
SMA PELITA BANGSA
1 Minggu kemudian ujian akhir semester di gelar d SMA PELITA BANGSA. Suasana di sekolah sangat tenang. para siswa dari kelas X,XI dan XII khusyuk mengerjakan soal yang diberikan para pengawas. Begitupun dengan ketiga sahabat Rindu. siapa lagi kalau bukan Ibra,Kemal dan Ridho.
Kemal sudah mendapat ultimatum dari pak Nugroho yang kurang setuju melihat putranya terlalu ikut campur dengan kehidupan Rindu. Jika sampai nilai-nilai nya anjlok maka Kemal akan di pindahkan ke Semarang untuk tinggal bersama eyang putri nya .
Ridho pun bernasib serupa, Ridho yang memang sudah yatim piatu sejak usia 5 tahun ini telah diasuh oleh Oma ny sejak kedua orangtuanya meninggal saat menjadi korban pesawat jatuh.
Ridho adalah satu-satunya keturunan Oma Dania. Penerus warisan keluarga. maka dari itu Oma sangat keras mendidik Ridho.
Sebenarnya Oma tidak keberatan dengan Ridho yang selalu memperhatikan Rindu yang tengah koma. Oma pun sangat menyayangi Rindu. dan jujur saja selama ini Oma Dania lah yang membantu finansial Rindu di sekolah. karena Oma kagum pada sosok gadis yang santun, cantik dan pintar itu.
Namun untuk menjaga agar Ridho tetap fokus pada sekolah dan ujiannya, Oma Dania pun turut mengultimatum Ridho.
"Ingat ya Dho, sampai nilai kamu gak sesuai harapan Oma. Lebih baik kamu gak usah ikut Oma lagi" ancam Oma Dania yang membuat Ridho ketar ketir.
Lain halnya dengan Ibra. setelah Pak Mawardi meninggal dunia, Ibra ikut ibunya ke Belanda ( fyi: ayah dan ibu Ibra bercerai ketika usia Ibra 5 tahun. sejak saat itu ayahnya tidak menikah lagi. sedangkan ibu Ibra yang berdarah belanda Arab kembali ke Belanda dan menikah dengan pria asal Belanda yang di jodohkan oleh keluarganya.)
Ketika kembali ke Indonesia, Ibra tinggal seorang diri karena ibu nya tetap di Belanda. Namun ibu nya tetap mengawasi Ibra melalui pengasuh yang tinggal bersama Ibra di Jakarta.
kring.. kring..
para siswa keluar kelas. Ketiga sahabat Rindu pun bergegas ke kantin Bu Heti.
"Gila lapar banget ih" suara Ridho.
"Kenape lu" tanya Kemal.
"Lavar, semalam belajar sampe jam 3 trus ketiduran sampe lupa makan aing" ucap Ridho sembari menyantap mie goreng yang disajikan mbk Heny.
"Pelan-pelan Dho, Belanda masih jauh" ucap mbk Heny.
"Laper berat mbk" sahut Ridho.
"Kayak gak makan sebulan" ejek mbk Heny menahan tawa
"gak juga sih mbk Hen, cuma semalam gak makan karena belajar sampe jam 3 pagi. makanya laper banget. tadi pagi aja cuma minum teh manis anget" Ridho polos
"Belajar perlu, tapi kalian bertiga jangan sampe lupa makan" pesan mbk Heny.
__ADS_1
"Iya mbk, aku kudu x-tra belajar. takut nilai anjlok ih. bisa d usir Oma aku klo sampe nilai anjlok apalagi tinggal kelas. gak mau ah jadi gelandangan"
"Gw juga mbek, d ultimatum bokap. Sampe anjlok d ungsiin ke Semarang, ke rumah eyang. duh ogah deh" Kemal bergidik
Mbk Heny pun tertawa, yang da balas senyum smirk oleh Ibra.
"Kalian lebay deh, gak mungkinlah keluarga kalian sampe begitunya. itu tuh cuma ngancam supaya kalian fokus pada ujian ini"tukas mbk Heny.
Ridho dan Kemal bertatapan lalu mengangkat kedua bahunya bersamaan layaknya anak kembar.
"Oh iya gimana kabarnya Rindu? Apa sudah ada perubahan?" tanya mbk Heny yang membuat ketiga pemuda itu auto menghentikan kegiatan menyantap makanannya.
Kompak mereka menggelengkan kepalanya.
"Duh semoga Rindu cepet bangun dari koma ya. Kasian, dua hari lalu mbk sama ibu nengok ke rumah sakit. Sedih ih gak ngebayangin kalo jadi Rindu." ucap mbk Heny.
"Doain Rindu terus ya mbk." ucap Ibra.
"Mana sekarang ujian, gimana kedepannya ya ini?" suara Kemal lirih.
Ketiga pemuda itupun termenung dalam lamunan masing masing.
kring.. kring..
Seminggu berlalu, akhirnya tibalah di hari ujian terakhir.
kring...kring...kring...
Para siswa pulang dengan wajah lega. Lega karena akhirnya ujian selama satu Minggu ini dapat mereka lewati dengan baik, begitupun dengan Ibra, Kemal dan Ridho.
"Kita mau langsung ke rumah sakit apa mau balik dulu nih?" tanya Ridho.
"Aku langsung aja lah! kalian?" sahut Ibra.
"Langsung ajalah, kangen Rindu" sahut Kemal.
"Wuuu" suara Ibra dan Ridho kompak. Tiba-tiba suara hape Kemal berdering ketika mereka akan melajukan sepeda motornya.
"Hallo..."
__ADS_1
"Oh syukur Alhamdulillah, oh gtu baik kalau gtu. kebetulan nih kk juga mau otw rumah sakit. yaa paling 30 menit lagi sih. yaudah tunggu yaa." suara Kemal.
"Sape mal?" tanya Ridho.
"Oh itu, Nara. yang waktu itu gw ceritain. bokapnya hari ini pulang dari rumah sakit. tapi katanya mau ketemu ogut dulu." sahut Kemal.
"Yaudah yok kuy, keburu sore nih" ajak Ibra.
"Kuy..." sahut kedua adik kelasnya itu.
"Mari pak...." sapa mereka pada security sekolah ketika melewati pos security.
"Eitzz, wait.. wait...!" seru Kemal mengejutkan kedua sahabatnya itu.
"Apa sih Mal?" tanya Ibra.
"Sini!" sahut Kemal menunjuk tivi kecil di pos security.
Ibra dan Ridho pun turun dari motor dan menghampiri Kemal.
"Itu tuh bokapnya Nara, yang waktu itu gue donorin darah gw!" ucap Kemal berapi-api.
"Om Besari!?" Ibra terkejut.
"Ayah Rindu!!!" ucap mereka bertiga kompak.
Tanpa pikir panjang, mereka bertiga pun bergegas melajukan sepeda motor nya menuju rumah sakit.
...........................
Haiii readers tersayang, sudah awal bulan aja nih... Gak terasa Namaku Rindu sudah on going 22 chapter lhooo...
Penasaran gak sih sama kelanjutan nya???
yuk gak bosan author mohon Like, Vote dan Comment nya juga yaa...
Dukung author terus yaa....
Happy reading...
__ADS_1
Salam Sayang....🥰😘