
Lala duduk di depan kafe bersama dengan Aldi, setelah memilih tempat duduk nyaman, ini permintaan Aldi tadi pagi, padahal Lala ingin makan di warung saja. Aldi bersikeras ingin makan makanan ala-ala luar negeri.
"Gue mau balik di warung mas Cokro aja aelah," keluh Lala hendak bangkit.
"Tunggu dulu, gimana caranya lu bantuin gue belajar beradaptasi di luar negri ntar? Nah duduk dulu," perintah Aldi.
Lala dengan muka kesal duduk sambil menekuk muka. Dia tidak sependapat dengan Aldi.
"Jangan kek gitu donk la, masa lu ngak mau bantu gue," keluh Aldi.
"Kamu tuh banyak banyak makan makanan Indonesia, soalnya kalau kamu mau makan roti, sandwich dan saudara saudaranya, itu artinya kamu akan lebih rindu makanan lokal nanti," terang Lala mengutip dari buku novel yang di bacanya beberapa waktu yang lalu.
Aldi tersenyum, dia tahu kalau Lala tengah mengutip kata-kata bijak. bahasanya saja berubah.
"Yaudah balik warung aja kalau gitu," putus Aldi.
Lala dengan ringan mengikuti Aldi keluar cafe menuju warung mas Cokro di ujung jalan.
Aldi menarik tangan Lala agar beriringan dengan nya. Lala merasa ada yang hangat kali ini dari sentuhan Aldi. Tidak seperti biasanya.
Mereka masuk dan memesan beberapa menu favorit Lala. Karena Lala yang punya ide, Aldi harus mengikut.
"Makan yang banyak biar cepat gede," ucap Aldi.
"Lu yang makan biar cepat gede," ketus Lala.
"Gede apa La? Kok otak gue travel," kekeh Aldi.
Lala berdecak sebal..
"Dasar otak berbahaya," ketus Lala.
"Jangan ketus ketus gitu," seru Aldi sambil meneguk airnya.
Makanan mereka sudah tiba, saatnya menyantap sari lauk enak.
"Gue mau belajar jahat," ucap Lala.
__ADS_1
"Masih dendam kesumat? Gegara gue klaim jadi istri?" goda Aldi.
"Apasih? Gaje lu," ketus Lala.
Aldi tertawa garing, Lala tambah terlihat lucu di matanya. Serasa ingin di cubit. Aldi tersenyum miring.
***
Mereka memang pergi tanpa naik kendaraan, kedua nya berjalan santai. Jam menunjukkan pukul 11 pagi.
"Yang lebih gak bisa gue tinggalin selain makanan lokal itu, teman lokal gue," seru Aldi.
"Siapa? Aqil Sama Najisa? Atau siapa?"
Aldi mendekat, merangkul bahu Lala yang lebih pendek darinya.
"Lu lah, siapa lagi yang paling deket ma gue, eh lu bukan teman gue. Sahabat gue," ucap aldi sambil mengacak rambut Lala.
"Ihh nyebelin, gue terjunin lu di rawa-rawa," ketus Lala.
Aldi hanya tertawa tanpa dosa. Aldi emang suka bersikap seenaknya, dan Lala menjadi korban.
"Eh Bima," sahut Lala.
"Sayang, pulang yok, lapar nih," ucap Aldi memulai akting nya. Mode nyebelin nya On lagi.
Lala Mengembang kempiskan hidunganya. Lapar dari hongkong! Dia sudah menghabiskan banyak porsi ikan dibilang lapar.
"Ayokk .. Ngak kasihan kamu sama anak kita?" ucap Aldi semakin lancar berdrama. kenapa dia tidak mengambil jurusan seni akting, pasti coumloude.
"Eh Bim, gue balik dulu, bye.." seru Lala meninggalkan bima yang tersenyum kecut.
Padahal, Heiji sudah menerangkan kalau Lala itu singgel dan hanya friendzone dengan Aldi.
"Gue kayaknya kalah sebelum perang," lirih Bima sambil melanjutkan langkahnya.
"Woy lu tuh ngaku-ngaku mulu anak cacing anak lu?" kesal Lala.
__ADS_1
"Hahaha gue suka suka aja ber drama korea, bareng lu contohnya," kekeh Aldi.
"Dihh setres," ucap Lala meninggalkan Aldi.
Aldi hanya tertawa lebar menyusul Lala dan merangkulnya kembali.
"Modus mulu lu dari tadi, pake acara meluk-meluk segala," sebal Lala.
"Ini namanya di rangkul," ucap Aldi.
"Kalau ini di peluk," Aldi memeluk lala dari depan, walaupun Lala sedang berkacak pinggang.
Cup!
"Kalau ini nama nya French kiss," kekeh Aldi mendapat pukuulan di bahunya.
Aldi memeluk lala kembali. pukulan Lala tidak berarti smaa sekali, Aldi bahkan mengeratkan rangkulan nya.
"Beruang gue," gumamanya.
"Woyy ini jalan onyet, make acara pelukan ciuman lagi, ngak malu lu?" ketus Lala. Wajahnya merah menahan debaran dan malu.
"Santai aja, kalo ada yang nanya.. Bilang aja udah nikah," jawab Aldi enteng.
Lala menggeleng dan menarik tangan Aldi, pulang.
Dari kejauhan mata Meilda melihat Aldi tak sengaja, dia jadi yakin, Aldi memang telah menikah.
Wajah Meilda di tekuk, serasa kesal dengan adegan yang dilihatnya, tapi bagaimana mungkin, dia bukan siapa siapa Aldi. Sedangkan yang bersama nya adalah istrinya.
'Dunia memang tidak selalu sejalan dengan harapan' batin Meilda.
...Bersambung…......
...Komen nya ya, vote dan juga like :)...
..."Selamat berakhir pekan…."...
__ADS_1
...Salam cinta.....
...KazukyAlichia (°∆°)...