Namaku Rindu

Namaku Rindu
Rindu kritis (lagi)2


__ADS_3

" so?" Ibra menatap bergantian kedua adik kelasnya.


" okelah demi Rin Rin gw setuju." sahut Ridho malas


" deal" sahut kemal.


" oke deal" mereka pun melanjutkan makan siangnya.


kring...kring...kring...


Jam pelajaran telah usai, semua siswa bergegas pulang ke rumah nya masing-masing. begitupun Ibra,Kemal dan Ridho


Ketika hendak berjalan menuju parkiran motor, tiba-tiba...


"Mal.. Kemal..." panggil seseorang.


" oh Bu Wardah, ada apa Bu?" tanya Kemal ketika sang wali kelas berhenti tepat 2 langkah di depannya.


" Mal, maaf ibu minta tolong bisa antarkan ibu dan beberapa guru ke rumah Rindu?" pinta Bu Wardah.


" oh bisa Bu. kapan Bu?"


" sekarang bisa nak? kebetulan guru-guru yang lain sudah siap. mereka ada di parkiran." tukas Bu Wardah.


" oh siap mati Bu."


Kemal pun mengikuti Bu Wardah berjalan menuju parkiran.


siang itu beberapa guru datang mengunjungi rumah Rindu dengan menaiki mobil pak kepala sekolah, pak Subagyo.


Dengan Kemal sebagai pemandu menggunakan motor Scoopy nya, para guru pun melaju menuju rumah sang siswi yang tengah koma.


Rumah Rindu


" Ini rumah Rin Bu, Pak."


" oh baiklah.." Bu Wardah, Bu Febri, pak Axel dan pak Subagyo melangkah menuju pintu rumah Rindu yang di ikuti Kemal dari belakang.


" Assalamualaikum.."


" Assalamualaikum..."


" Assalamualaikum, permisi..." Pak Subagyo mengetuk pintu dan memberi salam, namun tak ada jawaban.


" punten..." suara seorang nenek.


" Eh maaf Nek, mau tanya keluarga Rindu kemana ya? mereka tinggal di sini kan?" tanya pak Subagyo.

__ADS_1


" iya betul, bapak dan ibu ini siapa ya? mau mencari si neng atau mencari Bu Erna?" tanya seorang nenek yang ternyata adalah Nek Danur.


" kami guru dari Rindu Nek. kami ingin menemui orang tua dari Rindu." jawab Pak Subagyo.


" oh, kalo Bu Erna dan anak nya yang lelaki teh sudah pindah rumah. tadi pagi-pagi sekali mereka pindahan. tapi tidak ada yang tau mereka pindah kemana. padahal kasian si neng, sekarang sedang sakit, berjuang antara hidup dan mati" Nek Danur berkaca-kaca.


" Astaghfirullah..." terdengar suara para guru juga Kemal.


" Baiklah kalau begitu terimakasih ya nek atas informasi nya. kalau begitu kami pamit saja. Assalamualaikum" Pak Subagyo dan para guru pamit.


" mari Pak, Bu, wa'allaikumsallam" sahut Nek Danur yang kemudian berlalu meninggalkan teras rumah Rindu.


" Kemal, bisa antar kami ke RS? kami ingin menjenguk Rindu." pak Subagyo.


" oh baik pak, mari pak"


RS Bina Sehati


Sampai di parkiran, para guru bergegas turun. Kemal sudah menunggu di lobby RS, karena tiba lebih dulu.


" Mari Pak, Bu. lewat sini" kemal melangkah di depan menunjukkan arah kamar perawatan Rindu.


tiba di ruang perawatan Rindu. Kemal mempersilahkan gurunya untuk masuk.


" Loh Mal, kok kosong?" tanya Bu Wardah.


" iya kok kosong?" tanya pak Subagyo.


" Maaf kalian siapa ya?" sapa seorang perawat.


" eh maaf sus, pasien di kamar ini kemana ya?" tanya Kemal cemas.


" oh pasien atas nama Rindu Prameswari Besari ya? kondisinya semalam kembali kritis. Dan saat ini di rawat di ruang ICU." jelas sang perawat.


" Rindu kritis lagi!" kemal terhenyak.


" Astaghfirullah..." suara para guru.


" Sus, dimana ruangannya sekarang. kami ingin menjenguk nya" kemal serak


" mohon maaf, untuk saat ini pasien tidak bisa dikunjungi oleh banyak orang. tapi kalian masih bisa melihatnya dari jendela ruang ICU. ruang ICU ada di lantai 3. keluar lift sebelah kanan ya."


" Baik terimakasih sus." mereka pun bergegas ke ruang ICU.


tiba di depan ruang ICU, nampak Bu Inggit yang tak hentinya menangis sedang pak Budi di sampingnya terus mengusap lembut punggung istrinya. berusaha memberi kekuatan.


" Assalamualaikum Pak, Bu" kemal memberi salam lalu menyalami tangan sepasang suami istri itu.

__ADS_1


" Wa'allaikumsallam. oh Kemal." sahut Pak Budi.


" Nak Kemal." Bu Inggit lirih.


" gimana kondisi Rindu Bu, Pak?" tanya Kemal.


" Rindu kritis lagi nak. tolong bantu doakan ya nak Kemal." suara Pak Budi terdengar berat.


" Astaghfirullah.." suara guru-guru.


" Oh iya pak, Bu ini Bu Wardah wali kelas kemal dan Rindu di sekolah. kemudian ini Bu Febri dan pak Axel guru kami, dan ini pak Subagyo kepala sekolah kami. Pak Bu, kenalkan ini Pak Budi dan ini Bu Inggit beliau adalah RT di lingkungan Rindu tinggal. juga yang telah menolong Rindu. beliau sudah seperti orang tua angkat Rindu." kemal memperkenalkan para guru kepada Pak Budi dan Bu Inggit begitupun sebaliknya.


" Oh maaf yaa bapak-bapak dan ibu-ibu guru." Pak Budi merasa sungkan.


" tidak apa Pak. kami justru ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak juga ibu karena berkenan menolong siswi kami." tutur Pak Subagyo.


" Lalu bagaimana perkembangan kondisi Rindu pak?" tanya Bu Wardah.


" Rindu memang koma Bu. namun semalam entah mengapa, kondisinya kembali kritis dan harus dirawat intensif." ujar pak Budi getir.


" lalu apakah dokter menerangkan penyebab Rindu koma dan bahkan sekarang kritis?" tanya pak Axel.


" dokter mengatakan Rindu mengalami luka bathin yang sangat mendalam. kita hanya bisa berdoa dan menunggu mukjizat dari Tuhan." pak Budi lirih yang kemudian meneteskan air mata nya.


" Apa orangtuanya tidak ada kesini pak?" tanya Bu Febri.


Pak Budi hanya menggeleng.


"Kami tadi dari rumah Rindu pak sebelum kesini. lalu kata tetangga, tadi pagi-pagi sekali ibu juga adik Rindu pindah rumah Pak. tidak ada yang tau kemana mereka pindah" Ujar Kemal.


" Ya Allah Nduk, cah ayu, malang sekali nasib mu Nduk...." Bu Inggit menangis semakin pedih.


Lalu para guru pun menengok kondisi Rindu dari balik kaca jendela.


Alangkah sedihnya mereka melihat kondisi Rindu yang semakin parah dengan wajah yang pucat, tubuh yang terlihat lemah, alat-alat medis terpasang di hampir seluruh tubuhnya. miris rasa hati mereka. Tak pernah mereka bayangkan, siswi yang begitu membanggakan, yang begitu mereka sayangi dalam kondisi kritis seperti itu.


Hari pun semakin sore, para guru pun pamit pulang, begitupun Kemal.


...............


Assalamualaikum readers ,, maaf yaa jika beberapa hari ini jarang up karena kebetulan author sedang ada keperluan. tapi tenang saja, author akan terus berupaya up kelanjutan kisah Rindu.


Author juga selalu memohon dukungannya kepada readers yaa agar author semakin semangat dalam mengeksplor kisah Rindu Besari ini.


so menurut readers gimana nih. Akankah Rindu segera sadar dari koma nya? Akan kah Rindu segera bertemu kembali dengan ayahnya.? lalu apakah kebahagiaan akan menjumpai Rindu???


penasaran kaaannn, yuk jangan lupa like,

__ADS_1


, vote nya jugaaa.


salam sayang...


__ADS_2