Noda Dalam Cinta

Noda Dalam Cinta
Menceritakan Pada Ane


__ADS_3

Stella kini dapat bernapas lega. Dari tadi, ia terasa seperti diikat dengan rotan karena Garry tidak mau meninggalkannya sedetik pun.


“Stella!” panggil seseorang, membuat Stella sontak saja menoleh.


“Oh, hai, Feb,” balas Stella sambil memaksakan seulas senyum. “Kau tadi ke sini bersama Garry, ‘kan?”


“Y-ya. Tempat kosku dan apartemen Garry satu arah. Kami tidak sengaja bertemu di jalan saat aku sedang menunggu taksi dan Garry mengajakku berangkat bersama,” jawab Feby gelagapan.


“Sudah kuduga,” gumam Stella.


“Kau bilang apa? Maaf, aku tidak bisa mendengarnya,” ucap Feby.


Stella menggeleng. “Tidak. Aku hanya bilang kalau Garry sangat baik. Dia tidak mungkin membiarkan perempuan yang dia kenal berdiri di pinggir jalan menunggu taksi sendirian, ‘kan?” Apalagi, jika perempuan itu adalah selingkuhannya, sambung Stella dalam hati.


“Ya, Garry adalah pria yang baik. Kau sangat beruntung karena memiliki kekasih seperti dia,” balas Feby.


Stella menaikkan sebelah alisnya, namun tak membalas ucapan Feby. Feby dan Garry benar-benar bersikap seolah Stella adalah gadis bodoh. Stella tahu kalau Feby dan Garry datang ke sini bersama karena memang dari semalam mereka sudah bersama. Tidak heran jika mereka menggunakan alasan klise kalau mereka tidak sengaja bertemu di jalan untuk membodohi Stella.


Selanjutnya, Stella dan Feby mengobrol seperti biasa. Stella harus bersikap baik di depan Feby supaya rencananya untuk membalas rasa sakitnya kepada Feby tidak dicurigai. Meskipun dalam hati, Stella sangat tidak sudi untuk mengobrol dengan seseorang yang sudah menusuknya dari belakang.


Ketika mereka tengah mengobrol, Stella menyadari jika Feby kerap curi-curi pandang ke arah lain. Stella pun mencari tahu ke arah mana Feby memandang dan ternyata ia mendapati Garry tengah memandang ke arah Feby juga.

__ADS_1


‘Ya Tuhan, apakah dari dulu mereka selalu seperti ini dan aku terlalu buta sampai-sampai tidak bisa melihatnya?’ tanya Stella dalam hati.


Acara ulang tahun Bella akhirnya usai. Para tamu undangan berbondong-bondong meninggalkan rumah Damar dan Ane. Kini, yang tersisa di sana hanyalah Stella, Garry, dan Feby. Kini, mereka bertiga beserta Damar, Ane, dan Bella tengah duduk di sofa ruang tamu.


“Tante Stella, kata teman-temanku, aku memiliki Tante yang sangat cantik,” puji Bella.


Stella tersenyum. “Benarkah?”


Bella mengangguk antusias, lalu berbisik di telinga Stella, membisikkan apa saja yang dikatakan oleh teman-temannya dan membuat Stella terkekeh geli karenanya.


“Lalu apa yang kau katakan kepada mereka?” tanya Stella.


“Aku berkata kalau kecantikanku adalah perpaduan Mama dan Tante,” balas Bella dengan bangga, membuat orang-orang yang ada di sana tertawa.


“Bolehkah aku ikut?” tanya Bella.


“Tidak boleh, Sayang. Kau di sini saja dengan Papa, Om Garry, dan Tante Feby,” ucap Ane.


Ane mengajak Stella pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua. Sepanjang acara tadi, Ane sebetulnya sudah geram ingin menanyakan satu hal kepada Stella.


“Stella, ada apa dengan perubahan penampilanmu?” tanya Ane begitu mereka masuk ke dalam kamar Ane. “Sejujurnya aku senang karena kau sekarang berpenampilan seperti dirimu yang dulu.”

__ADS_1


Stella terdiam, ragu untuk bercerita.


“Stella, apakah ada sesuatu yang terjadi dan kau berusaha untuk menyembunyikannya?” desak Ane. “Bukankah kita adalah saudara?”


Stella menghela napas berat. “Tadi malam, aku memergoki Garry dan Feby berselingkuh dariku, Kak,” jawab Stella pada akhirnya.


“APA?!”


“Shh, jangan kencang-kencang, Kak. Aku tidak mau ada yang mendengarnya,” ucap Stella. “Garry dan Feby belum tahu kalau aku memergoki mereka.”


Stella pun menceritakan tentang kejadian semalam. Tak lupa ia juga memperlihatkan video yang ia rekam di ponselnya kepada Ane.


“Keterlaluan! Perselingkuhan mereka sudah sampai sejauh ini?!” tanya Ane, berusaha menahan teriakannya.


Ane murka. Ia sangat marah kepada Garry karena pria itu berani-beraninya menyakiti Stella. Ia begitu menyayangi Stella dan ia tidak terima dengan perbuatan Garry dan Feby.


Siapa pun yang menjadi saksi hubungan Stella dan Garry pasti akan sangat murka. Mereka tahu betul kalau selama ini Stella selalu menurut kepada Garry dan melakukan apa pun yang Garry inginkan. Kecuali satu hal ... Stella masih menjaga kehormatannya. Dan tanpa ia sadari, hal tersebutlah yang membuat Garry berselingkuh dengan Feby karena Feby rela menjadi simpanan serta penghangat ranjangnya.


“Aku tidak bisa membiarkan ini, Stella. Aku tidak terima kau disakiti seperti ini,” ujar Ane.


Stella menghela napas. “Kak, karena aku sudah menceritakan semuanya. Aku harap Kak Ane tidak perlu marah kepada Garry.”

__ADS_1


“Apa? Kenapa? Apakah kau berniat untuk memaafkan Garry?” tanya Ane bingung.


Stella menggeleng. “Tidak, Kak. Justru sebaliknya, aku berniat untuk membalas rasa sakitku kepada Garry. Untuk saat ini, aku akan bersikap seolah aku tidak tahu mengenai perselingkuhan mereka. Tapi perlahan ....” Stella menjentikkan jarinya. “Aku akan membalasnya.”


__ADS_2