
Stella berjalan sambil mengentak-entakkan kakinya menuju ke pantry. Bibirnya tak berhenti mengujarkan gerutuan kesal setelah Davin mengusirnya dari ruang kerja pria itu. Untung saja dia tidak berpapasan dengan pegawai yang lain jadi tidak ada yang tahu jika saat ini Stella sedang merasa kesal.
“Apa yang spesial dari wanita itu sampai-sampai Davin mengusirku? Apakah dia masih menyimpan perasaan pada Cassandra dan ingin kembali setelah mendengar permintaan maafnya?” gerutu Stella tanpa henti.
Stella mengambil dua cangkir dari rak. Ia memasukkan beberapa sendok kopi ke dalam mesin pembuat kopi, lalu menunggu kopi tersebut siap untuk dihidangkan.
Setelah kopi buatannya siap, Stella pun kembali ke ruang kerja Davin. Sambil memasang senyum palsunya, Stella meletakkan dua cangkir kopi itu di meja tamu yang berada di ruang kerja Davin.
“Silakan minumannya,” ucap Stella.
“Terima kasih,” jawab Cassandra. Dia melirik Stella sekilas, lalu kembali menjatuhkan pasangannya pada Davin seorang.
Stella menatap lurus pada Davin dan Cassandra. Menyadari jika kedatangannya telah menginterupsi perbincangan dua orang itu, Stella tak lantas memilih untuk pergi. Sebaliknya, dia justru berniat untuk tetap di sana.
Wanita itu keluar dan memanggil seorang office boy yang kebetulan sedang menyapu koridor. Begitu si office boy menghampirinya, dia meminta office boy tersebut untuk mengembalikan nampan yang tadi dia bawa ke pantry.
Stella pun kembali masuk ke ruangan Davin sambil membawa dokumen yang tadi Davin minta. Dengan santai Stella menyodorkan dokumen-dokumen tersebut kepada Davin.
“Apa ini, Stella?” tanya Davin bingung.
__ADS_1
“Ini adalah dokumen-dokumen yang tadi Anda minta. Aku telah mengambilnya dari ruang arsip. Silakan Anda periksa dulu, Pak,” jawab Stella menjelaskan.
Detik di mana Davin menerima dokumen tersebut, Stella ikut duduk di sofa ruang kerja Davin. Cassandra yang melihat hal tersebut menatap Stella dengan tatapan bingung.
“Kenapa kau duduk di sini?” tanya Cassandra seraya mengerutkan dahinya.
“Aku bekerja di sini,” balas Stella.
“Bukankah sekretaris sepertimu memiliki ruanganmu sendiri?” tanya Cassandra lagi.
Stella mengangguk. “Ya, tapi aku juga sering bekerja di ruangan ini untuk mempermudah diskusi pekerjaan dengan Pak Davin. Aku harap Anda tidak keberatan jika aku berada di sini,” jawab Stella sambil tersenyum.
“Davin, apakah kau ingat jika kau dulu pernah memberiku sebuah kalung?” tanya Cassandra tanpa memedulikan keberadaan Stella di antara mereka. Dia memegang liontin kalungnya. “Kalung ini tidak pernah sedetik pun aku lepaskan sampai sekarang.”
“Ya, aku ingat,” jawab Davin singkat.
“Kau tahu tidak kalau—”
“Pak, apakah Anda sudah memeriksa poin nomor lima belas dari kontrak yang diajukan oleh perusahaan M?” tanya Stella, menginterupsi kalimat Cassandra.
__ADS_1
“Belum. Apakah ada masalah dengan poin itu?” tanya Davin.
Stella mengangguk. Dia memberikan dokumen yang tadi sedang dia periksa kepada Davin.
“Sepertinya di poin ini akan memberatkan perusahaan kita, Pak. Ada juga beberapa poin kontrak yang menggunakan kalimat ambigu,” jelas Stella.
Davin menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu, tolong informasikan kepada perwakilan perusahaan M untuk merevisi poin kontrak ini jika mereka memang ingin melanjutkan kerja sama dengan perusahaan kita,” perintah Davin.
“Baik, Pak.”
Cassandra menatap tak suka pada Davin dan Stella. Dia merasa terabaikan karena dia tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang itu.
“Davin, bisakah kau minta sekretarismu untuk keluar dari ruanganmu dulu? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu,” ucap Cassandra lirih.
Meski Cassandra telah berbisik, Stella rupanya masih bisa mendengar suaranya. Sebelum Davin menjawab pertanyaan Cassandra, Stella lebih dulu bersuara.
“Pak, hari ini kita sangat sibuk dan harus segera menyelesaikan konsep proyek baru perusahaan ini,” ujar Stella, mengingatkan Davin jika mereka hari ini sibuk.
Berbeda dengan Cassandra yang menatap bingung ke arah Stella yang sikapnya berbeda dari sebelumnya. Davin justru tengah berusaha menahan senyum karena menyadari apa yang sedang dilakukan Stella.
__ADS_1