
Lala bangun pagi sekali saat semua orang sudah berangkat kerja, hari ini kuliah di libur kan karena tanggal orange, Lala bersiap siap memulai hobby barunya, olahraga senam bersama tante Nia. Lala mengklaim sebagai hobby padahal tante Nia baru mengajaknya tadi malam lewat chat.
Aldi juga sedang keluar daerah mengurus paspor nya, karena tinggal 4 bulan lagi, walaupun di katakan tahun depan tapi jaraknya hanya sekitar 4 bulan.
Lala menyisir rambutnya dan mengikat satu, sebuah senyum kecil tersungging di bibirnya. Rasanya benar benar sepi, baru dua hari yang lalu Aldi memasak untuk nya, pagi ini tidak ada sosok Aldi yang biasanya mengacau di kamarnya.
Lala menunduk membiarkan air matanya jatuh satu satu. Sakit itu benar bebar nyata. Rasanya Aldi semakin membuatnya tidak bisa lepas. tapi sebagai sahabat Lala harus memberikan dukungan full.
Lala menarik nafas dan menegak kan badan nya. Dia harus ikhlas untuk keberhasilan Aldi di masa depan.
Lala yakin suatu saat jika mereka sudah berkeluarga masing masing, Aldi akan selalu mengingatnya.
Ping!!
Sebuah inbox WhatsApp masuk.
[Nak, kapan ke rumah?]
[Bentar tante, otw nih]
Lala cepat cepat memakai lotion dan menyambar jaket dan tas nya di gantungan pintu.
Lala berlari ke teras dan cepat-cepat berlari menuju rumah Aldi.
"Kamu baru nyampe sayang, mami udah nungguin loh," sambut Nia.
"Heheh biasa tante, cewek," jawab Lala.
Tidak mungkin dia mengakui, tadi aku nangisin Aldi tante, bisa kiamat dunia Lala.
"Oh yaudah ayok berangkat sekarang yuk," ajak Nia.
"Siap 45 tante," jawab Lala semangat sekali.
__ADS_1
***
Mereka sampai di sanggar senam, bahkan Lala yakin kalau di sana dia yabg paling muda, pasalnya, Nia malah membawanya ke sanggar senam orang 40 an.
"Tante, aku malu nih, aku keknya yang masih kecil," cicit Lala.
"Kamu nih, kan kamu ngak kecil lagi, udah bisa nikah ma Aldi juga dibilang anak kecil," saggah Nia dengan santai nya.
Lala hanya terkekeh pelan, canggung sekali karena baru pertama kali nya dia datang ke pusat kebugaran. Lala meletakkan tas nya dan ikut mengganti sandalnya dengan sepatu sport.
"Eh ponakan Bu Nia kan? Cantik sekali," ucap ibu tua, umurnya sekitar 50-an. Dia menatap Lala seolah sudah lama kenal.
"Eh bukan tante, aku ini tetangga tante Nia," jawab Lala.
"Kamu cocok banget jadi menantu saya, cantik dan baik,"
'Ada apa dengan ibu ini'
Lala menelan ludah, pede banget dia. Lala terus membatin, terheran-heran.
"Kamu kalau mau sama anak tante bisa kok, tante senang banget,"
"Lala kok belum siap-siap?"
Tante Nia memutus percakapan mereka, ibu tua itu berlalu.
"Bu tania tanya apa aja La?" tanya Nia.
"Itu tante, nawarin anak nya," jawab Lala polos.
"Hahah dia Presdir di perusahaan besar, udah tua, 29 atau 30-an kayaknya. Kamu sama Aldi aja, mami udah duluan carter kamu," cerocos Nia.
Lala hanya tertawa. Mereka menuju tempat latihan senam sesekali tertawa. mendengar lelucon tante Nia, bergosip.
__ADS_1
***
Lala hari ini full time dengan tante Nia, mumpung hari sabtu, dan tante nia sengaja mengosongkan jadwal kantornya, karena suaminya mengantar Aldi mengurus dokumen. Nia juga cuti untuk bersenang-senang dengan Lala.
"Kamu makan yang banyak ya, kapan lagi kamu jalan bareng mami, yekan?" ucap Nia sambil melahap baksonya.
"Iya tante. Tante ini sibuk banget," jawab Lala.
"Hehehe, biasa tuh kalau udah tua kayak tante, kerja itu makin bikin pusing, tante bakalan resign di umur 58-an mungkin."
Lala hanya menatap tante Nia, dan tertawa sejenak.
"Tante mau nikmati hari tua cepat banget," kekeh Lala.
"Bareng papanya Aldi gitu," jawab Nia, seperti ABG saja.
"Habis ini kita pulang saja ya tante, kangen rumah," ucap Lala.
"Ihh ke salon dulu, gak boleh nolak ya sayang, kaan lagi kamu di ajak jalan," jawab Nia.
"Abis tuh pulang ya tante," bujuk Lala.
"Iyaps, kangen Aldi kan?" goda Nia.
"Ihh tante apaan deh," elak Lala berusaha tidak mengakui ketertarikan nya dengan Aldi di depan siapapun. Bagi Lala, Aldi akan menjadi sahabatnya apapun yang terjadi, sekarang, esok, dan selamanya.
Nia tertawa kecil, senang sekali mengerjai Lala.
Merka makan dengan lahap, sambil sesekali membahas banyak hal. Lala merasa, sikap Aldi yang humoris turunan dari tante Nia yang begitu supel.
Tamaatt…
Tapi belum..
__ADS_1
Hihi, thanks buat reader ku semua, aku senang banget dulu cuma hobby dan bisa dapat tempat di hati kalian, eaaks. Kritik dan saran nya aku tunggu ya.
Saranghaeyo:")