Namaku Rindu

Namaku Rindu
Maafkan aku


__ADS_3

"Biar aku saja"....


"Kak Ibra...!" Rindu dan Kemal terhenyak.


"Golongan darah saya AB Dok. biar saya saja yang mendonorkan darah untuk Nara." ucap Ibra.


"Baik, kalau gitu mari ikut saya" dokter dan Ibra bergegas meninggalkan Rindu dan Kemal untuk mengambil darah.


.............


Plak.....


"Benar-benar keterlaluan kamu Lidya!" Besari melayangkan sebuah tamparan ke wajah Lidya.


"Pukul mas.... pukul....! sampai kau puas!" teriak Lidya.


"Sungguh aku tidak menyangka hati mu memang sangat hitam. teganya kau menyakiti darah dagingmu sendiri!" Besari geram, teriakannya memenuhi ruangan direktur rumah sakit Bina Sehati.


"Aku gak sengaja mas! itu salah Nara sendiri! untuk apa dia justru membela anakmu dan Erna! Harusnya dia yang binasa! bukan Naratama!" Lidya berteriak menyulut amarah Besari.


"Benar-benar tak tau terimakasih dirimu Lidya. Setelah semua yang kulakukan untukmu dan Nara, teganya kau hancurkan hidupku. kau buat istriku pergi meninggalkan aku, sekarang ketika aku baru saja menemukan putriku, kau ingin membinasakannya! Andai Gunawan tak menitipkan mu padaku, tak Sudi aku mengenal wanita berhati iblis seperti mu!" Besari mencapai puncak kemarahannya. Membuat seisi ruangan bergetar ciut nyali. Tiba-tiba saja ada yg masuk kedalam ruangan mengejutkan semua orang termasuk Besari.


"Dasar perempuan laknat!' ucap seorang wanita mendorong keras pintu masuk ruangan mengejutkan.


"Erna...." Lidya terkejut.


"Ern....." Besari tak kalah terkejutnya, perasaannya campur aduk tak karuan hingga tak mampu berkata-kata.


"Belasan tahun lalu kau buat aku membenci suami yang begitu aku cintai. Kau buat aku membenci putri kandung ku! kau buat aku menghancurkan kehidupan anak-anak ku. Sekarang kau ingin menghabisi nyawa anakku satu-satunya! cukup Bedebah! kita harus selesaikan semua nya hari ini!" Dengan kemarahan yang membara, Erna melayangkan tamparan dan memukuli Lidya sejadi-jadinya. Lidya tak tinggal diam ketika ada kesempatan untuk meloloskan diri, ia pun lari meninggalkan ruangan tersebut menghindari amukan Dewi Durga yang menjelma didiri Erna.


"Jangan lari kau keparat!" Erna berusaha mengejar Lidya disusul yang lainnya. Namun tiba-tiba lengannya ada yang menahan. Ya itu adalah Besari.


"Er..." ucap Besari lirih.

__ADS_1


"Mas Sari..." Erna menahan air mata.


"Er... ini benar kau Er?" Besari menangkup wajah istrinya dengan tatapan tak percaya. Yang ia cari selama belasan tahun ini ada di hadapannya.


"Maafkan aku mas Sari. maafkan aku. Karena kebodohan ku, aku terima saja mentah-mentah ucapan perempuan itu dua belas tahun yang lalu."Ucap Erna sembari menitikan airmata.


"Tidak Er, ini semua salahku. bukan salahmu! tapi semua sudah usai Er. kita akan kembali bersama. kamu,aku, Rindu dan Angkasa. sungguh aku merindukan kalian semua Er." kemudian Besari memeluk erat tubuh wanita yang merupakan ibu dari anak-anaknya.


"Tidak mas. maafkan aku. Aku tak pantas untukmu mas. Aku telah mendzalimi cemplon selama 12 tahun ini karena kebodohan ku. Aku pun telah gagal mendidik Angkasa hingga ia memiliki perangai yang tidak baik dan meninggal dengan cara yang tragis" Erna menangis histeris.


"Apa maksudmu Er?" Besari terkejut dan melepaskan pelukannya. menatap wajah istrinya dengan tatapan nanar.


"Maafkan aku mas" Erna lirih tertunduk dengan airmata yang membanjir wajahnya.


"Semua sudah berakhir mas. dan sekarang saatnya aku menuntaskan semuanya. " Erna pun melepaskan genggaman tangan suaminya dan berlari mengejar Lidya.


Halaman parkir RS Bina Sehati


"Bu Lidya, stop Bu! berhenti Bu Lidya" teriak orang-orang yang mengejar Lidya.


Tiba-tiba saja...... Bugh...


"Auw..." Lidya terjatuh seperti kakinya tersandung sesuatu.


"Cukup perempuan laknat. cukup sudah semua kejahatan yang kau perbuat selama ini." Erna menatap Lidya dengan tatapan penuh dendam. Ia melayangkan tendangan dan membuat wanita berkulit putih itu tersungkur.


"Kau pikir akan mudah menyingkirkan aku Erna? kau salah besar! aku adalah Lidya Maulida, tak ada kata kalah dalam hidupku. Jika aku gagal melenyapkan putrimu si pembawa sial. Maka dirimu lah yang akan aku lenyapkan." teriak Lidya seraya bangkit dari posisinya dan berusaha menyerang Erna.


"Tutup mulut mu! jangan pernah mengatakan hal buruk tentang putri ku!" geram Erna seraya menangkis serangan dari Lidya. gerakan Erna membuat Lidya kewalahan. tentu saja karena Erna adalah mantan atlet pencak silat semasa remaja dulu. dengan sekali tendangan membuat Lidya kembali tersungkur. Namun karena kelicikannya, Lidya mampu meloloskan diri dari serangan Erna setelah melempar kaleng bekas yang ia temukan tak jauh dari posisinya saat terjatuh.


Orang-orang yang sejak tadi hanya menyaksikan pertandingan antara dua wanita dalam hidup Besari kembali mengejar Lidya.


"Sudah Er, cukup. biar aku yang mengurusnya." ucap Besari menahan Erna yang akan kembali mengejar Lidya.

__ADS_1


"Tidak mas, cukup sudah semuanya. aku harus mengakhiri kejahatan Lidya. Mas, titip cemplon. sampaikan maafku padanya. jaga dan bahagiakan putri semata wayang kita mas." ucap Erna lirih dan meninggalkan Besari.


"Kau tidak bisa lagi lari Lidya. kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu" ucap Erna ketika ia berhasil mengejar Lidya.


"Jangan mimpi!" seringai Lidya.


Dua wanita bergelar ibu itupun saling pukul dan saling kejar sampai ketepi jalan raya di depan rumah sakit. Dan hingga akhirnya sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi menghantam keduanya.


ciiitttttt......


Bragghhh....


"Aarrgghhhh......" Lidya dan Erna terhempas beberapa meter.


pengemudi mobil pun tertangkap oleh orang-orang dan berhasil mengamankan nya


"Sudah cukup Bunda. cukup semua kesalahan yang telah Bunda perbuat. Saatnya kita pergi dari dunia ini Bun...." sebuah tangan menggapai Lidya yang seketika meregang nyawa.


"Er.... tolong ....." teriak Besari menopang kepala istrinya yang bersimbah darah.


"Mas...Sari... ma..afka..n a..ku" ucap Erna terbata yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir nya.


"Ernaaaaaaa".......


..........................


readers: Thor, jahat banget sih kok gini ceritanya.... tissue mana tissue


Author: sepurane Yo , author juga sembari mberebes miliiiii nih nulis nyaaa


readers: terus piyee nasib Rindu??


Author:Makanya jangan lupa Like, Vote dan Comment yooo supaya Author semangat nulisnya....

__ADS_1


readers: ahsiaaapppp.....


__ADS_2