Nyebellin

Nyebellin
#34 Lala Nyebellin


__ADS_3

...Semua akan baik-baik saja selama ada kamu di samping ku, tidak butuh banyak hal, hanya butuh banyak momen...


...Lala~...


Prangg….


Bubur dia atas nakas jatuh dan menyisakan cipratan nasi di sana-sini. Rupanya badan Aldi menjadi sakit lagi.


"Kamu jangan pergi kursus dulu nak," ucap Nia yang bergegas ke kmar Aldi.


"Malas di kamar Mi," ucap Aldi kesal.


"Ihh anak mami kapan rajin banget," timpal Nia.


Aldi merenggut, mama nya benar benar menjengkelkan. Anak sendiri dibilang malas. Aldi tau makna tersirat mami nya itu.


"Heudeh, yaudah Aldi mau tidur dulu," putus Aldi.


"Ntar sore kita ke dokter," ucap Nia.


Aldi mengangguk.


***


Setelah kembali dari rumah sakit ternyata Aldi hanya demam biasa. Setelah sebelumnya di beri resep ampuh oleh dukun, eh, dokter. Aldi duduk di samping Lala sambil menaikkan kakinya di atas paha Lala. tiduran di sofa ruang tamu.


Lala memang sengaja menemani Aldi ke rumah sakit. Kata Nia, Aldi demam tinggi, mau tidak mau Lala pasti panik.


"Woy nyet, kaki gue bukan bantalan," ketus Lala.


Aldi hanya menggeser badan nya dan tiduran di paha Lala.


"Gue masih sakit, tolong pasien ini butuh perawatan." kata Aldi sambil pura-pura tertidur.


Lala tampak kesal sekali tapi tidak menggubris lagi.


"Kalau perawatan itu di rumah sakit sana," ucap Lala.

__ADS_1


Aldi tertawa kecil dan bangkit dari tidur pura puranya. Rupanya Lala masih terlihat kesal. Aldi tertswa kecil.


"Jangan kesel gitu donk La, kek orang pms tiap saat lu," kekeh Aldi.


Lala hanya cemberut dan bangkit hendak ke dapur. Rumah tante Nia memang sangat luas. Tante Nia muncul dari dalam WC dan menyapa Lala, "Eh Lala."


Lala hanya tersenyum dan mengambil air di kulkas. Sudah seperti rumah sendiri.


"Kok cemberut gitu sayang?" tanya Nia.


"Gak kok tante, lagi bad mood aja," kekeh Lala menyembunyikan kekesalan nya.


Nia berjalan ke ruang tamu, Aldi sedang asik menonton sambil berbaring. Rasa sakit di kepalanya sudah sembuh, tapi masih ada sakit di bagian badan. Seperti habis di smack down.


"Kamu lagi bertengkar sama si Lala?" tanya Nia.


"Gak kok mi. Aku baik baik aja ma dia," jawab Aldi.


"Oh gitu ya, ngak tau kenapa.. Kayaknya, Lala lagi kesel." kata Nia.


tidak peduli, dia tidak tahu salahnya di mana, Lala memang anak labil seprti anak TK.


"Dasar anak mami emang gak peka banget," keluh Nia.


"Aldi gak peka gimana?" heran Aldi.


"Gak tau, kamu samperin Lala aja. Kalian belum makan kan?" tanya Nia.


Aldi mengangguk dan menurut pergi ke dapur. Lala sedang asik bermain ponsel. Gelas di hadapan nya sudah setengah kosong. Lala masih sibuk bermain game di gawainya.


"Lu ngacangin gue mulu," keluh Aldi.


"Bodo," jawab Lala.


"IQ gue masih 130 an loh," kesal Aldi.


Lala hanya diam. Aldi menarik kursi dan duduk di samping Lala. Aldi memperhatikan Lala secara serius.

__ADS_1


"Ayok main ke rumah lu La," ucap Aldi.


"Males," jawab Lala.


"Mau nginep gak?" tanya Aldi.


"Gak."


Aldi mengerucutkan bibir kesal. Aldi lalu beranjak dari kursi menuju kulkas. Kayaknya udah gak ada yang perlu di bicarakan dengan si gadis menyebalkan seperti Lala.


"Aldi, jangan minum es dulu," protes Lala.


Aldi hanya menautkan alis. Terbesit di benak Aldi untuk pura pura makan es krim.


Lala mendekat dan merebut es krim Aldi.


"Lapar ya?" goda Aldi.


Lala mencebik kesal.


"Mana ada gue lapar?"


"Ya siapa tau."


Lala mencubit bahu Aldi keras, luapan emosi membuat Lala lupa kalau Aldi masih sakit.


"Aa…auu sakit nyet," ringis Aldi.


"Bodo," ketus Lala.


"Lu cantik kalau lagi kesal," kekeh Aldi.


Lala berlalu menuju ruang tamu dan tidak menghiraukan Aldi lagi. Aldi hanya memegang bahunya sambil merutuki Lala yang beralu meninggalkan nya di dapur. Aldi benar-benar tidak seperti orang sakit lagi di mata Lala.


...Bersambung….....


...Haloo january^^...

__ADS_1


__ADS_2