Nyebellin

Nyebellin
#37 Terakhir ngampus


__ADS_3

Aldi menjalankan motornya ke kampus. Kali ini sebelum pulang Lala meminta di temani ke atap fakultas ILKom. Katanya pemandangan dari gedung itu lebih cantik. Tak heran banyak yang sering ke atas sana untuk ber selfie.


Setelah masuk area kampus, Aldi membelok motornya menuju parkiran. Hari terakhir ngampus. Aldi hanya pergi berpamitan dengan teman kelas nya, bukan untuk ikut kuliah reguler.


Aldi memarkir motornya di samping fakultas. Aldi mengecek sebentar ponselnya. Dia akan menunggu Lala selesai belajar, Aldi memilih ke atas gedung, sepertinya ada yang sedang menggunakan loteng untuk ber-swa foto sore-sore begini, atap fakultas ILkom memang menjadi favorite untuk mahasiswa yang menyukai langit sore, di sini karena langsung menghadap ke area matahari terbenam.


Di bawah sana juga banyak yang sedang melakukan senam. Banyak yang datang ke kampus melakukan agenda UKM sekalipun tidak masuk kuliah.


Ponsel Aldi bergetar. Sebuah inbox dari Lala.


Rupanya Lala sedang menuju kesini dengan menenteng dua cup minuman marimba. Aldi tersenyum, walaupun melambaikan tangan Lala pasti tidak akan melihatnya ke atas.


Gedung fakultas IlKom hanya terdiri dari 3 lantai berbeda dengan fakultas FIPG yang terdiri dari 5 lantai, sebenarnya enam, tapi lantai satu untuk Lab bahasa asing, dan masuk ke dalam kategori area Sastra.


Setelah sampai di atap fakultas Lala menghampiri Aldi yang menatap nya dari jauh. Lala menatap sebal, mengapa aldi tidak membantunya sama sekali, bahkan memilih melihat saja.


"Dasar gak peka!" ketus Lala sambil menyodorkan minuman.


Aldi tertawa kecil dan menerima minuman dari Lala. Tanpa ba-bi-bu, Aldi segera meneguknya.


"Haus banget ya?" tanya Lala.

__ADS_1


Aldi mengangguk dan menatap langit.


"Ngak terasa ya, besok gue udah berangkat," gumam Aldi, Lala tentu masih bisa mendengarnya.


"Malam ini kita jalan jalan yuk," usul Lala.


"Besok kan lu berangkat sore, yakan?"


Aldi mengangguk, ya sekali-kali dia harus berbaik hati pada Lala.


"Mau beli apa di pasar malam? Kalau mau main game ke Mall aja."


"Di deket deket napa, biar gue abadikan di memory hp gue," ucap Lala.


Aldi ikut saja. Walaupun beberapa orang yang di atap menatap mereka dan pasti sudah di cap orang pacaran.


Bodo amat, Lala tetap berselfie ria. Aldi membiarkan sahabatnya itu. Dia tidak ingin membuatnya kesal, Lala tetap mencap nya tukang Nyebellin hingga akhir zaman karena Aldi memang menyukai itu.


Aldi, di bawah ramai ya, ucap Lala mencoba memotret dari atas. Pemandangan orang orang yang sedang bersenam dan orang orang yang berlalu lalang menarik perhatian Lala.


Lala mendekat dan mencoba memperbesar objek di kameranya. Kakinya menyenggol bata dan kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


Lala tidak lagi memperdulikan ponselnya, dia berteriak, semua orang panik melihat Lala yang terus mengepakkan tangan nya dan... terlambat. Lala jatuh.


Tanpa pikir panjang Aldi mencoba meraih tangan Lala atau lebih tepatnya meloncat bersama Lala. Aldi sadar dia bukan spiderman tapi dia tidak akan membiarkan Lala mati begitu saja.


Aldi meraih tangan Lala dan memeluknya erat. Aldi membalik posisinya. Lala di buat kaget. Aldi tersenyum dan berbisik, "Jangan takut, ada gue."


Bruk…


Semua menjadi putih, bahkan teriakan orang menjadi hening. Sayup sayup bunyi sirene terputus dari pendengaran Lala.


...Tamat???...


...Bersambung??...


...Bagaimana Aldi bakal ke Amerika, udah terjun bebas dia T_T...


...Salam cinta.....


...KazukyAlichia…...


...Vote koment adalah caramu mencintaiku eh menyemangatiku.. Hehehe...

__ADS_1


__ADS_2