Noda Dalam Cinta

Noda Dalam Cinta
Kembali


__ADS_3

Stella menghela napas panjang. Wanita itu menoleh ke arah Davin, menatap Davin tepat pada iris matanya. Perasaan Stella terhadap Garry bukanlah hal yang penting untuk dibicarakan saat ini. Karena ada hal lain yang jauh lebih penting untuk mereka bicarakan.


“Apakah kau tahu bagaimana kabar Garry sekarang?” tanya Stella. Dia menyipitkan matanya. Dari cara Davin merespons pertanyaannya, Stella yakin jika Davin mengetahui sesuatu tapi tak mengatakan hal tersebut kepadanya.


Davin diam. Pria itu hanya menatap mata Stella tanpa mengatakan satu patah kata pun. Dia bingung harus menjawab pertanyaan Stella dengan jawaban seperti apa. Jadi, dia memutuskan untuk diam. Ingin sekali pria itu berkata jujur, tapi ada ketakutan yang luar biasa dia rasakan.


“Davin, aku tahu kalau kau pasti juga mencari informasi tentang Garry seperti kau mendapatkan informasi tentang Feby. Katakan padaku apa yang kau ketahui!” desak Stella dengan suara lirih, namun tegas.


Mata Davin terpejam. Ia mengatur detak jantungnya sebelum dia akhirnya membuka matanya kembali dan mengatakan sejujurnya pada Stella mengenai apa yang dia ketahui.


“Garry hari ini kembali.”


Empat kata itu berhasil membuat tembok pertahanan Stella runtuh. Wanita itu menahan napasnya. Tubuhnya terasa lemas begitu mendengar jika Garry akan kembali ke kota ini. Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil.


Tanpa menatap mata Davin gadis itu membalas, “Tidak mungkin Garry kembali. Kau berbohong, ‘kan?”


“Untuk apa aku berbohong mengenai hal ini, Stella? Garry benar-benar akan kembali hari ini,” balas Davin.


Apa yang dikatakan oleh Davin memang benar adanya. Bahkan, saat ini orang tua Garry, Ane, dan Damar tengah berada di bandara untuk menunggu kepulangan Garry.

__ADS_1


Senyum Yanti dan Deo mengembang sempurna saat mereka melihat putra mereka datang sambil menyeret kopernya. Dengan tangan lebar mereka menyambut kedatangan Garry dan menarik pria itu ke dalam pelukan mereka.


“Garry, akhirnya kau pulang juga. Kami sangat merindukanmu,” ucap Yanti sambil tersenyum penuh haru.


Memang benar jika kepergian Garry adalah hal yang mengejutkan mereka. Garry tidak mengabari saat dia hendak pergi. Dia bahkan baru mengabari beberapa hari setelah dia pindah ke kota lain. Tapi, hal tersebut tak lantas membuat mereka membenci Garry. Mereka tahu Garry butuh waktu untuk memperbaiki diri. Dan kini, mereka bahagia karena Garry akhirnya kembali.


“Bagaimana kabarmu, Gar?” tanya Deo.


Garry tersenyum. “Jauh lebih baik dari satu tahun yang lalu, Pa,” balasnya.


“Lain kali kalau kau pergi tanpa pamit, aku akan mencarimu ke seluruh penjuru dunia,” gurau Damar, membuat Garry tertawa.


“Sudah, sudah. Lebih baik kita pulang sekarang. Garry pasti lelah karena telah menempuh perjalanan jauh,” ucap Yanti yang langsung disetujui oleh Deo.


Mereka pun pulang.


Di rumah orang tuanya, Garry bercerita mengenai bagaimana dia kembali bangkit setelah memutuskan untuk pergi dari Jakarta.


“Dari sisa tabungan yang aku miliki, aku mulai membangun usahaku dari nol. Awalnya memang sulit, apalagi reputasiku sudah jelek di mata orang-orang. Tapi, perlahan aku dapat membuat relasi dan sekarang perusahaan percetakan yang aku bangun sudah berkembang pesat,” jelas Garry sambil tersenyum bangga.

__ADS_1


“Kami bangga padamu, Gar. Kau tidak terus-menerus terpuruk dan justru kini kau justru telah sukses,” balas Deo.


“Tapi, kau membangun usaha itu bukan karena kau tidak ingin bekerja denganku, ‘kan?” gurau Damar.


Garry mengedikkan bahunya. “Ya itu memang salah satu alasannya,” balasnya, memancing tawa orang-orang yang ada di sana.


“Dasar!”


“Lalu, apa rencanamu selanjutnya?” tanya Yanti.


“Aku ingin membuka cabang di Jakarta. Ini masih rencana sebenarnya. Tapi, ya, kita lihat saja nanti apakah jadi atau tidak,” jawab Garry.


“Baguslah kalau begitu. Jadi, kau tidak perlu tinggal jauh dari kami lagi,” balas Yanti senang.


“Sebetulnya ada satu hal lagi yang ingin aku katakan pada kalian.”


“Apa?”


“Aku kembali karena aku ingin mengajak Stella menikah.”

__ADS_1


Pernyataan Garry membuat semua orang langsung terdiam.


__ADS_2