaknya.


"Kenapa dek?" tanya Ibra tak kalah cemas.


"Maaf Nak Kemal. Om rasa saat ini bukan waktunya kalian untuk memiliki hubungan seperti itu. Kalian masih terlalu kecil. Alangkah baiknya kalian fokus pada sekolah kalian. Kejar lah cita-cita kalian. Jika sudah saatnya kelak jodoh gak akan kemana." suara berat Besari terdengar membuat suasana seketika hening.

__ADS_1


"Gila, ternyata bokap nya Rindu Hitler juga. Wah jiper gw." Gumam Sonny dalam hati.


"Yah, apa gak sebaiknya kita kasih kesempatan Kemal bicara." Ibra membujuk Besari.


"Keputusan Ayah sudah bulat Bra. Lagi pula mereka terlalu kecil untuk cinta-cintaan. Menurut Ayah sebaiknya mereka fokus saja sekolah. Ayah gak mau anak perempuan Ayah semata wayang ini gagal dalam pendidikan nya. Ayah mau yang terbaik untuk Rindu." suara Besari terdengar serak.


Mendengar hal itu, Rindu hanya dapat menangis perih hingga suara tangis nya pun tak terdengar. Ada sesak yang tak terluapkan.


"Om, izinkan lah Kemal berpacaran dengan Rindu. Kemal tulus Om sayang sama Rindu. Dan tidak ada niat Kemal untuk membuat hidup Rindu hancur." ucap Kemal menghampiri Besari.


"Tau apa kamu soal cinta anak muda!" hardik Besari.


"Maaf Om, Kemal memang gak paham soal cinta karena selama ini Kemal hanya di arahkan oleh orang tua Kemal untuk fokus pada sekolah, les, perlombaan science, dan hal-hal sekolah lainnya." Kemal menjeda kata-katanya sesaat.


"Tapi setelah ketemu Rindu ketika kami sama-sama lomba cerdas cermat, ada rasa yang lain Om. Kemal pikir dulu hanya anggap Rindu sebagai adik karena dulu Kemal baru kelas 6 SD.".....


"Seiring berjalannya waktu kami jadi sering ketemu, sering kontak karena sering nya ikut lomba-lomba science yang sama, juga kami satu bimbingan belajar ketika SMP. dan takdir akhirnya mempertemukan kami kembali di satu sekolah yang sama saat ini." Kemal masih berusaha meyakinkan Besari.


"Kemal memang bukan cowok idaman Om. Kemal hanya tau, Rindu adalah penyemangat Kemal. Dan Kemal yakin Rindu pun memiliki rasa yang sama untuk Kemal.".....


"Mal...." suara Rindu lirih.


"Papaa, biarin aja kak Rindu sama kak Kemal pacaran. mereka udah gede ini. lagian Nara yakin ini tuh sudah garis dari Tuhan paa. Buktinya aja kak Kemal mendonorkan darah untuk papa, padahal waktu itu kak Kemal belum kenal papa."Nara bersuara.


"Jangan ikut campur boy. ini urusan orang dewasa!" Besari membentak Nara.


"Ayah...." suara Rindu lirih.


"*Wah ini suasana jadi gak kondusif gini guys" bisik Mega pada Fauzya dan Naomi.


"Cicing ih " ucap Fauzya*.


"Bapak dan bunda Kemal juga kemarin melarang Kemal untuk berpacaran karena mereka takut kami kebablasan. Tapi Kemal berhasil meyakinkan keduanya bahwa Kemal akan menjaga Rindu dengan sepenuh hati. Dan Kemal janji hubungan kami gak akan membuat prestasi kami berantakan." Kemal masih berupaya.


Besari menatap lekat pada pemuda tampan itu. Ada kegigihan dan ketulusan dari mata pemuda itu. ia pun menghembuskan nafas perlahan.....

__ADS_1


__ADS_2