
...Perasaan sedih hanya akan membuatmu terlihat lemah!...
...Aldi~...
Hay guys..
Happy reading..
.
.
.
.
Aldi dan Lala datang sangat pagi ke rumah sakit, Aldi dan Lala hanya akan membawakan beberapa perlengkapannya tante Ega, karena kata dokter, tante Ega harus di rawat minimal empat hari lamanya.
Lala membawa paper bag dan Aldi membawa beberapa makanan serta buah.
Aldi mendorong pintu kamar Cempaka dan ternyata tante Ega sedang di suapi bubur oleh om Riand- papa Lala, keduanya tersenyum kepada Lala dan Aldi.
"Wah anak sama calon mantu mama datangnya pagi banget," seru tante Ega.
"Heheh iya tante, nih kami bawa perlengkapannya tante," ucap Aldi sabil menyerahkan makanan kepada om Riand. Aldi sudah terbiasa di panggil menantu oleh Ega, dan sudah tidak ada protes atas klaim sepihak itu.
"Kalian sudah makan belom nih?" tanya om Riand.
"Udah kok pah," jawab Lala tersenyum manis. Dia mencoba terlihat bahagia padahal dia kurang tidur.
"Kalian kuliah pagi ya, datang nya pagi gini," kata Ega.
"Iyaa mamaku sayang." kata Lala.
"Mama sih udah ngak khawatir kalau kalian bersama, toh, Aldi sangat bisa di andalin," ucap Ega.
"Hehehe mama, kami ke kampus dulu ya, Lala sayang Mama," ucap Lala mencium Ega dan menarik Aldi keluar dari kamar rawat.
"Bentar bener kita jenguk nya La? Apa ngak apa-apa tuh," tanya Aldi heran.
"Yok kita makan cilok, Gue kayaknya lapar lagi nih," seru Lala.
Lala berjalan lebih dulu, meninggalkan Aldi yang memasang muka heran, pasalnya Lala benar benar punya sifat lain-lain, apa Lala kerasukan jin rumah sakit? mungkin saja.
***
__ADS_1
Lala menekuk muka nya, pelajaran matematika itu benar benar membosankan menurutnya dia masih kurang cerdas menangani mood belajar. entah kenapa pelajaran itu masih saja masuk list pelajaran wajib di KRS semesternya.
"Asem banget komuk lu itu," protes Heiji.
"Diem," balas Lala ketus.
"Ya udah gue imut gue diam," jawab Heiji membela diri dan sok-sok an menutup mulut, tangan nya seperti menarik garis di bibirnya.
"Humm," gumam Lala malas menanggapi lagi sikap Heiji.
"Lagi ada masalah apa Lala?" tanya heiji.
"Mama masuk rumah sakit," jawab Lala.
"Serius lu? Kapan?" Heiji menodong pertanyaan nya.
"Kemarin Ji, Gue jadi sedih," balas Lala.
"Yang sabar ya," ucap Heiji.
"Iya, gue sabar kok,"
Lala tersenyum tipis, Heiji balas tersenyum sambil kembali memperhatikan dosen, beruntung mereka duduk di belakang.
"Ya sudah, kita tutup perkuliahan kita, dan jangan lupa daftar hadir yang di gulir tadi di kembalikan, sampai jumpa," pamit pak Anas dosen matematika.
Perkuliahan berakhir. Lala menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan, semalam dia kurang tidur memikirkan mamanya, bahkan saat jam sudah menunjukkan pukul 02:50 dini hari.
"La, ayo ngantin dulu yuk! Lapar gue," ajak Heiji.
"Yaudah deh, ayok," angguk Lala.
"Okeee…" seru Heiji.
Mereka sampai di kantin lantai Lima, kantin sudah mulai sepi karena banyak yang sudah kembali ke kelas.
"Mau makan apa la?" tanya Heiji.
"Samain aja," jawab Lala.
Heiji mengangguk dan berlalu ke arah kasir.
"Eh Lala, bikin apa nih?"
Lala menoleh, itu Hanz, sudah lama tidak melihat pria itu.
__ADS_1
"Tumben barusan nongol," sapa Lala.
"Biasa gue ada tugas di luar kampus," jawab Hanz.
"Owalah, sibuk banget ta? Perasaan belum KKN, deh," tanya Lala.
"Iya La, hehe, btw sama siapa kesini?"
"Sama Heiji,"
"Makanan datang," ucap Heiji ala-ala pelayan.
"Eh Iji," seru Hanz.
"Eh ada apa?" Heiji memasang wajah terkejut.
Lala mengerjap, ada apa ini?
"Kenalin La, ini pacar aku," ucap Heiji normal kembali.
"Hhh sempit banget dunia ini," jawab Lala.
"Udah kenal Lala ya A'?"
Hanz mengangguk.
"Yaelah La, lu disini, ayok pulang,"
Tiba tiba Aldi datang dengan ngos ngosan.
"Kenapa, Di?"
"Mama lu nyariin, ayok pulang," aldi menggendong Lala seperti karung beras.
"Turunin," Perintah Lala.
Aldi menurunkan nya dan menggenggam tangan Lala.
"Jangan protes!" ketus Aldi dingin.
...***Bersambung…....
...Btw coba tebak ada masalah apa….??🤭🤭🤭...
...Tunggu up lagi ya, hehe...
__ADS_1
...Luv yu All😍😍😘***...