
SMA PELITA BANGSA
"Pagi pak Diman." Kemal memberi salam dari motor ketika memasuki halaman sekolah.
"Pagi Mal..." sahut Pak Diman.
Kemal pun bergegas memarkirkan motornya. Lalu berjalan menuju kelas.
Tiba di kelas, belum begitu banyak siswa, hanya ada Fauzya dan Barry di kelas XI IPA 1.
"Assalamualaikum" salam Kemal.
"Wa'allaikumsallam. eh ketua.." sahut Barry.
"Bawa apa tuh ketua?" tanya Fauzya.
"Kepo banget Lo Fau!" sahut Barry.
"Buat Rindu, nanti mau gw anter ke rumahnya." sahut Kemal santai.
"Lah kenapa gak nanti aja. ntar juga ketemu kan." tanya Fauzya lagi.
"Hari ini Rin gak masuk, sakit dia. Tadi adiknya telepon gw." sahut Kemal.
"Ya Allah, sakit apa?" tanya Mega yang baru saja masuk kelas.
"Gw juga gak tau persis. cuma sih tadi Nara bilang Rindu demam tinggi." jawab Kemal.
"Lo mau nengokin Rindu Wa?" tanya Fauzya.
"Ia nanti balik sekolah InsyaaAllah." sahut Kemal.
"Gw ikut ya." sahut Mega.
"Gw juga.." imbuh Fauzya.
"Yaudah hayuk aja."....
kriiing... kriiing...kriiing
Bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa bergegas masuk ke kelas masing-masing.
Mr. Abraham guru mata pelajaran bahasa Inggris memasuki ruangan kelas XI IPA 1.
"Stand up..." Kemal sang ketua kelas memberi aba-aba.
"Greating..."....
"Good Morning Sir Abraham." sapa seluruh siswa.
"Good Morning students." jawab Mr. Abraham.
"Before starting today's lesson, I'll start the class absence first..." Mr. Abraham akan memulai absen harian kelas.
"Andara Liema.."
"Present..."
"Azizah Utami.."
"Present..."
"Barry Theo.."
"Present..."
"Claudia Harahap.."
"Present..."
"Dimasta Leo..."
"Present..."
"Fauzya Allan.."
"Present..."
"Fuadin"
"Present..."
"Garda Putra.."
"Present..."
"Handoko Richwan..."
__ADS_1
"Present..."
"Inara Putri.."
"Present..."
"Irham Salahuddin..."
"Present..."
"James Sinathrya"
"Present..."
"Kemal Aldiaz Nugraha..."
"Present..."
"Liberty Beatrix"
"Present..."
"Mega Selvia"
"Present.."
"Naomi Wilman"
"Present..."
"Pradipta Wiguna"
"Present.."
"Patrick Harris"
"Present"
"Rayan Sudirja"
"Present...
"Rindu Prameswari Besari.."
"I'am Sorry Sir Abraham, Rindu is'nt present today because she is sick." Kemal menjelaskan perihal Rindu tidak masuk sekolah hari ini.
si empunnya nama tak merespon justru malah termenung.
"Rindu sakit? kayaknya gw harus ke rumahnya deh. gw harus nengokin dia." batin Sonny.
"Sonny Atmaja.." Mr Abraham mengulang.
"Bro, absen." Barry menyenggol lengan Sonny membangun kan pemuda itu dari lamunannya.
"Oh yes Present Sir" jawab Sonny.
"Are you okey Sonny?" tanya Mr Abraham
"Yes i'am Sir." jawab Sonny.
"okey the last Zainul Hasan"
"Present"
"Alright, out of a total of 22 students, 21 student present and 1 student absent due to illness"
"Okey every body, open your book please......" Mr Abraham melanjutkan memberi materi hari itu hingga jam pelajaran usai.
Siswa lain terlihat fokus dengan materi yang di berikan, termasuk Kemal. Hanya Sonny yang nampak gusar di kelas itu.
kriing..kriing
Jam pelajaran usai, semua siswa bergegas keluar kelas. Termasuk Kemal, ia pergi menuju kantin.
Baru saja ia menuruni anak tangga, tetiba ada yang memanggilnya.
"Kemal... tunggu!" seru seseorang.
Kemal pun menghentikan langkahnya dan menengok ke arah sumber suara.
"Kenapa?" tanya Kemal.
"Lo mau kemana?" tanya Sonny yang tadi memanggil Kemal.
"Mau apa emang? ngapain nanya gw mau kemana!" jawab Kemal kesal.
"Gw mau ngomong sebentar." tukas Sonny.
__ADS_1
"Aduh, gw laper. ntar aja lah." Jawab Kemal acuh lalu berlalu meninggalkan Sonny.
"Sialan gw di kacangin" gerutu Sonny.
"Pesen biasa Rin?" ucap Kemal ketika tiba di kantin.
"Astaghfirullah, kan Rindu gak masuk" Kemal membatin. ia pun mengurungkan niatnya untuk makan, rasa laparnya tetiba sirna.
"gk jadi kemek Mal?" tanya Ridho mengejutkan Kemal.
"Sompret! ngagetin gw aja Lo Dho!" umpat Kemal pada sahabat nya itu.
"Ih kenape Lo. kayak kakek-kakek aja segala kagetan!" ejek Ridho.
"Lagian ngapain Lo bengong? kesambet baru nyaho!" Ridho mengoceh dan hanya di timpali gelengan kepala oleh Kemal. ia pun memilih ngeloyor pergi.
"Mal, ikut!" Ridho pun mengejar Kemal. mereka pun memilih duduk di bawah pohon di taman sekolah.
"Rin sakit apa bro?" tanya Ridho.
" gak tau juga gw. kata Nara sih demam. eh iya Lo tau darimana Rindu sakit?" tanya Kemal balik.
"Tadi gw ke kelas Lo, ketemu nya sama Fuad. terus doi bilang kalo Lo kelihatan suntuk lantaran Rindu sakit dan gak masuk sekolah" jelas Ridho.
"Mal, sebenarnya Lo sama Rindu gimanaa sih?" tiba-tiba Ridho bertanya pada sahabat nya yang sedang nampak kusut itu.
"Gimana apanya maksud Lo?" bukannya menjawab, Kemal malah lagi-lagi balik bertanya.
"Haiisshhh.... belaga pilon pula!" Ridho menjadi kesal.
"Maksudnya Ridho tuh hubungan kamu sama Rindu tuh gimana perkembangan nya Mal! dan sebenarnya kalian beneran pacaran apa nggak!" suara seseorang ikut nimbrung.
"Kak Ibra!" seru Kemal dan Ridho berbarengan.
"Cieee kompak... Jangan-jangan kalian jodoh" goda Ibra.
"iiihhh najiiisssss!" seru mereka berdua lagi bersamaan membuat Ibra tertawa terbahak-bahak.
"Kak Ibra apaan sih! gak jelas!" seru Ridho.
"Udah lah, pada kayak bocah aja. balik ke pokok permasalahan deh. Jadi gimana Mal. Awas Lo nanya gimana apanya pagi!" seru Ibra sambil melotot pada Kemal.
"Kak Ibra takut yaa calon istri nya disamber Kemal" Ridho nyeletuk.
"Ah itu sudah jadi masa lalu. Gak perlu di bahas lagi." sahut Ibra santai.
"Maksudnya!?" seru Ridho dan Kemal lagi-lagi berbarengan.
"Haisshhh, gw curiga jangan-jangan kalian berdua nih kembar ya?" Ibra menatap dengan tatapan menyelidik pada dua adik kelas nya itu.
"Hoek...." kembali suara mereka berdua bersamaan.
"Lo jangan ngikutin gw Mal!" seru Ridho.
"Lo yang jangan ngikutin gw! pengen banget di bilang kembar sama gw!" Kemal senewen.
"Ihhh sorry amat! gantengan juga gw!"Seru Ridho lalu mereka bertiga pun tertawa.
"So, kak Ibra udah gak terpikir soal perjodohan kalian gtu?" tanya Kemal.
"Gw udah ngomong ke Om Besari dan Rindu. Kita ngomong dari hati ke hati. Dan gw denger sendiri bahwasanya Rindu menolak perjodohan itu dan lebih menganggap gw sebagai kakak nya. Dan secara gentle yaa gw menerima keputusan itu. Dan perjodohan itu gw anggap sebagai sebuah kisah masa lalu aja." jelas Ibra.
"Nah sekarang saatnya Lo kejar cinta Lo Mal. gw yakin sebenarnya Rindu juga suka sama lo.' ucap Ibra.
"Nah gimana kalo hari ini aja Lo nyatakan cinta Lo ke Rindu di rumah nya. Sekalian kita besuk Rindu!" ide Ridho.
"Loh Rindu sakit?" Ibra terkejut.
"Iyaa kak kata Nara dia demam." sahut Kemal.
"Pantesan dari tadi gak nampak Rindu di sekolah." ucap Ibra.
"Jadi gimana Malih? kita tengokin Rindu yaa pulang sekolah!" Ridho kembali bertanya.
"Suwek Lo main ganti-ganti nama gw aja!" seru Kemal tak terima yang di balas tawa girang oleh sahabatnya itu.
"Yaudah nanti gw juga ikut kalian jenguk Rin yaa." ucap Ibra.
"Sekalian memberikan dukungan pada peserta katakan Cinta wkwkwk" imbuh pemuda kriting itu sambil tertawa.
"Oke deh. deal." ucap Kemal.
"Deal...!" sahut Ibra dan Ridho berbarengan.
"Cieee kompak!" goda Kemal pada kedua sahabatnya.
"Ihhh najisss!" sahut Ibra dan Ridho kembali bersamaan. Mereka. bertiga pun tertawa.
__ADS_1
kriing ..kriin..