Nyebellin

Nyebellin
#64# Bonus chapter 2 (Akhir)


__ADS_3

Paris 20xx


Sabtu pagi.


Lala meletakkan kue tart bertuliskan anniversary ke-duapuluh tahun pernikahan mereka. Lala tersenyum ke arah Aldi yang menatapnya sambil menggenggam bunga.


"Selamat hari pernikahan kita yang keduapuluh, Sayang."


Lala memeluk Aldi-nya, matanya sedikit berkaca-kaca. Dia pernah ingat jika dia menikah dengan Aldi, maka dia akan ke Paris.


"Terimakasih sudah jadi guardian angel ku, Di."


"Akhm. aku gak bisa keknya gini. mana kita udah berumur banget," keluh Aldi. sok romantis bukan gayanya. Lala masih berpegangan pada jas yang Aldi kenakan sambil menahan sisa tawanya. Padahal Lala sudah berusaha menyusun skenario yang bagus dalam kepalanya.


"Pokoknya makan dulu deh. Kita sudah keliling sungai Seine, anak-anak di rumah mau di bawain apa, ya?"


Aldi duduk di kursi sofa tunggal, Lala ikut duduk di pangkuan Aldi. umur mereka sudah masuk empat puluh lima tahun kurang lebih, tapi mereka masih saja mesra-mesra, Affan yang sudah semester lima saja masih sering heran.


"Aku keliatan makin keriput ya?" tanya Lala kesal.


"Emang sih, tapi masih cantik," jawab Aldi jujur.


"Pasti takut sama aku, kan?" tanya Lala pede.


Aldi tertawa kecil dan mencium pipi Lala kanan dan kiri.


"Aku sayang kamu," ucap Lala menghadap suaminya.


Aldi tersenyum.


"Aku juga," jawab Aldi memeluk Lala erat dia mencintai Lala dulu, sekarang, dan nanti. walaupun istrinya itu kadang menyebalkan, namun Aldi tidak tahu jika Lala tidak menemaninya ataupun sikap Lala yang berbeda takdir mereka entah akan seperti apa.


Aldi mengecup singkat wajah Lala dengan sayang.


"Apa sih, geli banget tau!" keluh Lala. Aldi benar-benar menyebalkan.


"kamu nyebelin," ucap Lala.


"Tapi kamu suka," jawab Aldi menggoda istrinya itu. Lala tidak membantah. toh dia memang menyukai Aldi lebih dari yang dia bayangkan.


***


Affan menatap wajah dosennya takut-takut, dia terlambat lagi datang ke kampus. pasalnya adiknya yang masih SMA siapa lagi kalau bukan Nana, dia mematikan alarm sehingga Affan bangun kesiangan. ditambah orang tua mereka sedang melakukan perjalan bulan madu mereka yang keduapuluh kali. Affan sedikit heran namun begitulah kenyataannya. Dia sedikit iri sebab dia tidak mendapat pasangan sampai sekarang.


"Hai Bro!" Seru Najid yang datang sambil menenteng helem motor sport, wajahnya yang eksotis ke bule-bule-an diterpa sinar matahari, wajahnya memang ganteng tapi sedikit banyak otaknya agak kurang waras jika berkaitan dengan adik Affan.


"Kenapa Lu?" tanya Affan acuh tak acuh. Affan masih setia memainkan game yang dia buka saat sahabatnya itu mendekat, semacam menghindar teman.


"Gue bertamu ya ke rumah lu?" tanya Najid lebih tepatnya minta izin.


"Pasti lu lagi menyusun strategi mau modusin adek gue kan? ngaku lu," serang Affan tak terima.


"Yee, gak kok, cuma Median aja. biar begini, gue juga lagi kangen masakan Papa lu," ucap Najid. Affan diam saja. Iya sih masakan mamanya biasanya tidak bervariasi, kecuali neneknya.


"Mama sama Papa lagi bulan madu," ucap Affan datar. Dia bangkit dari tempat duduknya jam di pergelangan tangannya menunjukkan menit demi menit kedatangan dosen tersayang. Sepertinya dia enggan membolos sekarang, mahasiswa teknik semester lima ini benar-benar banyak tugas. Affan tidak ingin di ceramahin jika nilainya jelek.


"Gue duluan ya. soalnya udah mulai kelas."


"Ya Udah, Kalau ortu lu udah balik, kabarin ya."

__ADS_1


Affan hanya mengangguk, mungkin temannya itu ingin malak oleh-oleh. mungkin saja.


Jam pelajaran berlangsung lama. mungkin karena Dosen cogan ini yang baru saja menikah hingga jiwanya lebih berbunga-bunga dalam menyampaikan materi.


Semua memperhatikan dengan saksama dan patuh sekali.


"Baiklah, kita tidak akan membuat kelompok, pelajaran ini sedikit lebih muda, jadi boleh dikerjakan sendiri-sendiri. perhitungannya harus disertai contoh penjelasan. seperti biasa."


Semuanya menerima kesepakatan untuk tugas lanjutan. Padahal pelajarannya sama sekali tidak mudah seperti yang di sampaikan dosen tadi.


***


"Nana, Affan, mama pulang.." ucap Lala riang. wanita itu senang sekali menginjakkan kaki di rumah dengan cepat, setelah menempuh perjalanan jauh, ditambah harus transit dua kali, membuat badannya sedikit encok.


"Wah, aku kangen banget sama Mama," Nana memeluk Mamanya dengan manja.


"Kalian anti bolos-bolos kan?" Selidik Lala. dia sedikit protektif, ditambah anak sulungnya sejak kecil sudah sangat bandel.


"No, Mama. anti bolos-bolos Club, kok," jawab Nana dan Affan.


"Pinter. kalian emang anak papa," ucap Aldi. Lala hanya me nyengir sendiri.


"Kalian periksa sendiri kopor yang kecil. itu oleh-oleh semua." Lala menunjuk kopor warna merah muda, dia malas membongkar barang.


Nana paling bersemangat.


Suara pintu di ketuk, Rupanya ada tamu tak di undang. Najid muncul membawa beberapa makanan ringan. Beberapa makanan itu di maksud untuk menyogok gebetan alias Nana.


"Assalamualaikum, Tante," ucap Najid malu-malu.


"Eh, temannya Affan. Masuk sini, kami juga baru nyampe."


"Eh, ada Nana," ucap Najid. dia terang-terangan menunjukkan kesaltingannya itu.


"Akhm, bagaimana kuliah kalian?" tanya Aldi.


"Lancar kok, Om," ucap Najid penuh energi.


Nana hanya melihat sejenak teman kakaknya itu. Padahal Nana tidak tertarik sama sekali.


"Baguslah kalau begitu."


"Mama sama Papa istirahat ya, kalian Jangan lupa makan." Aldi berlalu dari ruang tamu dan menyusul istrinya untuk istirahat.


"Ortu lu harmonis banget ya? kayak merek sabun," ucap Najid.


"Ho'oh, yang jomblo jangan iri," ucap Affan.


"Bener kan, kata temanku, katanya kalau anak kuliahan banyak jomblonya karena tugasnya banyak," seru Nana menyindir dua orang jomblo itu.


"Kek lu gak aja," sambar Affan.


"Yee, Nana punya pacar. Tapi masih rahasia. Kakak jangan bilang-bilang ya, Kak!"


Najid langsung hilang selera makan. Bagaimana bisa dia kehilangan gebetan dalam satu waktu. Padahal tujuannya kesini karena sudah kangen dengan adik temannya ini.


"Yang sabar, Bro!" bisik Affan ditambah suara tawa mengejek.


"Gue sabar kok," ucap Najid.

__ADS_1


"Ini akhir dari penolakan adek gue," sambung Affan.


Najid hanya mengangguk dan memakan roti croissant, oleh-oleh itu sedikit menghibur Najid. Tak apalah, asal bisa makan makanan luar negeri. Sakit hatinya nanti saja.


***


Suasana kampus masih sepi, Lobi fakultas Sains teknologi masih sepi, Affan duduk santuy sambil menikmati minuman kemasan yang dia ambil dari vending machine.


"Woy Affan," Seru gadis teman mamanya.


"Kenapa Lu?" tanya Affan datar.


Anessa, dia tukang onar padahal sempat di bully oleh Affan di sekolah menengah pertama. Tapi sekarang dia menduduki ranking cewek yang gonta ganti pacar sedangkan Affan raja jomblo seperti Lala dulu. bedanya Affan tidak memiliki teman yang mengekorinya seperti Aldi.


"Yee cuek banget. Itulah persoalan mengapa lu jadi duta jomblo daripada duta shampo lain."


"Itu masalah gue, bukan masalah lo," jawab Affan kesal. Anessa tertawa kecil. ya udah.


"Hahaha, lagian juga ngapain lu murung disini udah lebih angker dari penunggu kampus."


Anessa senang sekali meledek Affan, seperti balas dendamnya yang sedang dilakukan secara nyicil.


"Tau ah, gue lagi Enek bicara ma lu, pacar lu belum datang?" tanya Affan melihat Anessa hanya sendirian.


"Ho'oh, apa gue putusin aja ya?" tanya Anessa.


"Lu pacaran kayak makan permen doang," sindir Affan.


Anessa hanya menguap. walaupun setiap kali dia dapat wejangan dari orang tuanya. Pastinya ada drama dibandingkan dengan Affan. secara ortu mereka berteman dekat.


"Selama kita bisa menyebarkan pesona itu namanya pesona tanpa batas."


Affan gantian menguap pura-pura. Anessa antara teman atau bukan hanya Affan yang merasa tidak tertarik dengan cewek itu.


"Ya elah, padahal gak ada menarik-menariknya," jawab Affan.


Anessa tidak menggubris. Kepedean nya tidak bisa di pangkas oleh cowok itu.


"Ya Udah, gue duluan."


Anessa hanya mengangguk. Melihat punggung teman, tapi bukan temannya menjauh mengingatkan Anessa kisah orang tua Aldi yang diceritakan oleh mamanya kemarin dulu. Anessa tertawa kecil.


...Tamat bonus chapter....


...(gak bagus kalau kepanjangan yekan.)...


...aku mau ucapin terimaksih banyak buat readersku tercinta semuanya......


...😍salam sayang.😍...


...jangan lupa baca dua karya aku ya....


...+My annoying Dosen...


...+ Ratu dari abad kejayaan...



__ADS_1


salam cinta dari Aldi dan Lala🥰🥰


__ADS_2