
Empat hari telah berlalu. Tidak ada seorang pun yang tahu mengenai keberadaan Stella selain orang tua Stella dan Davin yang selalu mendampinginya.
Garry masih sering memikirkan tentang keberadaan Stella. Namun, karena tak ada seorang pun yang tahu, dia harus menyerah untuk mencari wanita itu. Lagi pula, Garry sadar jika kesalahannya begitu besar. Wajar saja jika Stella sudah tidak mau bertemu dengannya lagi, bukan? Wanita mana yang mau bertemu dengan seseorang yang telah menyakiti hatinya sampai ke titik yang paling rendah seperti itu?
Meski masih terpuruk atas kejadian yang menimpanya, kehidupan Garry harus kembali berjalan. Pria itu kini sudah kembali berangkat bekerja dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
“Aku tidak menyangka jika kau tega menyakiti Stella separah itu, Gar,” cibir teman kantor Garry ketika mereka sedang beristirahat di kantin kantor.
Garry menghentikan kunyahannya. Dia menoleh ke arah teman kantornya yang duduk di seberangnya.
“Tidak heran kalau Feby sering makan siang denganmu di kantor. Ternyata kau ada hubungan dengan dia di belakang Stella,” timpal teman kantor Garry yang lain.
Banyak dari teman kantor Garry yang menyayangkan sikap Garry. Beberapa di antara mereka sudah menjadi saksi hubungan Garry dan Stella selama ini. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Garry akan berselingkuh dari Stella padahal selama ini Garry terlihat sangat mencintai Stella.
Garry melempar sendok yang dia pegang ke atas meja. Tanpa mengatakan apa-apa Garry berdiri dan melangkah pergi dari sana. Meninggalkan teman-teman kantornya yang terdengar menertawakan kebodohannya.
Kehidupan Garry tidak bisa sama seperti sebelumnya setelah kejadian itu. Jika awalnya semua orang memandangnya dengan tatapan kagum karena dia adalah salah satu pegawai terbaik di kantor, kini semua orang menatapnya dengan tatapan penuh ejekan. Tidak disangka jika orang yang dulu mereka segani rupanya bisa melakukan hal rendah semacam itu.
__ADS_1
“Kukira kau akan menikahi Feby setelah apa yang kalian lakukan,” sindir salah satu teman kantor Garry ketika Garry melewati koridor menuju ke ruang kerjanya.
“Bisa-bisanya kau berselingkuh dari wanita sebaik Stella. Kau pikir kau sangat spesial?” timpal yang lain.
Garry mendengus. Tanpa menanggapi ucapan itu, dia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.
Garry duduk bersandar di kursi kebesarannya. Dia memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing. Rasanya ia tak sanggup menjalani hari-hari karena semua orang membencinya.
“Stella, maafkan aku. Aku menyesal,” gumamnya sambil memejamkan matanya.
Garry tak menyangka jika hidupnya akan berubah seratus delapan puluh derajat hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat Kadang, dia berharap jika dia punya kemampuan untuk memutar balik waktu dan memperbaiki semuanya. Tapi, hal semacam itu tidak akan pernah bisa dia lakukan.
Seperti hari ini. Feby memutuskan untuk pergi ke minimarket untuk membeli beberapa keperluan. Saat membayar barang belanjaan, Feby menyadari tatapan kasir yang melayaninya. Tatapan penuh hinaan dan cibiran.
“Bukankah itu wanita yang ada di video itu?” bisik salah satu pelanggan minimarket kepada temannya. Meski mengatakan dengan suara pelan, posisi mereka yang sedang mengantre di belakang Feby membuat Feby dapat mendengar bisikan itu dengan sangat jelas.
“Video apa?” tanya pelanggan lain.
__ADS_1
“Kau tidak tahu? Ada video yang sedang viral. Wanita ini menjadi selingkuhan pacar sahabatnya sendiri.”
“Benarkah? Dasar wanita tidak punya hati. Bisa-bisanya menyakiti sahabatmu sendiri,” sindir pelanggan minimarket.
Telinga Feby terasa panas mendengar cibiran itu. Tapi, dia hanya diam sambil menggenggam erat dompetnya. Ucapan mereka memang benar, Feby adalah wanita tidak punya hati. Tapi, jika mendengar cibiran yang sama secara berulang-ulang, Feby akhirnya merasa sakit hati juga.
Setelah membayar barang belanjaan, Feby pun berjalan cepat keluar dari minimarket. Tanpa menoleh ke belakang, dia kembali ke kos dan kembali mengurung diri di sana.
Kejadian di pernikahan Garry menjadi buah bibir di masyarakat. Kejadian itu bahkan diberitakan di sosial media hingga kini semua orang tahu mengenai hal tersebut.
Feby tak tahu bagaimana dia akan kembali bersosialisasi dengan orang-orang setelah kejadian yang menimpanya. Kini, semua orang menatapnya dengan tatapan jijik, seolah dia adalaj spesies paling menjijikkan di dunia.
Lagi-lagi Feby mencoba menghubungi Garry. Namun, Garry mengabaikannya.
“Garry, aku membutuhkanmu,” ucap Feby seiring dengan air mata yang menetes di pipinya.
Tak kuasa membaca komentar orang-orang yang menyudutkannya, Feby berakhir menangis. Dia membutuhkan Garry untuk kembali kuat. Tapi, dia juga tahu jika Garry tidak akan mau bertemu dengannya lagi setelah pemberitaan itu.
__ADS_1
Kini, Feby dan Garry sama-sama tidak bisa merasakan kenyamanan hidup.