Namaku Rindu

Namaku Rindu
tantangan


__ADS_3

"Assalamualaikum........"


"Wa'allaikumsallam, eh siapa yaa?"...


"punten ini teh author 🤭"


"Author yang mana?"...


"Ih readers jangan gitu sih, maafkeun author yang lama menghilang yaa. bukan nya tak cinta bukannya tak sayang, namun apalah daya belakangan ini author memang tidak bisa update 🙏🙏🙏"


"Bodo amat...."


"Jan marah yaa readers, apalah seorang author tanpa readers tersayang... doakan yaa semoga author selalu sehat dan bisa terus update..."


"Yaudah deh, tapi jangan ngilang lagi yaa Thor, ngilang lagi, tiada maaf bagimu..."


"Ma'acih readers kesayangan yang sudah setia pada Namaku Rindu🤗😘


Mohon selalu dukungan yaa dengan Like Vote dan Comment.


Jangan lupa klik 🤍 untuk mendapatkan notifikasi dari novel Namaku Rindu.


Semoga kita semua sehat selalu, salam sayang🥰😘"


#


#


#


#


#


#


#


#


#


#


"Bapak dan bunda juga tidak mengijinkan Kemal untuk berpacaran Om, karena mereka takut Kemal akan kebablasan dan terbawa arus pergaulan bebas. Namun Kemal berhasil meyakinkan bapak dan bunda kalo Kemal tidak akan mengecewakan mereka" ucap Kemal.


"Kemal janji Om, hubungan Kemal dan Rindu tidak akan berdampak buruk untuk kami." Kemal berusaha meyakinkan Besari.

__ADS_1


Besari menatap lekat pada sepasang manik mata. Di telusuri nya ke dalam hati pemuda itu, ada kegigihan, ketulusan dan kasih yang besar disana. Besari pun menarik nafas berat lalu menghembuskan perlahan.


"Buktikan ucapanmu anak muda." ucap Besari.


"Akan ada olimpiade sains Nasional bukan? kalian ikutilah kompetisi itu. buktikan pada Om bahwa kalian layak bersama." Besari menuturkan sebuah syarat


"Om tidak menghalangi kalian untuk tetap berkomunikasi seperti biasa. Tetap lah berhubungan seperti biasa, jangan saling menjauh ataupun menghindari. Om akan mengijinkan kalian berpacaran jika kamu bisa menyelesaikan tantangan yang Om berikan, bagaimana?"


tantang Besari seraya menyodorkan tangan kanannya, menunggu pemuda itu mengambil keputusan.


"Deal Om. Kemal janji akan berusaha membuktikan pada Om bahwa Kemal serius dan gak main main." Kemal menjabat tangan Besari mantap. Pria bertubuh tegap itu tersenyum .


Hari sudah menjelang malam. Setelah menumpang shalat, teman-teman Rindu berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Om, Kemal pamit pulang dulu" ucap Kemal sembari menyalami tangan Besari.


"Iyaa hati-hati di jalan. ingat pesanku anak muda" ucap Besari tersenyum penuh arti.


"siap om" sahut Kemal penuh percaya diri.


"Rin, aku pamit yaa. kamu cepet sehat yaa, biar cepet sekolah lagi" ucap Kemal pada Rindu.


"Iya Mal, kamu hati-hati yaa di jalan. salam untuk bapak dan bunda juga" ucap Rindu.


"Pasti ku sampaikan" sahut Kemal.


"Nara, kakak pamit yaa. titip kak Rindu yaa." ucap Kemal.


"Assalamualaikum..." pamit Kemal


"Wa'allaikumsallam..."....


"Yah, Ibra juga pamit yaa. sudah malam juga " Ibra mohon diri.


"Lhoh, gak nginep aja Bra?" tanya Besari.


"Iyaa kak Ibra nginep aja, kita nonton bola bareng" sahut Nara.


"maaf yaa Yah, Ra.. aku soalnya gak bawa baju, gak bawa seragam juga. besok sekolah gimanaa??" jawab Ibra


"Yowis, tapi lain kali nginep yaa Lee" ucap Besari


"Siap Yah,pasti" janji Ibra


"Aku pamit yaa semua, assalamualaikum..." salam Ibra


"Wa'allaikumsallam"....

__ADS_1


"Yah, Rin ke kamar dulu ya..." pamit Rindu yang di jawab anggukan oleh ayahnya, lalu ia melangkah gontai menuju kamarnya di lantai 2.


"Nara juga Paa, mau tidur." pamit Nara


"Yasudah istirahat sana boy, besok kamu juga kan harus sekolah toh." sahut Besari sembari mengusap puncak kepala anak laki-laki sahabatnya itu.


"Papa gak istirahat?" tanya Nara sebelum beranjak ke kamarnya.


"Sebentar lagi papa masih ada sedikit pekerjaan." jawab Besari


"Oke deh, papa jangan terlalu larut yaa tidurnya. daa papa"ucap Nara lalu bergegas menyusul kakaknya ke kamar.


tok..tok..tok...


"Masuk..." ...


"Kakak udah mau tidur?" tanya Nara ketika membuka pintu kamar kakaknya.


"Bentar lagi kayaknya, belum begitu ngantuk. ada apa Ra?" ucap Rindu


"Nara boleh masuk kak?" tanya Nara lagi


"Masuk aja sini, kayak tamu aja kamu" sahut Rindu sembari tertawa kecil


Nara pun masuk ke kamar bernuansa ungu tersebut. Ia duduk di tepi ranjang di samping Rindu.


"Mau ngomong apa?" ucap Rindu langsung to the point


"Hehehe kakak tau aja." jawab Nara sembari menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Kakak, kenapa kakak gak ngomong ke papa sih soal kak Kemal." tanya Nara dengan tatapan menyelidik


"Maksudnya gimana?" Rindu malah balik bertanya


"Isshh kakak, jangan pura-pura deh. Nara tau sebenarnya kakak sama kak Kemal tuh saling suka kan.. terus kenapa kakak gak ngomong aja ke papa soal perasaan kakak ke kak Kemal, biar papa ijinin kakak pacaran sama kak Kemal." Nara berargumen


Rindu terdiam sejenak, ia pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan


"Masalahnya gak semudah itu Ra. kakak tau banget papa kayak gimana. Papa tuh sebenernya memproteksi kakak. karena kan kakak anak perempuan yaa, jadi papa mau yang terbaik buat kakak. gtu sih klo menurut kakak." Rindu berusaha menjelaskan kepada adiknya mengenai perspektif Ayahnya


"Dan papa tuh kan orang tua yaa, beliau khawatir kalau nantinya kami mungkin salah jalan, makanya papa mau memastikan bahwa pria yang Deket sama anak perempuan nya ini memang gak neko-neko gtu." lanjut Rindu


"Tapi kan kakak jadi ngebatin" ucap Nara


"Sok tau kamu" sahut Rindu lemah


"kak, Nara ini kan adiknya kak Rindu, Nara tau perasaan kakak. keliatan tau dari mata kakak." sahut Nara

__ADS_1


"Kata Tante Mohra, mata itu jendela hati kak"....


Rindu kembali terdiam. sesaat ia terlarut dalam lamunannya. Ia mengingat semua hal yang telah ia lalui dalam hidupnya. lalu terbersit satu hal, apa kah ia tak dapat bahagia?? baru saja ia merasakan kebahagiaan karena kembali bersatu dengan ayahnya, sekarang ia harus mengalami rasa sedih karena tak dapat dengan mudah bersatu dengan Kemal, pemuda yang ia cintai.


__ADS_2