Namaku Rindu

Namaku Rindu
Siswa Baru (part 3)


__ADS_3

kriiing...kriiing ...kriiing ...


Seluruh siswa berhambur keluar. Kegiatan pengajaran telah usai.


"Balik yuk Rin." ajak Kemal.


"Yuk...." sahut Rindu.


Mereka pun bergegas keluar kelas, baru saja menuruni satu anak tangga, tiba-tiba ada yang memanggil Rindu.


"Rinn..."...


"Kak Ibra..." sahut Rindu.


"Mo pulang?" tanya Ibra.


"Ia nih kak." jawab Rindu.


"Ku antar pulang ya, sekalian aku mau ketemu Om Besari." ajak Ibra.


"Rindu pulang bareng aku kak, sorry." sahut Kemal sebelum Rindu merespon ajakan Ibra.


"Hmm, ok. gk masalah. klo gtu aku duluan yaa. see you.." Ibra pun meninggalkan mereka berdua.


"Masih usaha ae...."gumam Kemal yang masih terdengar oleh indra pendengaran Rindu.


"Apa sih Mal.... jangan mulai deh! yuk ah balik." ucap Rindu lalu mempercepat langkahnya.


...........................


"Mampir dulu Mal?" tawar Rindu setelah turun dari motor Kemal.


"Udah sore Rin. besok aja deh mampir nya." sahut Kemal.


"Oh yaudah...." Nada kecewa terdengar dari gadis itu.


Menyadari gadis yang ia sayangi merasa kecewa, Kemal pun tak jadi melajukan sepeda motor nya.


"Hari ini bunda minta di anter ke rumah budhe. makanya aku gak bisa nganter." Kemal mencoba memberikan penjelasan pada Rindu.


"Besok ku jemput yaa. atau pas pulang besok kita ke toko buku dulu. gimana?" bujuk Kemal.


"Jangan cemberut gitu ih. aku janji" Kemal meyakinkan seraya mengangkat jari telunjuk dan tengah nya membentuk huruf V.


"Yowis hati-hati di jalan ya. salam buat Bunda." ucap Rindu.


"Nah gtu dong. yaudah aku pamit ya. salam untuk Ayah dan Nara. Assalamualaikum" pamit Kemal melajukan kuda besinya.


"Assalamualaikum...." suara Rindu mengucap salam.


"Wa'allaikumsallam. eh non sudah pulang." jawab mbok Dharmi.


"Sepi mbok...?" tanya Rindu menengok ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Ndoro belum pulang dari kantor. den Nara juga belum pulang sekolah non." jawab si mbok. Rindu hanya mengangguk.


"Sebaiknya Non segera ganti baju nya. si mbok siapkan makan dulu ya.." ucap mbok Dharmi.


"Iyaa aku ke kamar dulu yaa mbok." Rindu pun melangkah menuju kamar.


Sampai di kamar yang di dominasi warna ungu kalem ini, Rindu meletakkan tas di meja belajarnya. Duduk d kursi, ia menatap foto yang terpajang di meja belajarnya.


"Kemal...." ucap Rindu menghela nafas panjang.


RS Bina Sehati


"Udah sore nih. Aku pamit ya Dys. Takut d cari kakak sama papa soalnya." Nara beranjak dari kursi di sebelah brankar Gladys.


"Soalnya tadi aku lupa bilang sama papa juga kak Rindu. takutnya mereka khawatir sudah sesore ini aku belum pulang." Nara menjelaskan.


"It's okey Ra. by the way thanks yaa mau nemenin aku disini." ucap Gladys.


"Sans aja, kayak sama siapa aja sih."Sahut Nara.


"Tapi kok Tante Mohra belum datang juga yaa?" Nara menengok jam di tangannya.


"Assalamualaikum...."suara yang ditunggu terdengar.


"Wa'allaikumsallam..." jawab Nara dan Gladys.


"Panjang umur Tan. baru aja ditanyain Nara" ucap Gladys.


"Gak apa-apa Tante. cuma khawatir aja takut Tante kenapa-kenapa. oh iyaa Nara pamit ya Tan." pamit Nara.


"Kok buru-buru Ra... Tante bawain tiramisu cake lho ini." ....


"Udah sore Tante. takut di cariin papa sama kak Rindu. soalnya aku tadi lupa bilang juga hehehe." jawab Nara sembari menggaruk kepala yang tak gatal.


"Oalah Nara. maafin yaa, Tante jadi ngerepotin banget. kalo misalnya nanti papa marah suruh telpon Tante aja ya." Tante Mohra tak enak hati.


"Gak lah Tan, papa gak mungkin marah. yaudah aku pamit yaa. Dys ku pamit yaa. Assalamualaikum." pamit Nara.


"Wa'allaikumsallam...." sahut Gladys dan Tante Mohra.


................................


"Assalamualaikum..." suara Besari memasuki rumah.


"Wa'allaikumsallam... Ndoro sudah pulang." sahut mbok Dharmi.


"Anak-anak mana mbok?" tanya Besari mendapati rumahnya yang sepi.


"Non Ayu ada di kamar, sedangkan den Nara belum pulang Ndoro." jawab mbok Dharmi.


"Sudah sesore ini Nara belum pulang? tumben sekali..." gumam Besari.


"Assalamualaikum....".....

__ADS_1


"Wa'allaikumsallam..." jawab Besari dan mbok Dharmi.


"Hai Paa...." sapa Nara.


"Hai boy... tumben kok baru sampe rumah?" tanya Besari


"Maaf yaa Paa, Nara tadi pagi lupa pamit mau jenguk Gladys di rumah sakit. Terus aku nungguin Tante Mohra datang. kebetulan Tante datang telat, jadi Nara nemenin Gladys dulu." terang Nara.


"Maaf yaa Pa.." sesal Nara karna tidak pamit pada papa nya.


"yowis gak apa-apa. papa cuma khawatir aja takut kamu kenapa-kenapa" terang Besari.


"Sudah sore, lekas mandi boy." .....


"Ok paa.." Nara pun berlalu ke kamar nya di lantai 2 rumah mewah tersebut.


Sore itu, mereka habiskan dengan dirinya masing-masing. Hingga tak terasa sudah masuk waktu shalat Maghrib.


Besari mengajak anak-anak nya menunaikan shalat Maghrib berjamaah.


Lepas shalat, mereka bercengkrama di ruang televisi sambil menikmati bolu kukus dan teh hangat buatan mbok Dharmi.


"Gimana di sekolah hari ini Ra?" tanya Besari pada Nara.


"Everything it's okay paa. gak ada yang istimewa sih. tadi tuh paling liat MOS anak-anak baru aja." jawab Nara.


"Kamu ikut nge-MOS juga?" lanjut Besari.


" Gak dong Paa. sekarang kan MOS itu lebih terorganisir. Jadi yaa memang mengenalkan sekolah kita kepada siswa-siswi baru tahun ajaran ini. Gak kayak jaman dulu yang ngerjain atau ngusulin anak baru hehehe" jelas Nara.


"Tapi besok Nara paling ikut demo karate. karna besok orientasi ekskul yang ada di sekolah." imbuh Nara.


"Kalau kamu Nduk, gimana hari ini di sekolah?" tanya Besari pada Rindu.


"Alhamdulillah baik-baik saja Yah. hampir sama kayak Nara sih, hari ini kan hari pertama ajaran baru, jadi sekolah masih mengadakan ospek gtu. Kegiatan belajar mengajar juga belum mulai hari ini." jawab Rindu.


"Lalu..." Besari penasaran.


"Tadi sih ada siswa baru juga Yah. Sama tadi tuh ada pemilihan pengurus kelas XI IPA 1 sih. tahun ini Kemal jadi ketua kelas lagi, trus Rin jadi sekretaris 1." lanjut Rindu.


"Cieee yang di ceritain pasti kak Kemal deh... so sweet deh kakak" goda Nara.


"Apaan sih Raa... wong Ayah tanya yaa kakak jawab lah. dari sudut pandang mana nya yang so sweet sih" Rindu tersipu karna di goda adiknya itu.


"Tapi emang so sweet kan Paa. kak Kemal ketua kelas, kak Rin sekretaris nya wkwkwk" Nara tertawa setelah meminta dukungan papanya.


"Ihhh Naraaaaa" teriak Rindu kesal melempar bantal sofa ke arah Nara.


"Gak kenaa weeee" ejek Nara karna lemparan Rindu meleset.


"Sudah...sudah.... kalian ini sudah pada besar masih ejek-ejekan aja " Besari berusaha menahan tawa karena tingkah polah kedua putra putrinya.


"Assalamualaikum..."....

__ADS_1


__ADS_2