Nyebellin

Nyebellin
#8 Ketemu lagi


__ADS_3

...Semangkuk soup untuk hari yang cerah...


...Lala ~...


Lala memarkir motor matic nya, mulai mencari kunci rumah, Lala membuka rumah menaruh tas nya di sembarang tempat, sambil meraba perutnya yang keroncongan, Lala mulai menuju dapur, bahan makanan sudah habis, tinggal daging dan beberapa sayur.


"Whaaat! mana gue gak bisa masak lagi."


Lala berdecak sebal, Lala memutuskan makan di luar saja, dia mengambil kunci motor, kunci rumah dan dompet.


Lala mencari warung sari lauk terdekat, bisa aja sih dia go food tapi karna malas makan sendiri, kan kalau makan di sini bisa berjamaah barang orang asing, gak sepi amat.


Lala memanggil pramusaji dan menyebut menu makanan nya, ikan nila rica-rica sama soup.


Lala melihat sekeliling, astaga rupanya... HP nya ketinggalan, apa boleh buat Lala hanya mengetuk meja dan memandangi semua orang, kenapa pula benda yang paling legend itu malah ketinggalan di rumah, Lala menopang dagu melihat ke arah dapur makan,


"Eh lala kan?" Lala menoleh mengerjapkan mata sipitnya.


"Eh elo Hanz kan?" tunjuk Lala heboh, lala tertawa sendiri, ya begitulah seorang Lala yang kadang kewarasan nya di pertanyakan.


"Heheh iya, La, btw gue boleh ikut makan nih?"


"Asal gak minta di traktir," seru Lala saat makanan nya sudah sampai.


"Heheh ngak lah, ada-ada aja." Hans menahan pelayan dan memesan menu serupa dengan Lala.


"Yee makan ngak kreatif amat," seru lala dengan mulut penuh.


"Telan dulu, La, heheh gue emang suka ikan nila kok," ucap Hanz.


Lala mengangguk-angguk sambil melanjutkan makan.


"Mmm, tumben lu ngak barengan sama si Aldi."


Lala menoleh.


"Tau dari mana gue dekat ama si onyet?"


"Hebat nih keliata bat suka stalker." batin lala


"Lu kan selalu barengan, gue biasa liat lu jalan di mall, sama beberapa kali pulang pergi sama dia, trus gue juga teman sama si Aldi," ucap Hanz panjang lebar.


"Iya, iya, ngak usah berproklamasi kali." Lala terkekeh membuat Hanz salah tingkah.


"Gue kira dulu lu pacarnya si Aldi." Hanz tersenyum kepada pelayan, saat makanan nya sudah sampai.


"Makasih mas." Hanz mulai menyantap makanannya.

__ADS_1


Lala menatap Hanz lama.


"Kenapa yak orang-orang pada kira gue pacaran ama si onyet." Lala memutar bola mata.


Lala melanjutkan makan nya, Hanz mendongak, tersenyum tipis, Hanz senang kalau ternyata Lala ngak ada perasaan apa-apa ke Aldi.


"Mmm, lu beneran gak suka sama si Aldi?" Hanz menatap Lala ngak yakin.


"Iyalah, ngapain juga gue suka sama si tukang nyebelin, bisa-bisa darah gue naik sekilo." Lala meminum es teh nya sambil beranjak.


"Eh lu mau kemana La?" Hanz menahan tangan Lala.


"Bayar lah, masa makan gak bayar," seru Lala.


"Entar aja, lah, temenin gue dulu ntr gue bayar sekalian."


Lala memutuskan kembali duduk. Rejeki ngak boleh di tolak, hahaha.


Hanz tersenyum dan kembali melanjutkan makan nya.


Bagi Hanz ini adalah hari keberuntungan nya, makan sambil lihat wajah cantik Lala dan satu lagi, Hanz tau kalau Lala ngak ada perasaan sama si Aldi, itu membuatnya lega.


***


Lala memarkir motornya kemudian membuka pintu rumah, sepi banget, mana orang tua nya belum pulang dari Banjarmasin. Semoga saja keluarga ayah di sana baik-baik saja.


Lala menghempaskan tubuhnya di atas sofa kakinya meraih remote tv.


Handphone lala berdering, rupanya panggilan dari Mama.


Lala mengambil ponselnya.


"Halo mah".


"Eh. mama ngak bisa pulang besok soalnya sepupu Mama meninggal, maafin mama ya."


"Iya mah, gak apapa kok, Lala ngerti," jawab Lala sambil memanyunkan bibir nya.


"Kamu makan teratur kan? Mama sudah nyuruh Aldi buat tinggal sementara di rumah, kamu makan teratur kan, nak?"


"Makan mie."


"Ya ampun, untung mama udh nyuruh Aldi buat nemenin kamu."


"Eh udah ya, mama ada urusan, nanti mama telfon lagi."


"Iya mah."

__ADS_1


Klik.


Lala meletakkan ponsel nya, melanjutkan nonton.


"Nih." Lala mengambil snack tersebut.


"Enak?" Lala mengangguk tanpa menoleh.


Tunggu...


"Astaga." Lala terjengkang dari sofa, Aldi terkekeh senang.


"Sejak kapan lu ada disini nyet? Ngagetin aja."


"Sejak lu telfonan ama tante Ega," ucap Aldi sambil meletakkan snack di atas meja dan beralu ke dapur.


"Suka banget tuh bocah ngagetin, udah kayak hantu," cebik Lala kesal, kemudian melanjutkan nontonnya.


***


Lala memperhatikan Aldi yang cekatan memasak, sambil menopang dagu malas.


"Di... Lu sejak kapan pinter masak?"


"Lupa."


"Ohh." Lala melipat tangan dan memejamkan mata.


"Oy jangan tidur, lu belum makn malam,"


Aldi menghidangkan makanan di atas meja dan kembali ke wastafel, kemudian mencuci tangan.


Aldi menarik kursi, menghadap Lala.


"Lu makan gembel," ucap aldi menyodorkan piring, Lala tak merespon, Lala sangat ngantuk sekarang.


"Gue gak minat makan Di." Lala kembali mencari posisi nyaman.


"Makan, gue, gak mau masakin lu lagi," ancam Aldi.


Lala berdecak dan mengambil makanan yg di sodorkan aldi.


"Bawel," ucap lala kesel.


...Bersambung.........


...Makasih readerku sayang😘😘...

__ADS_1


...Salam cinta...


...Kazuky❤...


__ADS_2