
...Segalanya membuatku yakin, sahabat memang tidak harus berakhir saling memiliki, tapi memiliki membuatku ingin berjuang, lagi dan lagi....
...Aldi~...
happy reading.
.
.
.
Lala sampai di rumah sakit, Aldi tidak berbicara dengan nya sejak pulang dari kampus.
Aldi mendadak mendiamkan Lala, bahkan Lala tidak tahu dimana letak kesalahan nya.
Lala bersiul siul dan mencolek bahu Aldi, seperti nya Aldi benar benar marah, namun yang menjadi tanda tanya, kenapa Aldi tiba tiba bersikap seperti ini?!
"Gue heran, kenapa Lu tiba tiba gaje gini Di?" protes Lala.
Aldi hanya diam dan masuk ke dalam ruangan inap tante Ega.
"Eh, mantu mama ada disini," sambut Tante Ega.
"Apa kabar tante?" sapa Aldi sembari bersikap lebih hangat dari yang tadi.
"Alhamdulillah, lumayan kok, nak," jawab Tante Ega.
"Mama kapan log out?" tanya Lala mendekat.
"Log out apaan? Log out akun?" ketus Aldi.
"Gue gak ngomong ma lu," ucap Lala tak kalah ketus.
"Waitt, kalian berantem?" tanya Ega.
"Ngak!" seru keduanya spontan.
Ega tertawa kecil melihat tingkah Aldi dan Lala, persis seperti Tom dan Jerry. Ega menggeleng menggeleng kan kepala dan emnatap menatap keduanya.
"Eit, kalian ini jodoh banget ya," ucap Ega.
"Ngak mi, ngak mau aku jodoh ama dia," ketus Lala.
"Ih kamu ini, jangan jutek jutek ama Aldi." ucap Ega menenangkan putrinya.
"Mama manggil Lala kesini kenapa nih?" tanya Lala mengabaikan hal tadi.
"Mama ngak manggil Lala kok," heran Ega.
"Loh, kok.. Amm betulan ma?" tanya Lala mulai bingung, kata Aldi, mamanya Memintanya ke rumah sakit.
Kok?
Lala menatap Aldi dengan muka kesal, Aldi hampir membuat jantung nya copot. Dia kira ada hal yang tidak baik.
__ADS_1
Yang di tatap hanya mengabaikan dan fokus ke benda pipih di tangan nya, lumayan membuat kesal.
Ping..
Suara pesan masuk.
[Lo di hukum bu Fatma, ngk ngumpul makalah, kenapa juga pulang buru buru banget?]
Chat whatsapp dari Heiji.
Alamak, gaswattt!!!
"Hwaaa, Lala dihukum Ma," seru Lala.
Ega panik melihat putrinya yang seperti kesurupan, apa mungkin roh di rumah sakit sedang merasukinya.
Entah apa yang merasukinya..
(Author malah nyanyi:(_)
"Kenapa? Lu abis di rasukin?" tanya Aldi tanpa dosa.
"INI SEMUA GARA-GARA LU TAU, KALAU LU NGAK NGAJAK GUE PULANG CEPAT, BU FATMA NGAK BAKALAN NGE-HUKUM GUE," amuk Lala.
Aldi dan Ega seketika tertegun, tumben sekali Lala mengamuk.
"Lu, pms?" tanya Aldi.
"Gak," ketus Lala.
***
Sepanjang perjalanan pulang, Lala tetap saja mendiamkan Aldi. sepertinya dia benar-benar marah.
Di posisi terbalik, keadaan nya terbalik saat pulang dari kampus, Lala benar-benar diam tak berkomentar. Apapun yang Aldi katakan.
Aldi di boikot!
"Gue minta maaf La, lu jangan ngambek mulu, gue beliin DVD Bruce Lee deh," bujuk Aldi.
"Gak," ketus Lala.
Lala masuk ke kamar dan mengunci pintu. Aldi hanya duduk, menyesal mengerjai Lala, padahal Aldi hanya ingin memberikan suprise karena besok ulang tahun Lala ke 20, 16 November.
"La, buka dong. Gue minta maaf nih," pinta Aldi dari balik pintu.
"Gue beliin lu deh apapun yang lu suka." sambung Aldi.
Pintu terbuka, Lala sudah mengganti bajunya dengan baju biasa.
"Gue abis ganti baju," jawab Lala datar.
Aldi menarik nafas, Lala memang sulit mendiamkan orang, terutama Aldi.
"Ingat ya, DVD. Awas lu boong!" ketus Lala.
__ADS_1
Aldi mengangguk pasrah.
"Besok kita ke-mall," ucap Aldi. sambung cengar-cengir gak jelas.
***
02:39 dini hari..
Lala bangun, rupanya sambal buatan Aldi memang membahayakan cacing di perut Lala, Lala beranjak ke kamar mandi.
Alamak kok gelap gini?
Lala meraba saklar tapi yang di sentuhnya seperti tangan.
"Hwaaaa, maaaakkk…. Ada setan!!!" teriak Lala panik.
"Happy birthday Lala,"
Lampu menyala, menampakkan Aldi yang tersenyum kecil, pelipisnya di penuhi keringat.
Antara terharu dan khawatir, Lala memeluk Aldi, terompet di tangan Aldi jatuh, bersamaan dengan tubuh Aldi yang merosot.
Lala ketakutan, kenapa pula Aldi sok merayakan Ultah Lala, padahal dia sendiri phobia gelap. berlama-lama menunggu Lala bangun.
"Di, bangun, ya ampun kok lu make acara pingsan Segala, Aldi.…"
Air mata Lala jatuh lagi, Lala benar-benar panik.
Lala mendekatkan wajahnya, memberikan nafas buatan,menekan dada Aldi dengan kedua tangan nya, di benar benar tidak pengalaman membantu orang pingsan.
Lala meninggalkan Aldi sebentar ke dapur dan datang membawa minyak telon dari kotak P3K di dapur dan sebotol air mineral.
Lala meneteskan air di wajah Aldi.
"Apa gue siram sekalian ya?" tanya Lala kepada dirinya sendiri.
Butuh berapa lama akhirnya Aldi bangun juga.
"Ya ampun, sory la, gue ngacauin ultah lu,"
Suara Aldi serak, mungkin dia belum benar benar sembuh.
"Lu minum dulu, gue ngk jadi be-ol gegara lu," kesal Lala.
Aldi hanya tersenyum miring.
"Temani gue bobok ya, gue takut La," pinta Aldi. Aldi seperti anak kecil, Lala tidak tega.
"Asal lu ngak ngorok," ucap lala.
"Oke deh," jawab Aldi dan tersenyum kecil.
...Bersambung........
...****Halo guys, maaf ya 2 hari aku ngak up, hehe terimakasih udah setia baca karyaku****....
__ADS_1