Noda Dalam Cinta

Noda Dalam Cinta
Ingin Menikahi Stella


__ADS_3

Setelah berhasil mencerna apa yang saat ini terjadi, perlahan Stella mendorong tubuh Garry untuk melepaskan pelukan itu. Garry adalah pria yang sudah menghancurkan perasaannya, pria yang telah menyakitinya hingga hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat. Stella tak mau Garry kembali ke dalam hidupnya seolah apa yang terjadi di masa lalu tidak pernah ada.


“Maaf, Gar. Kau tidak bisa memelukku setelah apa yang terjadi di antara kita,” ucap Stella. Dia berjalan mundur, menjaga jarak dari Garry.


Garry menarik napas dalam-dalam. Ia kembali menghampiri Stella, lalu meraih tangan Stella supaya Stella tak bisa menghindar darinya lagi.


“Aku tahu apa yang aku lakukan satu tahun yang lalu adalah hal yang salah, aku minta maaf,” ucap Garry sambil meremas tangan Stella yang berada dalam genggamannya.


Stella mengalihkan tatapannya dari Garry. Tatapan mata Garry, sentuhan Garry, dan suara pria itu mungkin adalah hal yang paling disukai oleh Stella. Tapi, itu dulu. Jauh sebelum Stella tahu kalau Garry berkhianat darinya.


Kini, tatapan mata Garry tak lagi memberikan kesejukan di hati Stella. Sentuhan Garry tak lagi mengalirkan sengatan bahagia di hati Stella. Dan suara Garry ... tak lagi menjadi melodi indah yang mengalun di telinga Stella. Kini, hanya ada rasa kecewa dan amarah yang membuncah di kepala Stella setiap kali dia melihat Garry dan mengingat apa yang sudah pria itu lakukan padanya.


“Kenapa kau kembali lagi, Gar?”


Pertanyaan itu menyembur begitu saja dari bibir Stella. Wanita itu merasa jika Garry pasti memiliki alasan kenapa dia kembali. Stella harus tahu mengenai hal tersebut. Dia tidak akan bisa tenang jika kepulangan Garry memang ada hubungannya dengan pesan singkat yang Garry kirimkan padanya satu tahun lalu sebelum kepergian Garry.

__ADS_1


“Kau ingat pesan singkat yang aku kirimkan kepadamu satu tahun yang lalu?” tanya Garry.


Stella memejamkan matanya sejenak. Hal yang paling dia khawatirkan benar-benar terjadi. Dada Stella terasa sesak. Demi Tuhan, dia tidak ingin hal ini terjadi.


“Tidak,” jawab Stella, berbohong.


“Aku berkata jika aku akan kembali setelah aku menjadi orang yang lebih baik dan pantas untukmu,” ucap Garry. Senyum lebar terpatri di bibirnya. Perasaan bungah menguasai hatinya. Setelah satu tahun lamanya, kini akhirnya dia bisa kembali menemui Stella untuk mengutarakan niatnya.


“Gar, aku—”


Stella hanya diam, membiarkan Garry mengutarakan apa yang ingin dia katakan. Meski sebetulnya, Stella merasa tidak nyaman berada di dekat Garry.


“Aku ingin memulai kehidupan baru di kota yang baru bersama denganmu.”


Stella terkesiap. Dia menatap Garry dengan tatapan bingung. Napasnya tercekat, seolah udara raib dari sekitarnya saat dia mendengar kalimat yang dituturkan oleh Garry barusan.

__ADS_1


“Aku ingin menikahimu, Stella. Dan aku juga berjanji jika aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi,” ucap Garry penuh keyakinan.


Dari dalam mobil, Davin mendengar kalimat yang diucapkan oleh Garry. Davin mengepalkan tangannya kuat-kuat, meremas kemudi mobilnya dengan erat.


Dia masih memerhatikan Stella dan Garry. Melihat Stella yang hanya diam, Davin merasa jika Stella mungkin ingin menerima Garry tapi sungkan karena tahu dia masih di sana.


Sambil tersenyum masam Davin menyalakan mesin mobilnya, lalu berlalu pergi tanpa menoleh ke belakang sedetik pun. Dengan hati terluka, Davin pergi sebab dia pikir Stella masih mencintai Garry.


Sementara itu, tepat setelah Davin pergi, Stella melepaskan tangannya dari genggaman Garry. Stella mundur beberapa langkah sambil menggelengkan kepalanya.


“Maaf, Gar. Aku tidak bisa menikah denganmu.”


“Kenapa? Apakah karena apa yang aku lakukan padamu jadi kau takut untuk menikah denganku? Stella, aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku lagi.”


Stella menggeleng. “Aku sudah tidak memiliki perasaan apa pun kepadamu,” jawab Stella dengan tegas. Wanita itu tersenyum. “Aku turut senang kau sekarang sukses. Tapi, maaf, aku tidak mau menikah denganmu.”

__ADS_1


__ADS_2